Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 56 : Menyimpan Rasa


__ADS_3

Raka dengan nafas memburu, tidur telentang disamping Della, keduanya masih tanpa busana.


Della menggigit ujung kukunya, tampak jelas jika ia takut akan sesuatu.


Raka menoleh mendapati gelagat aneh Della, "Dell... Kamu takut ya?" Tanyanya.


"Apa yang barusan terjadi kak? Ini salah... Kita harusnya nggak lakuin ini kak? Dan aku udah kehilangan keperawanan aku! Gimana ini kak! Hiksss Della bingung! Della takut kak! Masa depan Della gimana? Gimana calon suami aku nanti kalau tau aku udah nggak perawan?" Ungkapnya sambil meneteskan air mata, mulai overthinking tentang masa depannya.


Raka mengusap air mata Della, "udah Dell... Kamu tenang aja! Nggak bakal ada masalah kok! Percaya dehh sama kakak!"


"Gimana nggak ada masalah kak? Kita udah berhubungan badan dan kakak udah buat aku kehilangan keperawanan aku!" Nada bicara Della langsung meninggi sembari terduduk diatas kasur.


"Nasi udah jadi bubur Dell... Kamu mau marah kayak gimana pun kamu juga nggak bakal jadi gadis perawan lagi kan? Udahlah... Cuman gitu doang kok panik! Mending kita lanjut aja! Gimana Dell?"


Della tercengang, "kakak bener-bener udah gila ya? Emang kakak fikir aku begini gara-gara siapa? Gara-gara kakak juga kan? Terus gimana kalau sampai kak Mala tau?"

__ADS_1


Raka berdiri, dia yang tanpa busana otomatis membuat si joni bergerak juga saat ia berjalan menuju ponselnya.


"Kakak rekam? Ngapain direkam kak?"


"Buat kenang-kenangan lah Dell... Kalau kakak lagi kangen sama kamu ya kakak kan tinggal putar nih video!" Ujarnya sambil memperlihatkan layar ponselnya yang dimana dari layar itu terpampang jelas aktivitas mereka berdua tadi.


Della langsung syok, dia ikut berdiri untuk merebut ponsel tersebut namun Raka dengan cepat menghindar, "Kamu mau ngapain sih sayang?"


"Kasi ke Della kak! Della mohon... Della takut!" Pintanya.


"Enggak! Biar kakak sendiri yang simpan!"


"Sama aja sih Dell... Kakakmu tau kalau aku udah unboxing kamu juga hatinya bakalan hancur meskipun dia nggak lihat video ini! Lagian tadi kakak lihat kamu juga nikmatin goyangan kakak, jadi udahlah... Kita sama-sama pendosa nggak usah jadi wanita munafik!" Tuturnya.


"Ha!! Aku nggak bakalan sudi di sentuh kak Raka kalau bukan obat perangsang yang kakak masukin ke minuman itu! Aku juga pindah karena aku nggak mau lagi lihat kebejatan kak Raka, tapi sekarang apa? Aku udah nggak tau lagi!"

__ADS_1


Raka malah tertawa kecil melihat Della menetaskan air matanya lagi, "ustt... Udahlah Dell... Bukannya alasan kamu pindah tuh karena kamu cemburu sama kakak kamu ya?" Terkanya.


Alis Della bertaut, dia tak paham.


"Kakak tau kok Dell... Kamu jadi nggak nyaman kan karena kakak bucin banget sama kakakmu! Terus kamu jealous?"


Della memalingkan wajahnya sambil berkata, "Aku nggak ngerti maksud kakak apaan!"


"Jangan bohongin perasaan sendiri Dell... Karena ujung-ujungnya kamu sendiri yang rasain nyesseknya, kamu juga suka kan sama kakak? Jujur aja dehh... Pas tinggal di sini kakak tau kok kamu rindu kan sama kakak?" Lanjut Raka semakin memojokkan Della.


"Kakak salah, aku sama sekali nggak gitu!"


"Ehmm masa sih? Tadi aja kamu kayak seolah-olah bilang ke kakak, ahh sentuh aku kak! Peluk aku kak! Belai aku kak!" Ucapnya sambil membelai dirinya sendiri.


"Terus kamu juga buk lebar-lebar kaki kamu buat kakak, kayak udah nggak sabar gitu mau kakak masukin si joni!" Lanjut Raka dengan sangat int*m.

__ADS_1


Della menggelengkan kepala, dia tak tau harus berkata apa. Sama halnya seperti orang bodoh yang tak bisa berbuat apa-apa, nasi sudah jadi bubur dan sebagian ucapan Raka memang benar adanya.


Selama ini Della memang menyimpan sebuah rasa untuk Raka hanya saja ia menyembunyikan perasaannya karena dia tau itu salah, namun kebodohan itu mengantarnya sampai ke titik ini dan dia tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya karena cinta terlarang itu.


__ADS_2