
Dafa kini berperang dengan dapur memasak pisang goreng crispy untuk istri manja nya itu..
hampir satu jam dafa menghabiskan waktu menonton cara membuat Pisang goreng crispy beruntung perlengkapannya sudah ada di dapur ini..
"cepat habib... aku ngantuk nih....!! " rengek Zahra menguap lebar dan berucap.
"audzubillahiminasyaitonirojim..!! "
"habib....!! lama nggak...?? " tanya zahra dengan mata berairnya menahan kantuk..
"tidur aja di kamar sayang..aku akan bangunkan kalau udah selesai ya...?? kamu tau kan ini pertama kalinya aku memasak...!! " bujuk dafa sambil mengaduk-ngaduk tepung basahnya..
Zahra menggeleng tak mau, "aku bobok disini aja deh... !!"
"yakin sayang...?? nanti nggak nyaman... anak kita bagaimana...?? " cecar dafa malah khawatir..
"nggak mau.. kalau gitu aku nggak usah tidur deh...!! " rajuk Zahra..
"iya.. iya.. bobok aja... Rika....??? Rika.....??? " teriak dafa memanggil pekerja yang paling dekat dengan istrinya..
"iya Boss." sahut Rika berlari cepat tiba dijarak aman nya dengan dafa..
"ambilkan istriku bantal dan selimut istriku mau tidur setelah itu pergi tinggalkan dapur ini,, jam ini dapur milikku bukan milik kalian mengerti...?? "
"mengerti boss...!! " jawab Rika menekuk kakinya sopan..
"sana ambilkan cepat... lihatlah istriku sudah ngantuk berat...!! " perintah dafa mengibas-ngibasin tangannya..
"iya boss...!! " jawab Rika segera berlari tanpa memberi hormat pada dafa.
Dafa tak tersinggung akan hal itu karna dafa sendiri yang memerintahkan Rika untuk cepat bergerak.
"kenapa masak seperti ini aja susah ya...?? lebih enak berburu lagi...!! " gerutu Dafa.
Dafa menepuk bibirnya yang asal bicara..
"Astagfirullahal adzim, Dafa berpikirlah dengan baik istrimu sedang hamil nggak boleh bunuh binatang... pantang kata Mama...!! "
"kamu ngoceh apa sih habib? aku udah laper nih.!! " tanya zahra dengan suara manjanya..
"maaf sayang... aku sedang usaha nih...!! maaf ya... kamu nunggu agak lama "
Zahra mengangguk -ngangguk lalu menggeleng pelan karna rasa kantuknya tak lama kemudian rika kembali
Rika menyusun banyaknya kursi empuk meja makan khusus pekerja mansion itu lalu meletakkan bantal berbulu Zahra di kursi yang tersusun rapi itu..
"silahkan berbaring Umi Ara...!! " rika mempersilahkan zahra tidur, rika menepuk-nepuk bantal ara seolah menghapus debu bantal itu..
Zahra pun merebahkan diri di tempat yang disediakan Rika, Rika dengan sigap menyelimuti Zahra..
"makasih Ka...!! " ucap tulus zahra dengan mata terpejam..
__ADS_1
"iya sama-sama umi Ara." balas rika dengan senyum lebarnya..
Rika sangat senang melayani Istri bossnya itu yang sangat menghargai mereka yang tak lebih seorang pembantu tapi Zahra tak pernah merendahkan mereka malah menganggapnya teman-temannya..
setelah itu Rika pergi dari dapur meninggalkan Dafa yang masih sibuk dengan aktifitas memasaknya..
"minyak nya harus panas dan nggak boleh gosong harus berwarna kecoklatan...!! " dikte dafa lagi..
"katanya nggak boleh gosong tapi warna nya harus kecoklatan sama aja itu gosong, ini gimana cara orangnya bicara sih.. ngomong aja nggak becus terus gimana mau ajarin orang masak...!! " gerutu Dafa mirip emak-emak yang sedang menyerocos .
alhasil dafa memasukkan secara perlahan pisang goreng crispynya ke wajan dimana minyaknya sudah panas..
kini Dafa masak pisang crispynya sampai 1 jam lagi 2 jam dafa habiskan waktunya perang dengan dapur bahkan dirinya belum sholat zhuhur saking seriusnya memasak untuk Zahra.
.
.
"akhirnya siap juga...!! " lega dafa setelah membumbui pisang gorengnya dengan coklat dan keju yang banyak permintaan zahra.
dari sekian banyaknya Pisang goreng yang dimasak Dafa hanya 4-5 pisang yang masaknya pas lebihnya kecoklatan tua gitu..
yang agak gosongnya Dafa letakkan di piring lain tadinya mau dibuang tapi tidak jadi Zahra tidak suka buang-buang makanan bisa mengamuk zahra kalau tau dafa buang makanan.
"jadi nggak tega banguninnya...!! " gumam dafa pelan.
"udah masak ya habib...?? " tanya zahra sambil mengucek matanya.
"eeh... bangun sayang.. maaf ya aku membuatmu menunggu lama tadinya aku mau gendong kamu ke kamar.. supaya sholat dulu tapi kamu malah bangun sendiri sayang... !!"
"iya.. .. tapi kok cuma segini... ? kan pisangnya banyak...!! " tanya zahra panik .
dafa menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
"agak gosong humairahku.. hanya itu yang terbaik...!! "
"nggak mau.. bawa kemari, aku nggak peduli masakanmu gosong atau enggak asalkan banyak kejunya aku bisa makan kok...!! "
dafa tersenyum haru, perangnya tadi 2 jam didapur buyar seketika saat Zahra malah ngotot mau makan pisang sedikit gosongnya.
"bumbui cepat.. habis itu kita ke kamar sholat bersama sambil nunggu dingin...!! " semangat Zahra..
Dafa mengangguk pelan..
.
.
.
__ADS_1
setelah sholat Zhuhur berdua, Zahra langsung menerkam pisang crispy buatan suaminya..
"nggak enak sayang...?? " tanya dafa dengan senyum paksanya.
"enak habib... enak banget... makasih ya...!! " ucap Zahra mengusap rahang kokoh suaminya.
Dafa terkekeh mengusap pipi gembung Zahra...
entah firasat dari mana Dafa menoleh ke meja nakas dimana HPnya berada, dafa mengkerutkan keningnya melihat hpnya kedap-kedip serta posisi hpnya berpindah karna bergetar sedari tadi.
"aku angkat telfon dulu ya sayang...!! " izin dafa.
Zahra mengangguk tanpa melirik suaminya sama sekali, sekarang Zahra hanya mau makan pisang crispy itu aja.
Dafa berjalan ke arah meja nakasnya dan mengangkat panggilan bara di balkon kamarnya.
"ada apa...?? " tanya dafa to the point.
Dafa sudah tau letak tempat persembunyian Fransisko karna GPS tersembunyi di HP polan tapi dafa memilih pura-pura tak tau..
Bara menceritakan rencana Fransisko dari Polan rahang Dafa mengeras dan tangannya terkepal kuat.
"berani nya dia berbicara hal menjijikkan itu mengenai istriku.. kepung markas mereka secara perlahan.. aku akan turun tangan.. biar aku yang menemuinya...!! " geram Dafa dengan tatapan nyalang bak iblis nya yang baru terbangun dari tidur panjangnya..
Dafa tak akan tinggal diam kalau istrinya dalam bahaya apalagi fransisko dengan entengnya hendak merebut Zahra darinya mana bisa Dafa biarkan itu terjadi..
"kapan kita bertindak boss...?? " tanya Bara serius..
"nanti malam.. aku nggak bisa menahan diri lagi...!! kata-katanya membuatku takut... lebih baik mencegah hal itu terjadi dari pada terjadi nantinya aku nggak bisa berbuat apa-apa...!! " jawab dafa lagi..
"baik boss.. nanti malam kita kepung... apa perlu kita bawa polisi boss..?? "
"iya... bawa polisi...!! kalau perlu komandannya langsung suruh turun tangan".
"baik boss." jawab Bara lagi tersenyum tipis..
Tut... tut... tut....
Bara menatap layar ponselnya..
"Boss sudah kehabisan kesabaran kalau menyangkut nyonya muda satria, setelah masalah ini selesai.. semoga hubungan kalian kekal sampai kakek-nenek ...!! "
Dafa menyimpan hpnya dan menatap nyalang kedepan..
"kau yang memaksaku bertindak seperti ini Zo.. aku nggak akan anggap kau teman walau sedikitpun.. pertemanan kita sudah hancur saat kau mencoba membunuh adikku.. aku tidak pernah menolak kasar adikmu.. aku hanya sayang padanya seperti adikku sendiri.. dia sama seperti maryam bagiku...!! mana bisa aku menaruh hati pada adikku sendiri..!!" batin Dafa dengan wajah tampan nya datar bak triplek mulus..
.
.
.
__ADS_1