
Raka terhenti, dia menatap sinis Della yang juga memberinya tatapan jengkel, "Udah berapa kali kakak harus bilang kekamu! Nggak usah di ungkit lagi! Kamu kayak sengaja mau manas-manasin kakak terus ya?"
"Malas banget!" Ketus Della.
"Katanya malas, terus yang tadi apa? Ingat ya! Kakakmu kayak gitu juga karena kamu! Kakakmu itu bukan cuman marah sama aku! Tapi sama kamu juga!"
"Kan kak Raka duluan yang mulai! Kak Raka kasih aku minuman yang isinya itu ada obat perangs"ng! Aku bisa pakai itu buat jadi alasan! Dan aku bakalan terus berusaha minta maaf ke kak Mala! Nggak kayak kak Raka yang nggak mau ngakuin kesalahannya! Dasar pengecut!!" Umpat Della.
Raka benar-benar kesal mendengarnya dia ingin sekali menampar mulut Della yang mengatainya pengecut.
Namun saat ia melangkah kearah gadis itu, Pintu ruangan terbuka, Seorang dokter yang menangani Mala keluar.
"Gimana kondisi istrinya saya dok?" Tanya Raka dengan penuh harap
"Ehh... Bapak suaminya pasien?"
"Iya dok! Saya suaminya! Istri sama anak saya baik-baik aja kan dok?" Tanyanya sekali lagi.
"Ikut saya keruangan!" Kata dokter tersebut.
Raka langsung bergegas mengikuti dokter itu menuju ruangan.
Sampai diruangan itu, Dokter berkata, "begini pak! Pasien mengalami pendarahan berat, jadi mau tidak mau pasien harus dioperasi, agar ibu dan bayinya bisa selamat dan juga pasien membutuhkan banyak darah! Saya akan konsultasikan lebih dulu dengan pihak rumah sakit apakah tersedia beberapa kantong darah sebelum dilakukan operasi! Atau kalau tidak untuk persiapan bapak bisa menghubungi keluarga pasien yang memiliki golongan darah yang sama!" Tutur dokternya.
__ADS_1
Raka sejenak termenung, dia baru ingat bahwa golongan darahnya tak sama dengan Mala.
"Baik dok! Sebentar baru saya menghubungi keluarga saya! Tapi dok saya mau tanya, gimana kondisi bayi yang ada dalam kandungan istri saya? Masih hidup kan dok?"
"Bayinya masih ada tanda-tanda kehidupan! Tapi harus di keluarkan pak!"
"Jadi maksudnya, istri saya melahirkan secara prematur gitu dok?"
"Iya pak! Betul sekali!"
Raka memegangi kepalanya, dia merasa pusing sekarang, bukan hanya permasalahannya dengan Mala yang harus ia fikir, tapi biaya rumah sakit juga sekarang.
Dia keluar dari ruangan itu dengan lesu setelah berbincara dengan dokternya dan menandatangani surat persetujuan operasi.
Wajah Raka tampak begitu sedih, "Kakakmu harus dioperasi dan bayinya harus di keluarin! Kamu coba telfon mama! Mama sama kakakmu punya golongan darah yang sama kan? Buat persiapan operasi jangan sampai kantong darah yang ada dirumah sakit ini nggak cukup!" Kata Raka.
"Iya! Mama sama kak Mala emang punya golongan darah yang sama!" Kata Della
Sejenak ia terdiam, nyalinya langsung menciut, "Tapi... Tapi aku takut nelfon mama kak! Aku nggak tau harus ngomong apa! Atau kak Raka aja yang ngomong!"
"Kamu ajalah masa aku!" Kata Raka sama sekali tak mau melakukannya sebab dia juga takut.
Della menggigit ujung jarinya, dia gugup. Sembari berjalan menuju kursi tempat ia duduk tadi Della mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
Dia benar-benar takut untuk menelfon mamanya, namun dengan terpaksa, mamam juga harus tau soal kondisi Mala.
Saat panggilan itu berdering untuk beberapa detik lalu kemudian tersambung, Della awalnya terdiam sampai mamanya berkata, "Halo Dell... "
Dengan tangan gemetar Della berusaha bersikap tenang, dia mengatur nafas, "Mah... Mama dirumah aja kan?"
"Iya! Mama dirumah, kenapa?"
"Mama jangan kaget yah! Aku mau bilang kalau kak Mala pendarahan mah! Dan sekarang kak Mala di rawat di rumah sakit! Kak Mala butuh banyak kantong darah buat persiapan operasi!"
"Apa?!! Kok bisa? Kenapa baru sekarang kamu nelfon mama? Kenapa nggak dari tadi aja sih Dell?" marah mamanya.
"Maaf mah!"
"Ya udah! Mama bakalan kesitu! Raka juga ada disitu kan?"
"Iya, kak Raka ada disini kok mah!"
"Kamu jangan ke mana-mana, tetap disitu aja sampai mama datang!"
"Iya mah!"
Panggilan itu terputus, Della makin was-was, dia takut jika nanti mamanya bertanya, lantas ia harus menjawab apa? Dia belum siap jika harus jujur kalau dia berselingkuh dengan suami kakaknya sendiri dan karena itulah kakaknya ada dirumah sakit sekarang.
__ADS_1