Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
bisa menembak


__ADS_3

"ayo mulai....!! " titah Dafa dengan suara lembut...


Zahra pun mulai bersiap-siap, mata Zahra jangan di anggap remeh memanah saja dia bisa...


memanah dan menembak tidak berbeda jauh


"ini bukan seperti itu sayang...!! " seru Dafa


"iya... terus bagaimana....?? aku takut menarik pelatuknya. " kesal zahra merajuk bak anak kecil...


Dafa terkekeh,, "sini aku tunjukkan ya....!! "


Zahra pun di ajarkan oleh Dafa , dafa mempraktekkan nya dengan bantuan tubuh zahra.


adegan romantis mereka malah ditatap takjub oleh pekerja hutan buatan itu Bara hanya menarik nafas dalam-dalam.


"sama siapa aku menikah....?? aku juga mau bermesraan....!! " batin Bara dengan lesu.


"aahh.....!!! " Zahra malah memekik saat dafa menarik pelatuknya dengan menekan tangannya.


"sayang....!! "


"iya... aku masih takut." zahra mengerucutkan bibirnya..


dafa mengulum senyum manisnya dan memeluk Zahra dengan erat.


"maafkan aku harus membuatmu menyentuh benda ini tapi aku nggak akan tenang kalau aku belum mengajarkanmu hal ini. cepat atau lambat musuhku akan tau kamu sayang.... !!"


Zahra menghela nafas berat..


"Maryam " lirih Dafa..


"hah....?? kenapa maryam....?? " tanya Zahra melepas pelukannya dari Dafa dan menatap Dafa dengan rasa penasaran.


"dia seperti itu karna ku. " cicit Dafa lagi.


"apa....?? maksudmu apa Habib....??? "


Dafa menarik nafas dalam-dalam, dia butuh keberanian mengatakan hal yang membahas Maryam..


"dia kecelakaan... di tabrak orang lain hingga Kakinya seperti itu kejadiannya sejak maryam di masa SMP, sejak saat itu aku selalu mengurung maryam sampai orang yang melukai maryam ku dapatkan.... !"


Zahra membelalakkan matanya dia memang tidak tau kenapa maryam bisa lumpuh...


"lalu...?? apa pelakunya dapat..?? " tanya Zahra serius.


"hanya tangan kanannya.... pelaku sesungguhnya belum aku temukan sampai sekarang.! " jawab Dafa lagi.


"aku emosi saat itu, aku menangkap tangan kanannya dan mengintrogasinya dengan serius tapi dia nggak jawab siapa atasannya, aku yang nggak tahan.. jadi membunuhnya dengan tanganku sendiri... aku benci saat dia menjelek-jelekkan Maryam.. saat itu... Aku... Ak... aku.....!! "


Zahra terperanjat kaget mengetahui Dafa pernah membunuh orang, matanya ingin menggelinding keluar saat ini.. suaranya tercekat...


"Sampai sekarang aku belum menemukannya Sayang.... aku berusaha mencari keberadaannya... sampai saat itu aku menemukannya dan berhasil melukainya.... hari dimana dia menculik Maryam saat pulang sekolah... tapi dia bilang akan balas aku lebih kejam dari ini... aku takut... selama dia masih hidup nyawa maryam dalam bahaya.. itu sebabnya aku memenjarakannya... walaupun Maryam Nggak suka.. aku terus memenjarakannya di Rumah kalau keluar harus dengan banyaknya pengawal yang menjaganya...!! "


Zahra terdiam melihat ketakutan Dafa...


"apa diriku akan dalam bahaya....?? " Gumam Zahra pelan..


Dafa kembali memeluk Zahra..


"aku akan menjagamu sayang... kalau aku nggak bisa maka aku akan menyuruh orang untuk menjagamu.... !!! ku mohon belajarlah demi aku....!! "


Zahra memejamkan matanya, jujur dia masih tidak percaya Dafa pernah membunuh orang, tapi mendengar alasannya... Zahra tidak tau harus berbuat apa..

__ADS_1


"baiklah... aku akan belajar.....!! " tekat Zahra serius..


"terimakasih sayang.... terimakasih.... aku sangat mencintaimu sayang.... aku nggak mau terjadi suatu hal yang buruk padamu....!!! "


Zahra hanya menatap kosong pandangannya bahkan dia tak membalas pelukan suaminya...


.


.


.


Zahra pun bisa menguasai benda haram yang membuatnya takut beberapa jam yang lalu...


Dafa pun kembali setelah menunaikan sholat Zuhur di mushola kecil di hutan ini.


"kamu udah bisa sayang... ??" tanya Dafa lembut...


zahra melirik Dafa dan mengangguk pelan, sungguh penampilan Dafa jauh dari pikiran Zahra kalau suaminya seorang pembunuh tak disangka ucapannya saat itu memanglah doa.


"coba lakukan lagi....!! " pinta Dafa..


"pelurunya habis....!! " jawab Zahra santai.


"aah.. sini biar aku isikan...!! " senyum manis Dafa mengusap kepala Zahra dengan sayangnya.


Zahra hanya menatap lekat suaminya yang sedang memasukkan peluru di pistol nya tadi..


"kamu belajar sangat giat sayang sampai pelurunya habis...!! aku bangga padamu....!! " puji bangga Dafa.


Zahra bisa melihat tetesan air di wajah suaminya, rambutnya basah air wudhu suaminya masih ada...


Zahra mengusap kepala Dafa pandangan Dafa beralih ke zahra, tatapan Dafa mulai berubah lembut dan penuh cinta...


"sini... aku akan belajar lagi....!! " pinta Zahra..


Dorrr.....!!!


dorr... dor... dor.......!!


Dafa melihat hasil tembakan Zahra dan tersenyum manis..


"bagus sekali sayang.... kamu berhasil....!! " bangga Dafa


"ayo kesini....!! " ajak Dafa menarik pinggang ramping istrinya.


Zahra menembak di tempat lain yang masih bersih belum terkena tembakan, Zahra menembak di tempat lain itu dan berhasil mengenai setiap angka yang disebut suaminya


"Kamu berhasil sayang... semua tepat sasaran....!! "


.


.


Kini Zahra dan Dafa makan menjelang sore di sebuah restaurant.


Dafa sesekali melihat cara Zahra yang makan dibalik cadarnya ingin Dafa bilang lepaskan saja tapi banyak Pria disekitar sini yang sedang menatap istri tercintanya...


"apa enak humairahku....?? "


"hm... enak....!! " Jawab Zahra tanpa melihat suaminya..


"suapin aku sayang....!! " pinta Dafa dengan nada manja..

__ADS_1


Zahra mengerutkan keningnya dan menatap aneh Dafa..


"ada apa dengannya...?? " gumam Zahra dalam hati..


Zahra melirik suasana sedang menatapnya akhirnya mengerti suaminya sedang cemburu..


Zahra pun menyuapi suaminya yang mulutnya sudah sebesar kepalan tangannya..


"hm.... enak sayang.. coba punya aku..!! " dafa menyuapi Zahra dengan menu makanannya yang berbeda..


Zahra pun menerima suapan suaminya dari bawah cadarnya..


"enak....?? " tanya Dafa penasaran selera istrinya.


"Hm.... ganti.....!! " pinta Zahra menarik piring Suaminya..


Dafa tergelak saat Zahra menukar piringnya..


manis, mereka sangat manis ditatap orang-orang sekitar..


"tuan Muda Satria....!! " sapa seorang wanita berbaju Sexy disampingnya...


Zahra melirik penampilan wanita itu dari bawah sampai atas, menarik tapi tidak bagus untuk dipertontonkan..


"Siapa....?? " tanya Dafa dengan nada dingin..


"saya Kikan... sekteraris anda dulu... tuan Boss tidak mengingat saya....??"


Zahra menatap interaksi suami dan wanita itu dengan wajah datarnya, entah apa yang salah dengan Zahra kini. dia tidak mau memperlihatkan dirinya sedang cemburu pada Wanita yang tak jelas asal-usulnya datang dari mana ini..


"O......!!" jawab Dafa acuh..


"Siapa Gadis bercadar ini tuan Boss...?? " tanya Kikan dengan tak tau malunya duduk diantara mereka.


"istri Saya...!! " Jawab Dafa tak menoleh ke Kikan..


Kikan beralih ke Zahra, tatapan mereka seperti sedang bertarung di udara Zahra tersenyum miring.


"Dia suka sama suamiku...!! " batin Zahra yang tau gelagat Wanita itu.


"Oh... jadi seleranya Tuan Boss kayak gini... apa perlu aku juga berpenampilan kayak gitu ya...?? tapi kok aneh sih...?? tubuh bagus aku nggak keliatan dong.. gimana cara memikat tuan boss kalau begitu..?? " batin Kikan


"Habib....!!" panggil Zahra


"Iya Sayang....!! " Jawab Dafa langsung beralih ke Zahra..


"Aku udah siap.. ayo kita pulang....!! " ajak Zahra mengabaikan kikan..


"baiklah". jawab Dafa tak menolak..


sebenarnya dia juga tidak nyaman ada kikan di tengah makan romantis mereka.


Zahra mengulurkan tangan mulusnya Dafa tentu menyambutnya dan mengecup sayang punggung tangan Zahra.


Kikan mengepalkan tangannya, "Tuan Boss.!! "


Zahra melirik kesamping memperlihatkan sisi wajahnya setengah pada Kikan...


lalu kembali berjalan normal dengan suaminya, Kikan makin geram Zahra seperti meledeknya...


.


.

__ADS_1


perbaikan penulisan.


.


__ADS_2