
"Nggakpapa, aku di benci sama orang yang aku sayang! Nggakpapa aku dijauhin! Yang penting aku udah jujur ke mereka! Lebih lega rasanya udah jujur daripada harus sembunyiin ini terus!" batin Della.
Mamanya langsung syok mendengar ucapan Della, "kamu bilang apa tadi? Mama nggak salah dengar kan Dell?"
"Maafin Della mah!" Lirihnya.
"Raka! Apa itu benar? Jujur sama mama!!!"
Raka yang sejak tadi berdiri menghadap kearah pintu sambil menekuk wajah kini berbalik dan menghadap kearah mertuanya.
"Iya mah! Aku minta maaf! Aku menyesali perbuatan aku!"
PLAKK....
lagi-lagi Raka mendapatkan tamparan di pipi kirinya.
"Bisa-bisanya kalian lakuin itu?"
"Aku benar-benar menyesal mah! Kalau mama mau pukul lagi, nggakpapa kok! Aku rela... Karena aku sadar perbuatan aku emang keterlaluan!" Ucap Raka.
__ADS_1
Mertuanya itu hanya bisa mengepalkan kedua tangan sambil menggertakkan giginya kesal.
Kedua kakinya melemah hingga terduduk di kursi sambil menekan dadanya.
"Mama nggak nyangka! Kok bisa? Kok kalian tega lakuin ini sama Mala? Apalagi kamu Dell... Kamu lupa apa yang kakak kamu lakukan selama ini buat kamu? Buat keluarga kita?" Tutur Mamanya.
Della tak bisa berucap apapun, dia hanya bisa terus menangis sesegukan dihadapan mamanya.
"Mama beneran kecewa sama kamu Dell... Kamu itu anak mama yang berprestasi, tapi kok kamu jadi bodoh sekarang? Kamu malah khianatin kakak kamu sendiri!" Kata mamanya sambil mengelus dada.
"Dan kamu juga!" Ia menunjuk Raka, "Kamu itu lebih dewasa! Kamu kepala keluarga buat keluarga kita! Harusnya kamu lebih paham soal ini, tapi kenapa malah kamu sendiri yang hancurin rumah tangga kamu!!"
"Raka menyesal mah!"
Raka hanya bisa diam sambil mendengarkan, hanya bisa memegangi tangannya didepan dada.
Mamanya Della memijit pelipisnya, mungkin karena terkejut kepalanya mulai berdenyut kencang.
"Ingat nggak Dell... Kamu bisa sekolah tinggi-tinggi itu berkat siapa? Berkat kakak kamu juga loh... Prestasi aja nggak cukup! Mama tau kamu kuliah karena dapat beasiswa, tapi apa itu cukup? Enggak kan? Tapi sekarang apa? Kamu disekolahin tinggi-tinggi tapi malah jadi selingkuhan kakak kamu sendiri!"
__ADS_1
"Della minta maaf mama! Della salah... Please maafin Della!"
"Kamu fikir Semudah itu maafin perbuatan kamu sama Raka? Enggak! Mama nggak bisa... Jadi mulai sekarang mama nggak mau lihat muka kalian lagi! Terserah kalian mau kemana mama nggak peduli! Yang jelas jangan pernah sekalipun kalian datang buat lihat mama ataupun Mala!" Ucap Mamanya dengan tegas.
Raka dan Della terkejut, mereka berdua melotot bersamaan.
"Maksud mama apa?" Tanya Raka.
"Kamu masih nanya maksud mama apa? Mama mau kamu pisah sama anak mama!"
"Enggak mah! Aku nggak mau cerai sama Mala!" Pinta Raka.
"Harusnya kamu sadar, perbuatan kamu itu nggak bisa dimaafkan! Jadi mau nggak mau kamu harus pisah sama anak mama!" Tegasnya sekali lagi.
"Dan kamu Dell... Jangan pernah sekalipun hubungi mama lagi, jangan pernah pulang kerumah mama dan muncul didepan mama atau kakak kamu!"
Tangis Della pecah sejadi-jadinya, "Apa! Enggaaaaakkkk.... Della nggak mau! Huhu... Mama aku ini anak mama juga! Kenapa mama nggak bisa maafin aku? Aku nggak mau jauh-jauh sama mama dan kak Mala... Please maafin Della mah! Della janji bakalan jadi anak yang baik!"
"Udah! Pokoknya mama nggak bisa maafin kalian berdua! Pergi aja sana... Mama muak lihat muka kalian!
__ADS_1
"Aku nggak mau pergi.... "
"Nggak mau? Jadi kamu mau kakakmu syok lagi terus tambah emosi lihat muka kalian kayak tadi? Mau sampai kapan kalian nyiksa anak mama? Tadi aja jahitan bekas operasinya kebuka pas lihat kalian, atau kalian mau kayak gini terus sampai anak mama meninggal? Sadar nggak... Mungkin Mala bakalan trauma karena kalian!! Kalian nggak mikirin itu? Apalagi anaknya lahir prematur! Kamu nggak kasihan bayi sekecil itu harus rasain alat-alat rumah sakit yang banyak itu? Dan itu gara-gara kalian loh... Jadi mama mohon please... kalian jauh-jauh dari anak mama!" Tutur mamanya Della.