
Untuk sesaat Della terdiam, beberapa kali ia mengedipkan matanya. Bahkan sekilas ada senyum di sudut bibirnya.
"Bukan itu pertanyaan aku kak!" Dia balik ke pembahasan semula, dengan berusaha bersikap tenang sambil menekan dadanya yang berdebar-debar.
"Kalau kamu pengen tau, sharelock dulu terus kakak kesitu baru kakak ceritain semuanya!"
Lagi-lagi Della termenung. Entah mengapa dia ragu, takutnya Raka melakukan sesuatu.
"Dell... Kamu dengar kakak nggak sih?"
"Iya-iya kak! Tapi kak Mala ikut kan?" Tanyanya.
"Iya, kakakmu juga ikut!"
Akhirnya Della mengirimkan lokasinya, karena dia fikir jika Mala ikut itu lebih baik, agar tidak ada lagi kesalahpahaman, apalagi jika kakaknya itu datang Della sekalian ingin meminta maaf padanya.
"Oke Dell... Kakak siap-siap dulu!" Ucap Raka.
Setelahnya panggilan langsung terputus, Della berubah gugup saat memikirkan Mala dan Raka yang akan berkunjung ketempatnya.
"Duh... Gimana kalau kak Mala masih marah ya sama aku? Gimana kalau dia nggak ngajak aku ngomong?" Dia terus berfikiran aneh lagi.
__ADS_1
Hampir satu jam Della menunggu akhirnya ada suara motor berhenti didepan kostnya, suara motor itu sudah Della hafal, hingga dengan memasang wajah bahagia ia membuka pintu untuk menyambut kakaknya.
Dia kini berdiri didepan kamarnya, namun senyum itu seketika hilang saat melihat hanya satu orang yang berjalan kearahnya, yahh siapa lagi kalau bukan Raka.
"Hy Dell!" Sapanya.
Dengan wajah datar Della berkata, "Kak Mala mana kak?"
"Ehm... Kamu nggak nyuruh kakakmu ini masuk dulu gitu baru nanya? Ohh iya nihh buat kamu!" Raka membawa sekantong snack dan sebotol minuman dingin dengan ukuran jumbo tanpa menjawab pertanyaan Della dulu.
Della tampak begitu malas menerimanya, "Ya udah kak masuk dulu!"
Saat melangkahkan kakinya Raka menatap sekeliling, dia juga mengangguk pelan, "Kamarmu ternyata lumayan bagus Dell... Pantas aja kamu mau pindah kemari!" Pujinya, dia seperti pura-pura lupa dengan apa yang ia katakan sebelum Della pergi sebelumnya.
Mereka berdua duduk, namun Della sedikit menjaga jarak, "Ya udah kak Raka jawab dulu pertanyaan aku! Kok kak Mala nggak datang? Dia masih marah ya sama aku?"
"Enggak kakakmu udah nggak marah, tadi dia udah siap-siap, malah kita udah izin nggak masuk kerja buat kesini, tapi tiba-tiba bosnya kakak kamu nelfon katanya nggak boleh izin dulu!" Ucap Raka.
"Kak Raka nggak bohong kan?" Della memberinya tatapan curiga.
"Buat apa juga kakak bohong Dell... Ohh iya, minumannya dibuka dong! Kakak haus nihh!" Pintanya.
__ADS_1
Della tanpa fikir panjang langsung melakukannya, dia mengambil 2 gelas untuk mereka lalu membuka snack yang Raka bawa untuk mereka nikmati.
Suasana berubah canggung saat keduanya menikmati cemilan itu, hanya suara kriuk-kriuk yang terdengar mengisi ruangan tersebut.
"Kok kak Raka baru datang hari ini sih?" Della saking Nervousnya langsung bertanya seperti itu.
Sedikit ambigu untuk Raka yang fikirannya kemana-mana.
"Ehm? Jadi kamu berharapnya kakak datang lebih awal ya Dell?"
"Eng-enggak gitu kak! Maksud aku tuh kenapa kak Raka sama kak Mala nggak datang pas awal-awal aku pindah gitulohh!"
"Ohh semenjak kamu pindah, beberapa hari kakakmu demam! Mungkin karena mikirin kamu terus!"
Della kaget mendengarnya, "terus gimana kakak udah nggak kenapa-kenapa kan?"
"Ehm... Kamu tenang aja!"
Della akhirnya bisa bernafas lega, dia kemudian meneguk minuman dingin yang Raka bawa tadi.
Tak lama setelahnya Della merasa kepanasan, untung saja ada kipas yang tersedia, Della berdiri untuk menyalakannya karena kipas tersebut terpasang di sudut ruangan.
__ADS_1
Tapi siapa sangka Raka juga ikut berdiri, Tiba-tiba memeluk Della dari belakang, pelukan itu begitu erat sampai-sampai Della sangat syok dengan perlakuannya.