
Della sempat melamun setelah mendengar pertanyaan tersebut namun dia tetap berkata, "Emang aku udah anggap kayak kakak kandung kok!" Jawabnya dengan sangat santai tapi tetap saja membuat Daniel merasa itu agak aneh.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan kerumah dosennya.
...***...
Langit sudah mau berubah gelap, mereka barulah sampai depan rumah Della, Daniel mengernyit melihat rumah tersebut, "Dell kayaknya kakakmu belum pulang deh... Lihat aja lampu didalam belum ada yang nyala tuh!"
"Bentar lagi pasti kakakku pulang kok!"
"Mau aku temenin nggak?" Tawarnya.
"Nggak usah, kamu pulang aja!"
"Kamu nggak takut gitu?"
"Ya enggaklah aku malah lebih takut berduaan sama orang kayak kamu!" Sindirnya.
"Emangnya aku apaan? Iblis? Atau setan? Atau kanibal yang suka makan daging manusia itu?"
Della tersenyun datar, "Terserah!"
"Cewek kalau uda nggak tau mau ngomong apa pasti bilangnya terserah, emang nggak ada gitu kata-kata lain?"
"Aku lagi nggak mau basa-basi Nill.... " Tukas Della dengan dingin.
"Ya udah deh... Kalau gitu aku pulang dulu yah, besok aku mau nganterin kamu lagi dan kamu nggak boleh nolak!"
Tanpa mendengar jawaban Della, Daniel menyalakan motornya, namun saat ia hendak pergi, Raka tiba-tiba datang dan pas berhenti didepan motor Daniel.
Daniel yang baru pertama bertemu memberi kesan baik dengan dengan tersenyum meskipun canggung namun ternyata senyuman itu malah di balas tatapan sinis oleh Raka.
__ADS_1
"Dell... Ayo pergi!" Ajak Raka tanpa menyapa Daniel.
"Oke kak!" Jawabnya, "Daniel aku pergi dulu yah... Kamu hati-hati dijalan, makasih udah nganterin aku!" Kata Della saat ia sudah duduk di jok belakang Raka.
"Ohh oke!"
Raka mulai melaju dengan pelan, ia lebih dulu pergi sebelum Daniel. Pria itu tak bicara lagi dalam perjalanan membuat Della merasa tak nyaman.
"Kak kita mau kemana?" Tanya Della mulai membuka pembicaraan tapi Raka tak menjawab.
Puk... Dell menepuk pundak Raka, "Kak Raka, kakak dengar aku nggak sih? Kita mau kemana?"
"Nanti juga kamu tau sendiri!" Ucap Raka.
"Kak Mala tau kan kalau kita keluar? Jangan sampai kak Mala nanti nyariin kita lagi!"
"Udah tau!" Jawab Raka ketus.
Hingga Raka berhenti di sebuah toko kue, Della merasa heran tapi tiba-tiba ia teringat akan sesuatu, "Tunggu, kak Raka kenapa kita... Ohh astagaa ulangtahun kak Mala? Ya ampun kok bisa-bisanya aku lupa!"
"Udah turun dulu!" Suruhnya, "Kamu nihh beneran adiknya apa bukan sih? Ulangtahun kakak sendiri kok lupa!"
"Serius loh kak aku lupa, kan aku juga manusia biasa!" Ucap Della dengan suara yang diimut-imutkan.
"Ya udah yuk, kita masuk! Bantuin aku pilih kuenya!"
Della mengangguk, mereka berdua masuk bersama dan memilih kue kemudian untuk hadiah ulangtahunnya Raka mengajak Della pergi ke toko perhiasan disana ia membeli sebuah kalung untuk istrinya.
"Kakakmu suka nggak yahh sama hadiahnya Dell...." Tanya Raka pada Della.
"Pasti sukalah kak!"
__ADS_1
"Tapi kakakmu pasti ngomel dehh, kamu kan tau sendiri kakakmu nggak suka terima barang yang terlalu mahal!"
"Udah kak, aku yakin kok kak Mala bakal suka!" Ucap Della dengan sangat yakin akan ucapannya.
Mereka lalu pulang kerumah dengan membawa kado serta hadiah tersebut.
Dan benar saja ketika sampai di rumah, lampu teras sudah menyala sepertinya Mala sudah ada dirumah. "Kamu simpan kuenya di kamar kamu aja yahh, kalau udah mau jam 12 nanti kakak ke kamar kamu ambil kuenya terus kita surprisein kakak kamu bareng-bareng!"
"Oke kak!" Della langsung setuju begitu saja.
Raka lebih dulu masuk kedalam rumah, saat memastikan istrinya ada di dalam kamar, barulah ia keluar dan menyuruh Della masuk secara diam-diam sambil membawa kue tersebut agar tidak ketahuan sama kakaknya.
Setelah semua aman, Raka kembali kembali kamarnya dan merebahkan diri disamping Mala yang sibuk dengan ponselnya.
"Kamu abis dari mana sama Della?"
"Dari beli sesuatu sayang!"
"Beli apaan?" Tanyanya dengan melirik Raka kesamping.
Raka tersenyum ia kemudian merebut ponsel itu dari tangan istrinya lalu meletakkannya diatas meja samping ranjang.
Raka memeluk istrinya sambil melenguh panjang, "ada dehh... Kamu kok kepo banget sih sayang!"
"Siapa yang kepo? Jauh-jauh ihhh kamu belum mandi, sana mandi dulu, kamu bau keringat tau!" Ucap Mala terdengar risih sambil memukul punggung tangan Raka yang melingkar diatas perutnya.
"Bentar sayang! Aku capek mau isi energi dulu!"
"Kamu nihh!"
"Umhh... Aku sayang banget sama kamu!" Ungkap Raka dengan suara serak sambil menenggelamkan wajahnya ke lengan Mala.
__ADS_1
Tak ada istri yang tak luluh mendengar ungkapan seperti itu apalagi dari suaminya sendiri, seolah hatinya berubah tenang, rasa capek juga seperti berangsur-angsur menghilang, Mala tersenyum-senyum mendengar itu sambil menjawab, "Aku juga sayang banget sama kamu!"