Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 62 : Obat dari Raka


__ADS_3

Della menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak tau maksud Daniel.


"Hah? Emang kamu lihat aku lagi sakit?"


Wajah Daniel masih terlihat menerka-nerka dia sampai memperhatikan Della dengan seksama.


"Yakin?"


"Ya-ya iyalah Niel... Emang kenapa sih? Aku kayak orang aneh ya?" Gagapnya.


"Enggak sih, cuman nanya doang! Ohh iya, tadi aku ketemu kakak iparmu dijalan, dia abis dari sini ya?"


Seketika Della bertambah panik, bola matanya mengeliling, dia mencoba mencari alasan agar mulutnya tak salah bicara.


"Dell... Kok dia sih?" Tanya Daniel.


"Ehm... Iya, dia abis dari sini!"


"Ngapain?"


"Ehm... Itu, dia bawain aku beras sama beberapa cemilan!" Jawabnya cepat.

__ADS_1


Daniel tau kalau Della menyembunyikan sesuatu darinya tapi ia sadar, Dia siapa jika ingin bertanya lebih lanjut. Menyukai Della secara diam-diam saja sudah membuatnya bahagia karena bisa terus dekat dengannya, meskipun terkadang ia tak bisa membohongi perasaannya kalau dia cemburu melihat kedekatan Della dengan kakak iparnya.


Daniel takut jika mengungkapkan perasaannya diwaktu yang salah hanya akan membuat hubungan pertemanan mereka jadi hancur dan ujung-ujungnya jadi asing, dia tak mau itu terjadi, sebab berada di samping orang yang kita sayang seolah-olah memberi kita energi untuk menjalani hidup.


Daniel hanya mengangguk pelan, sembari terduduk ia terus menatap Della yang terlihat sangat canggung setiap kali bergerak


.


"Kamu yakin nggakpapa kan Dell?"


"Ha? Enggak kok! Emang kenapa sih? Muka aku kelihatan aneh banget ya?"


"Hm... Nggak kok ngakpapa!" Elaknya.


Kedua mata Daniel terus mengeliling seolah mencari-cari apa yang membuatnya penasaran tapi dia sama sekali tak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


"Dehh aku kesini mau nanya kok kamu akhir-akhir ini jarang masuk kuliah sih, chat aku juga nggak dibalas, telfon aku nggak di angkat emang sesibuk itu ya?"


"Aku nggak sibuk, cuman kayak malas aja bicara sama orang!"


"Tapi setidaknya angkat aja dulu Dell... Kan aku juga bukan mau basa-basi bicara omong kosong sama kamu! Tapi aku tuh.... "

__ADS_1


"Iya aku tau... Maaf yah!" Potongnya.


Daniel langsung tak bisa bicara lagi, dia takut Della jadi risih karena ucapannya.


"Ya udah besok-besok kamu nggak boleh gitu lagi, kamu harus ingat kuliah itu nggak gratis loh Dell... Terus kamu juga jangan lupa absen 3 kali di 1 mata kuliah tuhh nilai kita udah nggak bagus lagi!"


"Iya Daniel... Kamu kok udah kayak mama aku sih? Oke... Besok-besok aku bakal rajin masuk kok!" Jawabnya dengan ekspresi malas.


Daniel menghela nafasnya, "Ya udah kalau gitu aku pamit yah... Kayaknya kamu juga malas bicara sama aku! Semoga sehat-sehat terus ya Dell... Jalan kita masih panjang soalnya!" Ucap Daniel mengingatkan.


Della tak menjawabnya, dia hanya memutar bola matanya dengan malas. Daniel berdiri seraya mengambil tas punggungnya dia berjalan menuju pintu.


Dan di saat itu Raka datang, kedua pria itu sama-sama membuka pintunya secara bersamaan, Raka kaget hingga obat kontrasepsi yang ada ditangannya terjatuh tepat didepan Daniel.


Della kaget, matanya melotot saat menyaksikan itu semua.


Daniel hendak memungut, tubuhnya sudah setengah berjongkok tapi dengan cepat Raka menginjak obat itu hingga nama dari obatnya tertutupi oleh telapak kakinya.


"Nggak usah diambil!" Ucap Raka dingin.


Daniel kembali berdiri tegak, Raka buru-buru mengambil obat tersebut sebelum Daniel melihat merek dari obat itu.

__ADS_1


Sementara Della yang panik tak bisa berkata-kata, tangannya bahkan bergetar, mulutnya keluh untuk sekedar berucap 1 kata.


Daniel melirik kearah Della, dia sepertinya mengetahui sesuatu sekarang.


__ADS_2