
Arya di bawa kekantor polisi setelah sadarkan diri, untung saja saat itu Raka meminjam mobil rekan kerjanya di kantor sehingga ia tak harus membonceng Della.
Dua mobil menuju ke kantor polisi, Yang satunya adalah mobil yang ditumpangi Antoni dan Arya, Terlihat Raka masih begitu mencemaskan Della yang kini duduk di sampingnya.
"Dell... Kamu tarik nafas yang dalam, terus keluarin! Nggak usah terlalu di fikirin lagi, serahin semuanya sama kakak!"
"Aku... Aku masih takut kak!"
Raka meraih tangan Della yang bertaut dia menggenggamnya erat, "Tenang aja Dell....percaya sama kakak dan juga teman kakak itu orangnya bisa diandelin, kakak yakin kok Arya brand*lan itu bakal dapat hukuman yang pantas untuk dia!"
Della menundukkan pandangannya, ia melihat pahanya yang tak terbungkus kain sehelai pun, tanpa sadar air matanya terjatuh.
"Dell... Kamu kok nangis? Ada apa? apa ada yang sakit? please jangan buat kakak takut dong Dell...."
"Ini emang salah aku kak! Aku yang mudah banget percaya sama orang! Aku nggak pernah dengerin saran kak Raka! Makanya aku kayak gini sekarang! Aku nyesel kak!"
Raka menghela nafasnya berat, "Udah! Makanya lain kali kamu harus pintar-pintar pilih teman, bukan dari tampangnya aja yang kamu lihat, tapi sikapnya, perilakunya kayak gimana sama kamu! Jaman sekarang itu manusia banyak yang bermuka dua Dell... Makanya kakak bilang kekamu kayak gini!"
"Aku kira Arya itu orangnya baik! Tapi... Hikss... Hikss... " Tangisnya langsung pecah sejadi-jadinya hingga ucapannya terputus.
Raka lalu berhenti dipinggir jalan dan membiarkan gadis itu menangis dengan keras, ia mengusap air matanya, lalu mengelus rambut Della agar gadis itu sedikit tenang.
Ia menangis sesegukan, matanya sedikit membengkak, "Udah kak! Kita kekantor polisi aja!"
"Kamu yakin?"
Della menganggukkan kepalanya, mobil kembali melaju, tapi kemudian Raka berhenti disebuah toko baju, "kok berhenti kak?"
"Kamu tunggu di sini yah! kakak mau masuk ke toko itu! Kakak tau kamu pasti nggak nyaman sama yang kamu kenakan sekarang kan?"
__ADS_1
Jujur saja Della memang tak nyaman, bahkan ia tak bisa leluasa saat bergerak.
"Nggak usah kak!"
"Nggak usah gimana? kamu mau pas di kantor polisi banyak yang lihat-lihat paha kamu? enggak kan?"
Della tertunduk sembari menggelengkan kepalanya.
"Yaudah kamu tunggu kakak di sini, jangan ke mana-mana!" tegasnya.
Raka keluar dari mobil, Della hanya melihatnya memilih pakaian, Perlahan-lahan ia mulai merasa tenang ketika Raka kembali begitu cepat kembali lalu memberikan kantong plastik hitam besar padanya.
"Cepetan kamu pake!" Suruhnya.
Tanpa diduga, 1 set pakaian sudah ada didalam kantong termasuk pakaian dalam.
"A-aku pakai disini kak?"
Raka keluar dari mobil dan membiarkan Della memakai pakaiannya didalam mobil, setelah selesai barulah dia masuk.
"Pas! Kok kak Raka bisa tau semua ukuran aku sih? Nggk ada yang kekecilan dan nggak ada juga yang longgar!"
"Mata kakak ini masih bagus, dari jauh aja kakak udah bisa tebak ukuran badannya orang, jadi sekarang apa kamu udah siap kekantor polisi?"
"Okee siap!"
Mobil melaju lagi, beberapa kali Della menarik nafas dalam-dalam sebab ini pertama kali baginya akan menginjakkan kaki di kantor polisi dan ia adalah korbannya.
"Ohh iya, kak Raka belum kasih tau kak Mala kan?"
__ADS_1
"Ahh lupa, kakak belum kasih tau!"
"Baguslah, aku emang nggak mau kasih tau kak Mala kak! Jadi please biarin ini jadi rahasia kita berdua aja!" Pintanya.
"Tapi Dell... Lebih bagus lagi kalau kakakmu tau semua ini, biar.... "
"Enggak! Enggak! Aku nggak mau kak Mala sampai syok gara-gara kejadian ini, aku juga nggak mau kalau mama aku dikampung tau, aku takut mereka cemas karena aku yang bodoh!" Lirihnya lagi.
"Ya udah! Kakak janji nggak bakal kasih tau kakak kamu!"
"Janji ya kak, awas lohh kecoplosan!"
"Mulut kakak ini aman kok! Kamu bisa jamin! Di suruh jaga rahasia apapun pasti nggak bakal bocor rahasiamu! Jadi kamu tenang aja!"
"Oke dehh... Amanlah kalau gitu kak!"
Suasana tiba-tiba hening, tak ada dari mereka berdua yang mau bersuara lagi, Namun ada satu hal yang tiba-tiba terpikirkan oleh Della, dia menatap Raka yang tengah menyetir.
"Kak Raka! Aku mau tanya sesuatu sama kakak!"
"Hmm? Tanya apa Dell?"
"Kok... Kak Raka bisa tau kalau aku ada di tempatnya Arya? Aku juga baru pertama kesitu tapi kak Raka tiba-tiba nongol nolongin aku tadi!"
Raka seketika terdiam, sangat terlihat jelas kalau dia sedang gugup sekarang.
"Kak! Kok diam sih? Kakak nggak sembunyiin apa-apa dari Della kan?"
Raka tetap memilih diam hingga Della cemberut karena tak mendapat respon darinya.
__ADS_1
"Ya udah kalau kak Raka nggak mau bilang!"