
"benar sudah ada 138 wanita hamil yang mengaku istri dafa....? dan aku yang ke 139, begitu ? " tanya Zahra menyelidik
Kiki terdiam... "Hah....??? "
"Cepat jawab kiki.....!! " desak Zahra menghentak-hentakkan kakinya minta jawaban..
"i... iya.....!! tapi aku selalu menghalanginya kok dengan Bara juga. memang banyak wanita yang mengaku sebagai istri suamimu tapi nggak akan bisa bertemu dengan dafa...!! " jelas Kiki dengan kikuk..
Zahra melepaskan cadarnya, ia tak peduli dengan tatapan orang-orang. saat ini dia hanya ingin semua orang tau bagaimana rupa istri Seorang Satria Dafa...
Kiki melebarkan matanya..
"apa yang kamu buat Ara..?? Dafa bisa mengamuk.!! " pekik kaget Kiki hendak memakaikan kembali cadar Zahra tapi Zahra menahannya.
"mbak... tolong diingat saya lah istri tuan dafa yang sebenarnya... kalau ada yang mengaku lagi...!! " ujar Zahra menggantung mengambil sebuah kertas didepan Wanita yang tengah ketakutan sekaligus takjub dengan kecantikan Zahra...
Zahra menulis nomor hpnya dan menyerahkannya pada wanita yang bernama Safira itu...
"mbak fira tolong hubungi saya kalau ada wanita yang mengaku istri Tuan dafa... akan saya labrak dia....!! " tekan Zahra dengan tatapan tajam bak ingin menerkam wanita yang mengaku istri suaminya itu...
"i... iya Nyonya.. maafkan saya tidak mengenal nyonya....!! " ucap fira dengan tangan gemetar mengambil secarik kertas itu..
Kiki memijit pelipisnya sendiri, Cika hanya bengong sedari tadi tanpa banyak bicara tugasnya hanya menjaga kesehatan Zahra jadi masalah seperti ini dia tidak tau menau..
Sedangkan Jessica sudah menghubungi Dafa secepat kilat Dafa keluar dari kantornya dengan aura gelap..
"kamu melepas cadarmu humairahku....?? " tanya dafa dengan nada berat nya seperti menahan amarah..
"Apa....? kenapa ? aku wanita mu yang ke 139 iya kan..?? enak banget ya.. banyak wanita yang mengaku istrimu tanpa melalui ijab kabul... udah berapa wanita masuk ke ruanganmu hah...?? " geram Zahra berkacak pinggang dengan perut buncitnya itu...
malah Zahra yang mengeluarkan tanduknya Kini beserta menunjukkan taringnya yang selama ini tidak pernah terlihat.
Dafa mengerutkan keningnya memperhatikan sekitar banyak karyawan yang bekerja di lantainya mulai berkerumunan bahkan tatapan mereka berdecak kagum dengan rupa istrinya..
"sayang... hanya 5 orang kok... aku melawan nya nggak membiarkan mereka menyentuhku... pakai cadarmu ya sayang....!! " bujuk Dafa mendekati istri tercintanya..
"apaa.....?? "
bagai menyiram bensin ditengah kobaran api Zahra makin terbakar api cemburu..
Safira sudah menahan nafas saat ini jantungnya berdegup kencang sebab membocorkan rahasia banyak wanita yang masuk ke ketempat ini mengaku istri Dafa..
"apa boss akan memecatku...?? matilah bagaimana ini...?? " teriak fira dalam hati.
__ADS_1
"habib kamu... aku tengah hamil besar karnamu,
ulahmu, kamu nggak ngizinin aku ke kantor mu dengan alasan demi kebaikanku.. tapi karyawanmu nggak mengenalku ...hingga banyak wanita asing yang tengah hamil mengaku istrimu... apa 138 wanita itu hamil anakmu habib...?? " amuk Zahra dengan mata berkaca-kaca..
Zahra memang sangat sensitif saat hamil apapun menyangkut wanita disisi suaminya Zahra akan sensitif..
"enggak sayang... aku bahkan nggak mengenal satupun dari mereka, sumpah demi Allah .!! " elak Dafa dengan nada serius..
"kita masuk ya...!! " bujuk dafa merangkul pinggang Zahra..
Zahra menangis seketika hingga Dafa begitu panik..
"sebelumnya tubuh aku cantik sekarang gendut.. kamu cari wanita lain hah...?? lalu aku bagaimana...?? hiks.. hiks.... Huaaah.......!!! "
"kalian bubar....!! " perintah Jessica dengan penuh penekanan mengusir karyawan Dafa.
mereka bertanya-tanya siapa jessica tapi dapat pelototan tajam dari sang rubah berekor 9 (kiki) mereka semua lari terbirit-birit..
alhasil di tempat itu hanya ada: Kiki, Jessica, Cika, Zahra dan Dafa saja..
"aku nggak pernah berpikir meninggalkanmu sayang... Justru aku yang takut kamu tinggalin.. Hei... sayang humairahku... dengarkan aku....!! " Dafa menangkup posesif pipi Zahra..
Dafa merasa teriris hatinya melihat mata Zahra yang bergelimang air mata..
"Apa...?? aku begitu pentingnya bagimu..?? " tanya Zahra sesegukan...
Kata-kata dafa yang sangat manis membuat Kiki tersenyum senang malah begitu menikmati adegan romantis itu...
"benarkah...?? kamu nggak akan bosan padaku walaupun aku gendut seperti ini...?? " tanya Zahra memastikan..
"enggak sayang... selangkahpun aku nggak akan meninggalkanmu.. justru jika kamu meninggalkanku aku akan memohon padamu supaya tidak pergi dan mengancammu dengan mempertaruhkan nyawaku sendiri...!! "
Dafa mengambil tangan lembut istrinya dan meletakkannya didada bidangnya.
"disini... sudah terukir nama indahmu sayang... dan itu sudah permanen tidak akan bisa di hapus lagi debaran ini milikmu sayang... kamu penguasa hatiku... lalu bagaimana bisa kamu meragukanku sayang..?"
Cika menganga lebar, Boss nya itu sangat manis dalam berkata-kata seperti seorang playboy saja..
Jessica tetap tenang tapi dalam hatinya memang memuja kisah cinta Dafa dan Zahra yang sangat bisa membuat iri siapapun melihatnya..
"kamu nggak bohong kan...?? " tanya zahra menyelidik...
Dafa menggeleng kepalanya dan langsung bersimpuh didepan Zahra hingga Zahra terperanjat kaget dengan kelakuan suaminya itu..
__ADS_1
"aku mencintaimu sayang... aku rela merendahkan diriku untukmu...!!" ucap Dafa dengan tulusnya hendak mencium kaki Zahra..
tapi Zahra menahannya dan tersenyum lembut..
"aku percaya padamu habib.... maafkan aku yang sempat meragukanmu...!! "
Dafa pun berdiri serta menatap penuh cinta Zahra, Zahra memegang kedua rahang kokoh Dafa dan sedikit menjinjit mencium lama kening Dafa..
Dafa menunduk dan memegang pinggang Zahra supaya tidak jatuh...
"aku maafkan sayang.. sekarang aku harus makan.. perutku sedari tadi udah demo...!! " Dafa mengusap perutnya mengadu bak anak kecil saja..
Zahra terkekeh dan mengambil rantang nasi yang dipegang oleh Jessica..
"ayo kita makan...!! " ajak Zahra yang sudah tak lagi cemburu dengan suaminya itu..
Dafa mengambil alih rantang itu dan membantu istrinya berjalan..
begitulah dafa sebesar apapun amarahnya melihat istrinya melepas cadar tapi bagi dafa lebih menakutkan kalau istrinya cemburu Zahra kalau cemburu akan menangis kuat. hal itu membuat dafa tak kuasa melihat air mata istrinya ...
"kalian berdua tunggulah dipintu boss ..!! " titah kiki pada Jessica dan Cika...
"baik buk kiki....!! " jawab keduanya serentak..
"aku jadi merindukan suamiku... honey kamu dimana...?? " gumam Kiki mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit..
Kiki berjalan melewati Jessica dan Cika Sementara Jessica pura-pura tidak dengar dan Cika menahan senyum saja...
Zahra kini menyuapi suami manjanya kini...
"kamu yang masak sayang...?? " tanya Dafa tak suka..
"kenapa...?? nggak enak ya...?? " tanya Zahra balik..
"enak sayang... tapi kamu sedang hamil... kamu nggak ingat kata dokter Viska...?? humairahku ini nggak boleh kecapek'an...!! " jelas dafa dengan sabar mengusap perut Zahra..
Zahra menyeringai lebar..
"Aku yang mau kok.... Untung aja aku datang... kalau enggak, bisa banyak wanita yang datang padamu sampai beratus-ratus banyaknya mengaku istrimu...!! " cerocos Zahra kembali mengingat hal tadi..
Dafa menghela nafas panjang...
.
__ADS_1
.
.