
.
.
Dafa dan Zahra sudah selesai sholat isya berjamaah.
"sayang... kamu masih marah ya...??? " goda Dafa
Zahra mengabaikannya.
"humairahku....?? " goda dafa lagi mengusap kepala zahra yang rambutnya yang tergerai bebas..
"nggak usah belai-belai kepala aku....!! " Cetus Zahra menepis tangan Dafa..
Dafa tersenyum..
"udah dong sayang.. besok sore aku harus ke kota lain.. ngambek nya di tunda aja dulu ya...?? "
Zahra beralih ke dafa, Dafa tersenyum 1000 watt. sementara Zahra menatap kesal suaminya yang sedang tersenyum merasa tak bersalah sudah membuatnya hampir serangan jantung tadinya.
"udah ya... jangan ngambek lagi... kan aku baik-baik aja." ujar lembut Dafa berusaha membuat zahra percaya..
Zahra mengusap rahang Dafa..
"aku takut tadi." suara serak zahra seperti menahan tangis..
Dafa mengusap pipi zahra..
"jangan nangis ok ! aku baik-baik aja sayang, percayalah....!! "
Dafa mengecup kening Zahra dan meradu keningnya dengan kening Zahra.
Zahra mulai berkaca-kaca selama ini dia tidak pernah mengalami hal seperti tadi sebelumnya.
Zahra memegang punggung tangan Dafa yang menangkup pipinya..
"ini sebabnya aku nggak mau terkenal, manusia hanya gila harta... serakah... baik yang kaya maupun yang miskin.. bahkan nekat membunuh orang hanya karna uang... aku takut Habib.. aku takut dengan semua kekayaanmu....!!! "
Dafa tertegun dengan kata-kata Zahra, istrinya ini memang sangat unik disaat semua wanita pengen menjadi istri seorang milyader sepertinya tapi Zahra malah berpikir sebaliknya.
"lebih baik kita hidup biasa aja yang penting kita nggak banyak musuh dan pastinya bakal hidup tenang ! " jelas Zahra lagi..
Dafa memeluk Zahra dengan eratnya..
"jangan takut sayang, harta kita saat ini bukanlah milik kita seluruhnya sayang... kamu tau sendirikan harta ini sebagian milik anak yatim piatu dan fakir miskin...!! hanya kita yang dipercaya yang maha kuasa untuk bisa menolong sesama sayang....!! jangan bicara hal itu... Apa kamu menyalahkan takdir Allah...?? nggak baik sayang....!! "
Zahra tersentak..
"aku khilaf... Aku lupa diri... astagfirullahal adzim.. aku nggak boleh bicara kayak tadi... ! ya Allah ampuni hamba...!! "
"sekarang jangan marah lagi ya...?? " Bujuk Dafa melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Zahra..
Zahra mengangguk patuh..
"mau makan apa sayang...?? kamu belum makan setelah pulang dari Rumah umi tadi, makan ya... bilang aja mau makan apa...?? " tanya dafa dengan tatapan cintanya pada gadis impiannya itu..
"hmmm... aku pengen makan pecel lele deh...!! " pinta zahra sambil mengusap air matanya sendiri.
"pecel lele...?? apa itu...?? " tanya Dafa menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"makanan di pinggir jalan... !!" jawab Zahra dengan seriusnya.
"mana higenis sayang...?? itu nggak baik buat tubuhmu...!! " selah Dafa tak suka
__ADS_1
"aku mau makan itu.. kalau enggak jangan salahkan aku nggak mau makan...!! " ancam Zahra cepat..
Dafa menghela nafas berat kalau itu ancamannya dafa bisa apa...?
"aku beli ya...!! pasrah dafa.
Zahra mengangguk-ngangguk dengan senyum tercantiknya.
namun senyumnya memudar mengingat hari dimana Dafa membelikannya bubur di pedagang kaki lima banyak wanita yang menatap memuja suaminya.
Dafa hendak pergi tapi Zahra menahannya..
"kenapa...?? ada yang kamu mau lagi...?? " tanya Dafa berbalik mengusap tangan Zahra dengan lembut.
"minta tolong sama Rika aja... kamu temenin aku jangan kemana-mana...!! " pinta Zahra.
Dafa menaikkan alisnya sebelah menatap heran dengan kemauan Zahra tadi mengangguk-ngangguk semangat tiba-tiba mood nya berubah tak tau apa sebabnya hanya bisa mengangguk saja.
.
.
Dafa memijit kaki Zahra..
"Kaki aku baik-baik aja Habib...!! " senyum manis Zahra..
"aku mau mijitin kamu sayang ". senyum aneh dafa.
Zahra melebarkan matanya saat tangan dafa mulai nakal masuk kebawah baju tidurnya kini zahra mengapit pah*nya sebelum tangan itu masuk lebih dalam lagi.
"kamu sengaja kan habib belikan aku baju tidur kayak gini...?? supaya kamu mudah melepas model beginian.. iya kan...?? " tuding zahra dengan nada kesal.
Dafa terkekeh, "pahala sayang buat suami senang...! "
"selalu aja itu.. bosan tau. " kesal Zahra memutar bola matanya mendengar ucapan dafa yang sudah berkali-kali didengarnya.
"hm. m.. sana....!! " tunjuk dafa ke ruang ganti baju..
"aku kesana... minggir...!! '' Zahra mendorong tubuh Dafa dan berjalan cepat ke arah ruangan ganti baju.
Dafa segera menyusuli Zahra...
"buat apa itu sayang...?? " tanya Dafa heran..
"baju formal pilihanku harus kamu pakai di luar kota nanti ...!!" jawab Zahra dengan senyum 1000 watt nya.
Dafa tak lagi menolak hanya bisa mengusap kepala Zahra yang sangat bahagia menyiapkan baju pilihan zahra..
"aku beli gamis komlit desaigner Mama loh...!! " Zahra menatap gamis 1 set yang dia beli dan menunjukkannya pada Dafa..
dafa tersenyum, dia lupa orangtuanya pemilik toko baju muslim/ muslimah..
"kaca mataku... sepatu ku...!! " pekik Zahra meletakkan baju 1 setnya dan meletakkannya di lemari miliknya..
"sayang.. aku kebawah ya... nunggu makan malam aneh pesananmu itu...!! "
Zahra mengangguk-ngangguk..
"Habib....!! '' rengek Zahra..
"iya apa lagi....?? " tanya Dafa mengusap kepala Zahra..
"buatin Jus anggur..!! " pinta Zahra dengan manja..
__ADS_1
"anggur. ? kamu mau makan buah anggur sayang? " tanya Dafa
"iya.. pokoknya siapin ya...?? "
"hm... tapi jangan kemana-mana ya...?? " dafa berkata lembut..
Zahra mengangguk-ngangguk Dafa pun pergi dari Kamar nya, sementara Zahra sibuk menyusun barang-barang belanjaannya.
.
.
"hei... kamu...!! " tunjuk Dafa dengan jarinya.
"iya tuan....!! " sahut pekerja yang merasa di tunjuk..
"siapkan jus anggur untuk Istri saya ya..!! "perintah dafa.
"baik tuan muda."
dafa mengibaskan tangannya.
.
.
kini Zahra dan Dafa makan malam di Rooftop.
"pelan-pelan sayang...!! nggak ada yang mau rebut makananmu...!! " Dafa mengusap-ngusap punggung Zahra.
"laper banget. " nyengir Zahra mencolek lagi sambal khas pecel lele nya dengan senangnya..
"ya.. jangan cepat-cepat juga makannya." jelas dafa lagi..
"nggak bisa.. nanti semua nya jadi dingin...!! " jawab zahra dengan mulut penuhnya.
"kamu nggak dingin sayang...?? " tanya Dafa mengusap kepala Zahra.
"hm... sedikit.. tapi enak makan disini. " jawab Zahra dengan semangat..
Dafa membuka jaketnya dan memakaikannya lagi pada Zahra, Zahra mengomel karna makannya terganggu.
"ini anggurnya minum.. bukannya kamu mau minum ini...!! " Dafa menyerahkan gelas jus permintaan Zahra tadi.
Zahra menerimanya dan meneguknya hingga setengah.
"istri aku kenapa ya...?? tumben mau minum jus anggur...?? " batin Dafa terheran-heran..
.
.
"udah... kenyang....?? " tanya Dafa tersenyum begitu tampannya melihat cara makan Zahra yang sangat menggemaskan tadinya.
"hm". sahut zahra malas bicara.
Zahra meletakkan sisi kepalanya di bahu Dafa lalu menatap langit..
"bintang itu sangat terang. " tunjuk Zahra dengan tangannya mengudara seolah bisa menggapai bintang paling terang itu.
"kamu nggak ngantuk sayang...?? " tanya Dafa mengusap kepala Zahra sedang memberi kehangatan untuk zahra. .
"belum ngantuk. " jawab Zahra masih sibuk dengan kesenangannya.
__ADS_1
.
.