
Della terkejut mendengar suara tamparan kakaknya yang begitu keras, dia menyeka air matanya yang tak bisa berhenti mengalir.
Bahkan dia merasa malu dan menyesal sekarang, tapi nasi sudah jadi bubur. Sebelum ia jujur pada kakaknya ternyata Mala sudah mengetahuinya lebih dulu.
"Atas dasar apa kamu nyalahin aku? Atas dasar apa?!!" Kata Mala dengan keras.
Raka memegang pipinya yang terasa memanas karena bekas telapak tangan Mala yang meninggalkan bekas memerah.
Dia juga emosi sekarang, "beraninya kamu nampar aku?! Kamu lupa kalau aku ini suami kamu?"
"Emannya kenapa? Saat kamu lakuin hal kotor sama Della emang kamu ingat kalau kamu itu udah punya istri? Udah mau punya anak? Otak tuh di pake bukannya mikirin hal-hal negatif terus!" Tutur Mala.
"Ya aku kan udah minta maaf! Terus kenapa kamu nampar aku lagi?"
"Itu belum apa-apa sama apa yang kamu lakuin ke aku! Rasa sakit yang aku rasain belum setimpal sama apa yang kamu rasain sekarang, terus kamu masih sempat-sempatnya masih mau nyalahin aku?"
"Asal kamu tau, aku lakuin itu karena kamu nggak mau turutin permintaan aku! Kamu selalu bilangnya lagi hamil, nggak mau disentuh-sentuh, padahal aku lagi pengen... Harusnya kamu ngertiiin aku dong, bukan cuman kamu doang yang mau dingertiin!"
__ADS_1
"Tapi kamu setuju-setuju aja kan pas kita pertama kali bicarain ituitu! Ahh udahlah... Bilang aja kamu emang cuman cari-cari kesalahan aku aja!"
"Bukannya mau cari kesalahan, tapi itu emang faktanya... Padahal wanita meskipun hamil itu masih bisa berhubungan suami istri tapi kamunya aja yang nggak mau!"
"Tapi bukan dengan cara berc*nta sama adik kandung aku juga br*ngsek! Kamu nggak mikir kalau dia itu berhubungan darah sama aku? Kamu nggak tau caranya bersabar? Lagian aku kan biasa melayani kamu meskipun uda jarang! Tapi apa? Kamu malah cari tempat pelampiasan nafsumu di oranglain!" Geram Mala.
Raka seketika tak bisa berkutik lagi.
Dia mengacak rambutnya kemudian menatap Mala lagi, "Iya, aku tau aku salah... Terus mau kamu apa sekarang?!"
"Aku mau kita pisah! Dan jangan harap kamu bakalan lihat aku dan anak kita nanti!"
"Udah lama aku sabar hadapin kelakuan kalian berdua! Kamu kira aku nggak mikir dulu sebelum ambil keputusan ini? Pokoknya aku mau pisah! Kamu bisa beresin barang-barang kamu sekarang juga!!!" Tegasnya.
Raka hanya bisa melongo, dia tak habis fikir dengan ucapan istrinya sendiri, "Kamu ngusir aku?"
Mala terdiam, sambil memegangi perutnya dia memalingkan wajahnya dari Raka.
__ADS_1
"Oke... Aku bakalan beresin semua barang aku! Itu kan yang kamu mau!" Dia bergegas pergi menuju kamar.
BRAK!!!
Tak lama kemudian dia keluar dengan sebuah koper yang terisi penuh dengan pakaiannya sambil membanting pintu dengan kasar sampai-sampai Mala dibuat terkejut dengan suaranya.
"Aku bakalan pergi dari sini! Aku mau lihat sampai kapan kamu bisa tahan kalau ngga ama aku!" Katanya.
Mala tetap diam, dia hanya menatap datar Raka yang menarik kopernya keluar dari pintu seraya mengelus perutnya yang terasa sakit lagi, tapi dia menyembunyikan rasa sakit itu dari Raka dan Della.
Saat Raka keluar dari pintu, Hati Mala rasanya sangat sakit, air mata yang semula sudah mengering kini mengalir lagi.
Namun dengan cepat ia menyekanya, dia tak mau tampak menyedihkan lagi di hadapan Della.
Apalagi ketika suara motornya terdengar
meninggalkan rumahnya, suara itu perlahan-lahan menjauh dan semakin hilang dari pendengarannya.
__ADS_1
Hati Mala seperti teriris benda tajam, perbuatan Raka tak bisa dibenarkan dan sangat sulit bagi Mala memaafkannya.