Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 58 : Cemburu


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Della langsung berubah drastis. Dia jadi malas untuk datang tepat waktu ke kampusnya, bahkan Daniel ia cuekin. Hal itu membuat Daniel merasa aneh dan bertanya-tanya dimana letak kesalahannya.


Della juga jadi sering merindukan Raka padahal ini sudah 3 minggu setelah hari itu.


Della seperti terhanyut akan sentuhan Raka dan ingin disentuh lagi, sesaat ia selalu lupa diri kalau yang ia rindukan itu masihlah berstatus kakak iparnya.


Harusnya hari ini ia masuk pagi, beberapa panggilan tak terjawab dari Daniel dilayar ponselnya namun hanya di pandang malas oleh Della.


Bahkan Daniel ke kostnya Della untuk menjemputnya tapi dia sengaja tak membuka pintu ketika Daniel mengetuk beberapa kali.


"Apa kak Raka udah lupain aku ya?" Gumamnya pada diri sendiri.


Yang ia tunggu sebenarnya adalah pesan dari Raka, sudah 3 minggu ini pria itu tak mengabarinya sama sekali seolah-olah dia sudah melupakan Della setelah ia merengut mahkotanya.


"Ahh nggak mungkin!" Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Tok... Tok... Tok....


Lagi-lagi pintunya diketuk tapi Della sama sekali tak punya niat untuk membukanya, dari rauk wajahnya saja sudah sangat malas untuk bergerak.

__ADS_1


"Dell... Kamu ada didalam nggak? Kakak datang nih!" Tiba-tiba matanya melebar, dia hafal betul suara itu, suara yang ia rindukan beberapa minggu ini.


Dengan gerakan cepat Della bangkit dari kasurnya untuk segera membuka pintu, dia begitu bersemangat tapi sebelum itu tak lupa ia bercermin untuk memastikan kalau tidak ada yang aneh di wajahnya.


Klekkk...


Pintu terbuka lebar, "ahh kak.... " Ucapnya antusias dengan tersenyum lebar, namun seketika senyum itu berubah datar saat melihat sosok perempuan di belakang Raka.


"Kak! Kak Mala.... "


Seketika Della berubah gugup, Mala yang tampak sedih langsung memeluk adiknya, "huhu Dell... Kakak Rindu!" Ucap Mala.


Della berusaha bersikap tenang lebih dulu, memandang Raka tidak akan mendapat solusi, "Della juga Rindu kak! Kakak kenapa baru datang sekarang?" Jawabnya barulah membalas pelukan kakaknya.


Della meneteskan air mata, begitu pun Mala. Kakak beradik itu melepas rindunya masing-masing.


Melihat dua perempuan itu, entah kenapa Raka seolah-olah merasa puas karena bisa mendapatkan keduanya sekaligus.


"Udah dong! Gimana kalau kita masuk dulu!" Seka Raka mengelus pundak istrinya agar tenang.

__ADS_1


"Iya kak! Kita masuk dulu!" Ajak Della setelah melepas pelukannya.


Mereka bertiga kemudian masuk, Della duduk di samping Mala sementara Raka seperti memberi jarak di antara mereka.


Sekilas Della memperhatikan perut kakaknya, "perut kakak udah mulai agak kelihatan yah!"


"Belum terlalu sih Dell... Palingan beberapa minggu lagi perut kakak udah mulai buncit hehe... " Kata Mala dengan cengengesan didepan adiknya sambil mengelus perutnya.


"Kamu mau pegang nggak?" Tawar Mala.


Della mengangguk seperti anak kecil, dia lalu menyentuh perut kakaknya, "Baru kali ini loh kak aku pegang perut orang hamil, ternyata kayak gini rasanya!" Dengan girangnya Della berucap seperti itu.


"Aku juga mau elus-elus dong!" Raka yang melihatnya lantas ingin menyentuhnya juga, Della mengernyitkan alis saat menyendengarnya.


"Ngapain sih sayang, tiap malam juga kamu elus-elus terus kan?" Tukas Mala.


Tiba-tiba Della mulai merasa tak nyaman, perkataan kakaknya itu seperti perusak mood baginya, yahh... Dia cemburu.


"Ya kan nggakpapa kalau aku mau pegang juga!" Raka mendekat dan bersiap menyentuh perut Mala, tiba-tiba Della menarik tangannya dengan cepat bahkan membuat pasangan suami istri itu kaget.

__ADS_1


"Ehm... Aku mau ke kamar mandi dulu ya kak!" Alasannya dengan cepat berdiri lalu keluar dari kamar kostnya sambil menekan kuat dadanya yang terasa sesak.


__ADS_2