Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 94 : Ungkap Elisa


__ADS_3

Elisa berjalan pelan menuju kamar yang ditempati Mala, dia melihat Della duduk sendirian di kursi tunggu dekat pintu.


Saat melihat kedatangannya Della langsung berdiri dan menghadang Elisa.


"Aku mau bicara sama sama kak Elisa!" Katanya.


"Ohh mau bicarain apa?" Jawabnya.


Della celingak-celinguk melihat lorong rumah sakit, ada banyak orang yang berlalu-lalang di sana, "Kenapa Dell? Nggak aman ya? Kamu nggak mau bicara disini?"


Rupanya Elisa bisa menebak apa yang ada difikiran Della.


"Ikut aku!" Ajak Elisa. Della langsung mengikutinya, rupanya Elisa mengajak Della menuju tangga darurat sebab di sana tak banyak orang.


Kedua wanita itu saling memandang satu sama lain dengan sikap menantang, Elisa menghela nafasnya panjang, "Nahh kamu mau bicarain apa?"


"Aku mau kak Elisa nggak ganggu rumah tangga Kakakku!"


"Ganggu gimana maksud kamu?"


"Kak Elisa kira aku nggak tau ya? Kak Elisa itu pelakor nggak tau malu, taunya godain suami orang!!" Tegur Della.


Elisa tertawa mendengarnya, "Ahahah... Aku nggak tau malu? Ahahah.... Tapi kakak iparmu lohh yang nggak cukup sama satu lubang! Aku kira kamu yang lebih paham soal itu!" Sindirnya.


Seketika saat itu juga jantung Della terasa berhenti berdetak untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Kenapa Dell? Kok mukamu langsung pucat kayak gitu?"


"Eng-enggak, aku nggak kenapa-kenapa!"


"Ohh masa sih? Tapi muka kamu langsung pucat loh... Kamu mau aku temenin periksa? Ohh iya lupa, asal kamu tau... Aku hamil dan yah... Ini ulah kakak iparmu!" Ungkapnya.


Della langsung melotot mendengarnya, dia tak menyangka apa yang terakhir kali Raka ucapkan ternyata semuanya bohong.


"Aku nggak percaya!"


"Itu hak kamu! Aku tau kok kamu percayanya sama modelan buaya kayak Raka aja kan? Jadinya susah buat percaya sama oranglain!" Katanya.


Della tak bisa berkata apa-apa, dia mundur selangkah dan pada akhirnya tubuhnya bersandar di tembok.


Della semakin syok sekarang, mendengar itu tangannya bergetar hebat, tapi Elisa tak peduli. Wanita itu hanya berjalan pergi meninggalkannya.


Tak lama kemudian terdengar isak tangis Della pecah sembari duduk dianak tangga, air matanya tak bisa lagi di bendung, dia benar-benar merasa hancur sehancur-hancurnya.


"Kak Raka buat kak Elisa hamil? Disaat kakakku juga udah hamil besar! Dan aku... Aku juga jadi korbannya?"


Della tak percaya dengan kenyataan ini.


Dia tak tau lagi harus bagaimana sekarang.


...***...

__ADS_1


Dalam ruang inap Mala, Elisa masih ada di sana Raka juga baru kembali setelah berbicara dengan dokter yang menangani Mala tadi.


"Mbak! Kayakya aku udah kelamaan disini! Jadi aku mau pulang sekarang!" Katanya.


Dalam hati Raka yang mendengar itu rasanya ia ingin bersorak karena satu sumber masalahnya mau pulang.


"Nggak mau nginap aja?" Tawar Mala.


"Kayaknya nggak bisa mbak!"


"Ya udah nggakpapa!"


"Kalau gitu aku pamit ya mbak!"


Elisa benar-benar pergi, tak lupa dia melirik Raka dan tersenyum smirk padanya.


Saat membuka pintu dia juga berpapasan dengan Della, kedua mata gadis itu memerah.


Tampak jelas kalau dia baru saja menangis, Elisa rasanya ingin menyindirnya lagi tapi tidak mungkin karena Mala nanti melihat dan mendengarnya.


Della saat itu menundukkan pandangan lalu duduk di pojok ruangan tanpa bicara sedikit pun dengan kakaknya ataupun Raka.


Dia memainkan ponselnya, pura-pura sibuk membalas chat padahal dia hanya pura-pura mengetik di catatan ponselnya saja.


Suasana berubah hening setelah kepergian Elisa, Mala juga tak lagi bicara begitupun Raka dan Della yang Masing-masing sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2