Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
luar kota


__ADS_3

Kelamaan di Rooftop akhirnya Zahra terlelap dengan sendirinya.


"katanya nggak ngantuk." cibir Dafa sambil tersenyum..


Dafa menggendong Zahra menuruni tangga secara perlahan.


.


.


Dafa meletakkan zahra di ranjangnya setelah itu barulah dafa ikut berbaring disamping Zahra.


"cepat hadir ya sayang. !!" dafa mengusap perut datar zahra..


.


.


ke esokan harinya zahra dan dafa menjalani keseharian hanya di dalam mansion saja menonton bioskop di ruangan khusus lalu ke kamar rahasia dafa...


"udah mau sore sayang. " ujar dafa dengan tak rela..


"ya udah ayo siap-siap ke rumah umi... aku nggak apa kok... kamu hati-hati aja di jalan ya....?? "


"rasanya masih kurang.. " suara lemah dafa..


"emang berapa hari habib di luar kota...?? " tanya zahra mengusap lengan dafa dengan lembut..


"hmmmm.... sekitar 5 hari... tapi karna ada kamu yang harus cepat aku temui.. aku akan usahakan 2 sampai 3 hari.....!! "


Zahra mengangguk mengerti.


"belum pergi aja aku udah kangen sama kamu humairahku.." dafa memeluk zahra dengan posesifnya.


Zahra mengusap punggung dafa sambil tersenyum lebar.


"ayo cepat... aku kangen sama abang! " pinta zahra semangat..


"abang...?? " beo dafa..


"mampus aku... bisa gawat kalau habib tau aku kangen sama abang... entah kenapa aku ingin mencubit pipi abang... kalau bilang dafa yang ada aku nggak boleh kesana....!! suamiku ini kan cemburuan....!! " batin Zahra berusaha memikirkan alasan...


"sama abang, sama umi dan abi.. terutama kiya..!" ralat Zahra.


"kamu nggak kangen sama aku...?? " tanya dafa dengan memelasnya..


"kangen tapi nanti kalau udah balik luar kota. " jawab zahra dengan senyum manisnya.


dafa hanya bisa tersenyum kecut.


"aku ingin membawamu kesana". ujar dafa tiba-tiba..


"bukannya kamu nggak mau aku ikut nanti kerjaanmu nggak siap... jadi aku nggak usah ikut.. 2 hari kerjaanmu harus siap disana.. jangan deket-deketan sama wanita ganjen.. kamu nggak bisa nyakitin wanita, suruh aja satpam mengusirnya mengerti.....!! "


dafa tersenyum cerah, artinya zahra cemburu juga padanya..


"mengerti nggak...?? " tanya zahra kesal...


"mengerti sayangku....!!" jawab dafa tersenyum begitu tampannya.


"ya udah ayo kita kekamar sholat ashar terus antar aku ke rumah umi dan abi....!! " ajak zahra menarik tangan dafa keluar dari kamar rahasia nya dafa.


setelah sholat ashar berjamaah, mereka bersiap-siap keluar..


"habis antar aku kamu langsung pergi keluar kota habib...?? " tanya zahra .


"iya sayang.. aku langsung berangkat nggak balik ke sini... !' jawab dafa merapikan gamis zahra..

__ADS_1


"bara ikut kamu kan. .??" tanya zahra lagi..


"iya... kalau dia nggak ikut kerjaanku nggak bakal cepat siap....!! " jawab dafa lagi..


"iya.. bagus dia ikut aja... biar kerjaan habib terbantu olehnya...!! "


"hm... ayo sayang....!! " ajak dafa setelah merapikan cadar zahra..


.


.


tibalah mereka di rumah maharza, zahra sudah di tunggu oleh keluarganya...


"kenapa kamu nggak biarkan aku di mansion mu aja....?? " tanya zahra penasaran.


"nanti kamu sendirian sayang, aku nggak akan tenang... setidaknya kalau disini ada keluargamu, aku bisa ke luar kota dengan tenang ya walaupun rindu ku yang jadi masalahnya".


Zahra tersenyum manis lalu menangkup rahang dafa dan mengecup lama kening Dafa dengan cadar yang masih setia ada diwajahnya.


dafa memejamkan matanya apapun yang dilakukan zahra pada tubuhnya dafa sangat menyukainya.


"aku akan menunggumu... jaga diri ya..!! " senyum manis zahra dibalik cadarnya.


dafa melepaskan cadar zahra dan mencium bib*r zahra dengan menyimpan segala kerinduan nantinya...


"biarkan saja umi...!! " riqi menahan lengan istrinya hendak mendekati mobil dafa.


"tapi mereka lama sekali keluarnya abi! ' sergah aira..


"mereka melepas rindu satu sama lain." jelas riqi yang tau sifat dafa walau sedikit..


Aira akhirnya mengerti..


"iya juga ya.... kok umi nggak peka ya...!! ". aira tersenyum canggung karna nggak ngerti situasi dafa dan zahra.


"udah kan... aku boleh turun...?? " tanya zahra lembut.


dafa mengusap bibir zahra dengan senyum tampannya lalu memakaikan cadar zahra lagi.


"ayo aku antar sayang....!! " ajak dafa keluar dari mobilnya duluan lalu berlari kecil ke arah pintu mobil lainnya membuka pintu itu barulah Zahra keluar dari mobilnya.


"kamu manis banget sih. " puji zahra mengusap rahang dafa..


dafa tersenyum mengusap kepala zahra, dia hanya mengikuti apa yang ada dalam pikirannya, lagian dafa tidak pernah pacaran juga.


"Umi.. abi....!! " lambaian tangan zahra dengan senyum cerah dibalik cadarnya.


riqi dan aira juga balas melambai.


"sayang... !!" Aira memeluk zahra si bungsu kesayangan mereka.


zahra tersenyum mengusap punggung aira, dafa menyalami riqi dan aira dan mengucapkan salam.


aira dan riqi kompak menjawab salam dafa.


"ya udah kalau gitu dafa pergi ya abi... umi...!! titip ara ya umi...abi... kalau nakal tegur aja jangan di pukul dafa nggak sanggup melihat ara terluka walau sedikit....!! "


aira dan riqi tertawa lepas, zahra hanya tersenyum manis..


"mana mungkin kami melukai ara nak... kami nggak pernah sedikitpun membentaknya hanya kalau marah memanggil Zahra saja.. lagian Ara udah ngerti apa artinya itu...!! " jelas Riqi menepuk pundak dafa..


Dafa mengusap tengkuknya sendiri...


.


.

__ADS_1


setelah berpamitan dengan keluarga dafa, zahra mengekori suaminya sampai didepan mobil..


"hati-hati ya habib...!! " zahra menyalami dafa..


dafa mencium kening dan punggung tangan zahra, zahra hanya tersenyum senang, dia sudah terbiasa dengan perlakuan manis dafa yang sangat mencintainya..


"jaga diri ya sayang... aku mencintaimu....!! " ucap dafa dengan seriusnya..


zahra mengangguk..


"habib juga ya... I Love You too....!! "


Dafa sekali lagi memeluk zahra lalu masuk ke mobilnya.


zahra melambai, dafa tersenyum lebar saat zahra mengkode lewat tangannya tanda saranghae..


"byee....!! "


"iya Habib... bye.." jawab zahra tersenyum manis..


mobil dafa tak terlihat lagi zahra berlari pelan memasuki rumah maharza..


"abang....?? abanggg...!! " teriak zahra..


"iya... abang di sofa sejak tadi." sahut Shezan..


semua orang berdiri..


"nak dafa nya udah pergi ara..?? " tanya riqi.


"iya abi.. habib udah berangkat... !" jawab zahra berjalan cepat ke arah shezan..


kyara hanya mengerjabkan matanya.


"Ara pengen nyubit pipi abang loh....!! " senyum manis zahra


shezan hanya menatap bingung keluarganya juga zahra.


"ada apa ara...?? kok tumben...?? " tanya aira juga bingung..


zahra tidak menjawab langsung mencubit pipi Shezan..


kyara tertawa lepas.


"sakit ara...!! " ringis shezan mengusap kedua pipinya sendiri.


Zahra tersenyum puas..


"heheh... seneng deh udah kecapai...!! " gumam zahra dengan semangatnya.


"apa kamu hamil ara...?? " tebak asal Kyara..


semua terdiam termasuk zahra sendiri.


"oh ya....?? tapi aku nggak merasa sepertimu kiya. . palingan cuma pengen aja...!! " tutur zahra belum percaya dirinya berbadan dua.


"tespek mu masih ada sayang...?? " tanya aira semangat..


"ada umi...!! Hubby beli banyak saat itu . " jawab kyara tersenyum cerah..


riqi tak bisa berkata-kata, kalau iya bukankah rezeky dari yang maha kuasa, mereka dapat cucu 2 sekaligus.


shezan hanya berdoa dalam hati semoga apa yang dibilang kyara memang benar..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2