
sementara Zahra sedang berguling di ranjang dengan selimut tebal dikamarnya, entah mengapa dia sejak tadi tidak mau sarapan seleranya tak ada...
"assalamualaikum....?? " sapa aira dan kyara kompak..
"wa alaikum salam....!! " sahut zahra dibalik selimut..
"ara kenapa sayang....?? " tanya aira mengusap lembut kepala zahra..
"kok nggak sarapan ara...?? nanti dedek bayi nya kehilangan nutrisi loh...!! " sambung kyara.
Zahra melototkan matanya segera dia membuka selimutnya dan menatap kyara dan aira bergantian..
aira dan kyara tersenyum manis...
"nggak kok.. Ara nggak hamil...!! " lemas zahra kembali menyelimuti wajahnya.
tapi Aira menahannya..
"kita tes ya. " pinta aira serius.
"bagaimana caranya umi...?? ara lagi malas bangun apalagi keluar rumah...!! " tanya zahra dengan nada malas bicara..
"siapa yang bilang bakal keluar rumah...?? " tanya kyara terkikik lucu..
"loh... bukannya di rumah sakit ya....?? ya harus keluar rumah lah... !!" sungut zahra
kyara dan aira tertawa sementara zahra memberengut manyun..
"udah ah... ara mau tidur aja lagi....!! " kesal zahra hendak membungkus seluruh tubuhnya lagi dengan selimut.
giliran kyara yang menahannya..
"kita coba di kamar mandi doang ara, pakai alat ini!! " seru kyara dengan semangatnya.
"iiish... gimana caranya...?? kok alatnya kayak termometer gitu...!! " kesal zahra melirik sekilas tespek yang dipegang kyara.
sontak saja kyara dan aira tertawa lepas zahra mana tau alat cek kehamilan itu ini kan pertama baginya.
"ini tespek sayang... bukan termometer....!! " jelas aira dengan lembut namun gemas akan tingkah zahra.
"hm... iya.. iya.. tespek kek,, barometer, termometer, meteran.. auk ah.. gelap.. nggak tau juga caranya... mendingan tidur aja....!! " celoteh kesal zahra..
aira tertawa dengan celotehan zahra, kyara tertawa cekikikan..
"gini cara gunakan alat yang kamu bilang termometer ini zahra... ... bla.. bla...!! " kyara menjelaskan cara pakainya.
zahra tetap mengkerutkan keningnya dia terlihat malas mencoba alat itu..
"kamu kenapa nggak bersemangat sayang...?? kamu nggak suka kalau kamu beneran hamil..?? nggak mau ngasih surprise buat suami kamu...?? " cecar aira mengusap kepala zahra..
"bukan nggak mau umi.. ara nggak mau terlalu berharap... lagian ara nggak ada gejala kayak kyara kok... mual-mual gitu nggak ada.. baik-baik aja tuh pasti ara nggak hamil.... ngapain di tes segala.?? "
Kyara akhirnya mengerti
Aira terkekeh dan dengan sabar menjelaskan bagaimana aira dulunya mengandung tanisha, shezan dan zahra gejala morning sickness nya beda-beda.
"benarkah umi saat ngandung abah nggak mual-mual...?? cuma banyak makan...?? " tanya zahra antusias..
__ADS_1
"iya Ara sayang... !!" jawab aira dengan gemasnya.
"mau kan di tes.. ntar kasihkan sama dafa alat ini kamu bisa lihat wajah bodohnya...!! yang nggak ngerti alat apa ini...?? " tanya kyara dengan senyum mengejeknya.
Zahra terkekeh geli, pasti lucu sekali bayangannya secara suaminya itu memang pengen sekali dirinya punya anak.
Kahfi dan siti sangat ingin punya cucu maryam belum hamil masih mencoba pasti jadi kejutan yang sangat mengguncah hati kalau zahra memperlihatkan alat itu..
"mau coba nggak...?? " tanya aira menggoda..
"mau deh." semangat '45 zahra..
"ayo cepat.. hati-hati ya....!! " pinta kyara lebih bersemangat dibanding zahra.
aira tersenyum bahagia melihat kyara dia punya menantu yang sangat dermawan, malah terlihat lebih bahagia ketimbang diri kyara yang hamil sebelum zahra..
Zahra dan kyara masuk ke kamar mandi tak lama kemudian kyara keluar menunggu zahra menggunakan alat itu..
Zahra di kamar mandi sudah mencoba nya, dia duduk di atas kloset..
"apa aku beneran hamil...?? " gumamnya pelan..
"jangan terlalu berharap Ara.. ku mohon... hamil atau tidak itu belum rezeki.. !!" celoteh zahra melirik alat tes kehamilan itu di gelas kecil.
dengan tangan gemetar zahra menggapai alat itu dan memejamkan mata.
"Habib... kalau aku nggak hamil jangan marah ya... jangan terlalu berharap ya...?? " ocehnya sendiri..
Zahra belum berani melihat alat itu, menarik nafas dalam-dalam mengumpulkan keberanian melihat alat itu zahra pun membuka matanya sedikit demi sedikit.
"Garis 2 .... aaaaaaaaakkkhhh.....!!! " teriak zahra menggema seketika ekspresi wajah zahra tak tau bagaimana bahagia nya kini.
"sayang... Ara... buka ara...!! " teriak aira menggedor-gedor pintu kamar mandi..
"ara... kenapa...?? ara buka pintu nya.. kalau nggak hamil nggak apa kok.. jangan nyakitin diri sendiri dong... ara... jangan buat kami khawatir....!! " teriak kyara juga..
tak lama kemudian zahra membuka pintu dengan raut wajah yang terlihat sedih..
"enggak ya...?? " tebak aira kecewa.
"nggak apa Ara.. mungkin Allah belum mempercayaimu...!! " Lirih kyara juga prihatin
Zahra menyerahkan alat itu pada kyara, kyara melihat alat itu dan terlihat garis 2 lalu menatap zahra dengan tak percaya..
"kamu bohongin kami...?? " kesal kyara..
Zahra tertawa bahagia..
"Umi ara hamil umi.. ara akan jadi umi juga... umi... umi bakal punya cucu....!! " senang Zahra melompat memeluk Aira yang masih mencerna kebahagiaan ini..
"alhamdulillahi rabbil alaminn....!! ya Allah.. terimakasih atas segalanya...!! " ucap doa aira dengan tulusnya..
kyara bertepuk tangan gembira..
"selamat ara.. Aku akan jadi aunty....!! " ucap heboh kyara..
kyara dan Zahra berpelukan heboh, aira tertawa melihat kebahagiaan 2 sahabat baik itu...
__ADS_1
"aku juga akan jadi aunty sama sepertimu...!! " senang Zahra
"ya udah. umi buatin salad buah untuk kalian ya.. susu ibu hamil nya punya kyara aja nggak apa kan sayang...?? " tanya aira ke Kyara..
Kyara tersenyum manis, "buatin semua untuk ara nggak apa umi."
Zahra dan aira tertawa lepas...
"nanti suami ku akan belikan dan mengganti susu bumil mu sayang...!! " gemas zahra mencubit pipi kyara..
kyara mengerucutkan bibirnya. "emang hubby aku nggak bisa belikan lagi apa...?? "
Aira tertawa terbahak-bahak kyara sangat menggemaskan..
"heheh.. oke.. oke.. jangan ngambek lagi ya.. nanti abang yang akan belikan banyak...!! "seru zahra dengan senyum indahnya..
kyara tersenyum sambil mengangguk-ngangguk.
"ya udah.. umi buatin ya.. kalian duduk di balkon aja.. nanti umi dan neneng yang bawakan... !!"
"okeh umi. " sahut zahra dan aira kompak..
Aira tersenyum lembut dan berjalan keluar kamar Zahra sementara zahra dan kyara berjalan ke arah balkon..
"beruntung tadi malam abang mu nggak bilang kalau kamu sedang hamil..!! " adu kyara dengan seriusnya..
"hah...?? kok bisa...?? abang bilang apa...?? " tanya zahra kaget..
Kyara menceritakan hal itu dan zahra akhirnya bisa bernafas lega.
"untung aja ya.. kalau enggak.. nggak jadi kejutan dong.. besok Dafa ulang tahun...!! "
"apa...?? jadi kado ulang tahun yang sangat berharga
dong...!! " semangat kyara..
Zahra tersenyum sambil mengangguk-ngangguk..
"ntar aku kasih hadiah nya alat itu aja dan foto USG anak nya di perut aku."
"ya Allah Zahra kamu kok bisa romantis banget sih aku iri tauu....!! " sungut Kyara dengan hebohnya mencubit pipi Zahra..
zahra tertawa. .
zahra mengusap perutnya dan melihat perutnya yang masih datar.
"aku harus membuatnya sehat-sehat aja disini.. jagain umi ya sayang... semoga nggak ada kejadian buruk menimpa umi atau kamu...!! "
"kamu ngomong apa sih Ara...?? perkataan doa loh...!! " tanya kyara tak suka..
"aku hanya takut aja, nggak tau kenapa...?? "
Kyara memeluk zahra dengan erat,,,
"nggak akan terjadi apa-apa.... kamu pasti baik-baik aja.. dafa sangat mencintaimu.. aku yakin dia akan selalu melindungimu...!! "
zahra mengangguk pelan.
__ADS_1
.
.