Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Masa lalu Dafa


__ADS_3

"aku menganggap marisa sebagai adikku sendiri.. dia sama seperti maryam bagiku mungkin karna mereka memang seumuran. aku menyayanginya seperti aku menyayangi Maryam.. aku nggak pernah menyangka kalau dia sudah jatuh cinta padaku sejak pertama kali aku main ke rumah Fransisko... !!"


"mereka hanya tinggal berdua.. papa nya sibuk dengan istri barunya.. dan mamanya juga sibuk dengan para pria diluar sana... keluarganya sudah berpecah karna orangtua mereka yang seperti itu... !!"


"jadi aku selalu main ke rumah fransisko melihat Marisa yang selalu mengintipku aku fikir dia hanya ingin berteman.. aku masih sangat naif saat itu humairahku.. aku hanya berfikir dia butuh teman karna keluarga mereka seperti itu...!! "


"lalu...?? " tanya Zahra lagi penasaran dipelukan Dafa..


"sejak saat itu aku mendekatinya layaknya seorang kakak ke adiknya, aku menganggapnya seperti maryam.. !! disaat fransisko sakit nggak bisa sekolah sekaligus nggak bisa jemput Marissa aku yang menjemputnya didepan kelasnya dengan uluran


tanganku sendiri...!! "


"jika aku diposisi nya pasti aku juga akan jatuh cinta padamu habib...!! "batin Zahra mencerna kata-kata dafa barusan..


"aku fikir dengan begitu Marisa nggak akan merasa kesepian dan akan membuka hati pada orang lain disekitarnya tapi ternyata diusianya yang tepat 14 tahun dia menyatakan cintanya padaku saat itu aku hanya menganggapnya lelucon ..!!"


"iya... mungkin diusia segitu kamu akan menganggap cintanya hanya sebuah lelucon tapi aku yakin dia tulus, dia hanya seorang gadis kecil yang jatuh cinta pandangan pertama padamu lalu kamu mendekatinya tentu dia akan senang.." selah Zahra seketika..


"hm... kan aku udah bilang kalau aku masih kecil saat itu nggak tau apa-apa masalah cinta.. aku hanya tau sekolah dan mendapatkan juara umum selalu dibangku SMA.. aku nggak ada waktu buat jatuh cinta sayang...!! " jelas Dafa lagi..


"hmmm masa SMA mu masa kecilmu ya.. . ? lalu bagaimana perasaan Marisa saat itu..? pasti sakit hati kan...?? " tanya zahra lagi..


"aku berkata santai tapi itu mungkin menyakitkan baginya... dia bilang aku kasar sekali berbicara seperti itu.. setelah itu dia kabur entah kemana.. bahkan fransisko berkali-kali mendatangiku bertanya dimana Marisa... aku tentu bilang nggak tau... !!"


"beberapa minggu kemudian marisa ditemukan di danau... dia meninggal dalam keadaan mengenaskan.. aku nggak tau kalau dia akan senekat itu bunuh diri.. saat itu aku hanya bilang kalau aku menyayanginya seperti adikku sendiri.. aku tidak mungkin mencintainya.. apa itu terlalu kasar sayang...?? "


Dafa mulai meneteskan air matanya menceritakan bagian itu..


Zahra mendongak kan wajahnya dan mengusap air mata dafa yang jatuh kesamping sebab mereka sedang tiduran.


"enggak habib.. kamu emang nggak salah.. hanya saja cara menolakmu pasti menyakiti hatinya.. aku juga nggak ngerti kenapa dia memilih mengakhiri hidupnya padahal dia masih muda dan bisa saja dia berusaha keras mendapatkan hatimu... !!" ujar lembut Zahra berusaha menghibur Dafa..

__ADS_1


"sejak saat itu Fransisko juga berhenti sekolah dan dia sangat membenciku, ia selalu mencari cara membunuh orang terkasihku supaya aku bisa merasakan apa yang dia rasakan dulu, dia menyuruh orang menabrak maryam hingga koma di rumah sakit selama 2 minggu dan saat tersadar dia lumpuh... !!" Dafa mulai terisak menceritakan masa-masa menyakiti hatinya itu..


"cukup habib sayang... cukup jangan dilanjutkan... sudah cukup ya... aku mengerti...!! " bujuk Zahra terduduk seketika..


Dafa pun ikut duduk dengan matanya yang memerah mengingat awal penderitaannya Karna kata-katanya itu akan berujung menyakiti orang terkasihnya itu sebabnya Dafa tak berani berkata kasar pada perempuan manapun..


"selama ini hanya bara dan yura yang membantuku keluar dari situasi itu jujur aku sudah cukup trauma dengan kejadian naas itu, jika aku tau kata-kataku saat itu akan berimbas pada Maryam yang sosok ceria


aku nggak akan bicara... lebih baik aku bisu aja saat itu... a.. aku....!! "


"sudah cukup habib... jangan diteruskan.. aku sudah mengerti... jangan diteruskan ya...!!! Aku ada disini bersamamu.. !!" potong Zahra berkaca-kaca melihat air mata dafa yang tumpah tak terbendung..


tak disangka olehnya seorang satria Dafa yang terlihat memiliki segalanya, pria yang terlihat bahagia dengan kekayaan perusahaan JB group diberbagai kota dan desa bercabang banyaknya.


dafa juga memiliki masa lalu kelamnya sendiri setiap makhluk Allah selalu ada ujiannya tersendiri..


"Ak.. aku... aku... nggak sanggup menceritakannya sayang... maafkan aku...!! " isak Dafa kembali meneteskan air matanya..


"maafkan aku habib.. aku membuatmu membuka luka itu lagi... maafkan aku...!! " ucap Zahra terbata-bata..


Dafa menggeleng-geleng kepalanya..


"bukan aku yang terluka sayang.. tapi maryam.. dia yang sangat menderita karna ulahku.. aku penyebabnya tapi dia nggak pernah menyalahiku malah menahan segalanya sendiri...!! "


"aku tau habib... kamulah yang paling menderita.. rasa bersalahmu lebih besar dari rasa sakit Maryam yang menahan segalanya sendiri...!! " Zahra berkata sambil mengusap-ngusap punggung dafa..


Dafa akhirnya menangis kuat melepaskan rasa sakitnya yang terpendam selama ini bahkan Dafa lupa kapan dia pernah menangis sepuas ini...


"menangislah habib aku disini bersamamu... aku menerima mu sayang... aku mencintaimu masa mu sekarang ataupun masa lalumu itu.. kamu sangat hebat habibku sayang.. Kamu bisa melewati itu semua sendiri...!!" batin Zahra ikut meneteskan air matanya mendengar tangisan pilu Dafa..


segala penyesalan Dafa tentang Marissa, penderitaan maryam juga anak kecil yang bunuh diri karna Dafa selalu memaafkan kesalahan bawahannya hingga Dafa membunuh pria itu dengan tangannya sendiri..

__ADS_1


3 perempuan itu membuatnya trauma menyakiti wanita, Itu sebabnya Dafa tidak pernah menyakiti wanita atau membentak wanita bahkan Kikan mantan sekretarisnya itu saat menyentuh lengannya Bara lah yang paling marah ..


Dafa saat itu hanya menunjuk wajah Kikan dengan geramnya menggeretakkan giginya beruntung Bara yang menyelesaikan segalanya dengan kepala dingin jadi Papanya Kikan tak bisa berkata-kata saat Bara menjelaskan alasan kikan dipecat..


Kikan bekerja di perusahaan Dafa karna ingin bersama Dafa.. padahal dia orang kaya...


"habib....?? " Panggil Zahra pelan dan lembut..


dafa tak menjawab malah menjatuhkan kepalanya ke arah lain Zahra dengan sigap menahan kepala Dafa..


"habib udah tidur ya...?? " gumam Zahra pelan membaringkan Dafa secara perlahan di ranjang mereka..


mereka memang di ranjang sejak awal bercerita..


"tidurlah ya habibiee...!! " gumam Zahra pelan mencium penuh cinta kening Dafa...


hidung dafa merah karna tangisnya tadi


bibir dafa pun makin merah..


"ini pertama kalinya aku melihat sisi rapuhmu habib... aku mencintaimu.. ..!!" batin Zahra tersenyum lembut memeluk Dafa dengan erat..


Kening Zahra menempel di rahang Dafa, sementara Dafa sudah terlelap bagai bayi yang baru dinina bobokkan...


mungkin dafa akan jauh lebih baik saat dirinya sudah berbagi beban dengan orang lain. dafa tak pernah memperlihatkan sisi rapuhnya pada siapapun termasuk mama nya sendiri..


lama kelamaan Zahra juga ikut terlelap dipelukan dafa..


.


.

__ADS_1


__ADS_2