
Della langsung membuang muka saat mulutnya tak sanggup lagi berucap, dia memilih memungut pakaiannya dengan sesekali meringis menahan sakit di area selangkangannya.
Tanpa ia sadari air matanya menetes kelantai, Della tidak tau harus mengekspresikan kondisinya dengan bagaiamana lagi.
Tiba-tiba Raka menarik pakaian itu dari tangan Della lalu melemparnya, "Ngapain diambil sih?"
Dengan lesu Della mau menjawab, "udah cukup kak! Aku udah capek sama semuanya!"
"Maksud kamu apa?" Tanyanya sambil memegang kedua pundak Della.
Raka mencoba menatap matanya namun Della selalu saja mengalihkan pandangannya, "udahlah kak! Mending kak Raka pulang aja. Lagian kak Raka bener kok nasi udah jadi bubur, biar aku nangis sampai nangis darah pun aku tetap bukan lagi gadis peraw*n, tapi tolong kak Raka hapus video tadi!"
"Lahh ngapain di hapus? Kakak udah bilang tadi ini tuhh sebagai kenang-kenangan kita sekaligus bukti kalau kakak yang pertama c*blosin punyamu heheh.... " Ucapnya cengengesan.
"Kakak bener-bener nggak punya hati nurani ya? Udah ngasih aku obat, ambil keperawan*n aku dan sekarang kakak malah ketawa? Kakak ini manusia bukan sih? Apa nggak punya sedikit rasa bersalah? Aku bisa aja laporin kakak atas kasus pemerkosaan loh!" Tegas Della tiba-tiba serius.
Raka tersenyum miring, "Kamu sekarang ngancam kakak? Ohh berani banget ya! Emang kamu tau konsekuensinya kalau sampai kamu laporin kakak kepolisi?"
__ADS_1
Della seketika terdiam, dia mencoab berfikir soal jawaban itu, konsekuensinya? Bukannya Raka akan mendapat hukuman sama seperti Arya? Tapi sepertinya tidak sesimple itu.
"Dengerin kakak ya Dell kalau sampai kamu laporin kakak! Ya kamu bakal viral terus teman kuliahmu pasti juga bakal tau dan yang lebih parahnya adalah keluarga termasuk kakak kamu juga bakalan tau! Naahh kira-kira respon mereka kayak gimana ya?"
Raka ternyata balik mengancam, Della seketika ketar-ketir, tangannya bahkan bergetar, "Enggak! Aku nggak mau itu terjadi!" Jawabnya sambil menggeleng kuat.
"Nahh makanya biarin ini jadi rahasia kita berdua aja Dell!"
"Tetep aja aku takut kak!"
"Kalau kamu diam, berarti kita aman! Kakak juga yakin kok kita bisa jaga rahasia ini!" Dia tetap meyakinkan Della meskipun Della sendiri sangat ragu akan dirinya.
Dia lalu menariknya dalam pelukan, Della sangat pasrah saat kulit mereka bersentuhan lagi, dia melamun dalam peluka Raka, seolah-olah fikirannya langsung kosong.
Tiba-tiba Raka terangsang lagi, Laki-laki itu memang sangat nafsuan. Tak cukup hanya pelukan tangan Raka kembali nakal dengan menyentuh pinggulnya Della.
Menyadari sentuhan itu, Della menggeli*t geli hingga tersadar namun sayang saat dia ingin melepaskan diri lagi-lagi ia gagal melakukannya.
__ADS_1
"Ahh kak! Lepasin aku! Aku udah nggak mau!"
"Ehhmm... Dell... Sekali lagi dong! Kakak masih pengen nihh, kayaknya kakak bener-bener kecanduan deh sama tubuh kamu!"
"Enggak! Aku udah nggak mau kak! Aww pleasee lepasin tangan kak Raka!" Pintanya.
Tapi bukan Raka namanya kalau dia menuruti permintaan Della kali ini.
Dia lalu memutar badan Della hingga gadis itu tertunduk membelakanginya.
Raka memegang kedua tangan Della, "kak Raka! Aku bilang aku udah nggak mau kak!" Kata Della.
"Dell... Sekali lagi aja!"
Jl*eb....
"Shhh... Sakit kak!" Desis Della.
__ADS_1
"Uhh... Bentar lagi sakitnya ilang lagi Dell... Kakak janji!"
Kali ini Della bener-bener sudah terlena, Suara des*han Della juga menjadi candu bagi Raka. Dan kali ini perasaan Della sudah berbeda, tidak sama seperti tadi, rasa sakitnya memang sudah hilang, bahkan sekarang Della seolah-olah terhipnotis dan ingin berkat ingin satu ronde lagi atau beberapa ronde lagi.