
Tiba-tiba Raka melepaskan pelukannya, ia tidur telentang menatap langit-langit kamar disamping Mala, ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskanya.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Mala pada Raka.
"Dadaku sakit sayang! Kayak aku juga sesak nafas dehh!"
Seketika Mala kaget dan langsung terduduk sambil memegang dada Raka, "Kamu serius? Parah nggak? Apa kita pergi ke puskesmas aja!"
"Nggak usah sayang, kayaknya aku sesak nafas karena separuh nafasku ada di kamu!" Gombal Raka.
Mala melongo sebentar, plakk.... Ia memukul dada suaminya sambil berkata, "Ya ampun Raka, kamu nih bikin takut aja tau nggak, kirain kamu sakit beneran!" Decak Mala sambil.
"Hmm... Udah panggil nama nihh bukan sayang lagi? Oke... Aku ngerti kok kamu udah nggak sayang lagi sama aku kan?"
"Apaan sih, sayanglahh.... Kamu nih, kita kan udah bukan remaja lagi sayang yang ditanya terus kamu sayang nggak? Kamu sayang nggak sama aku?"
"Jadi kamu nggak suka di tanya kayak gitu?" Raka komplen.
"Ya suka tapi kan.... "
"Halah... Terus kenapa kamu bilang kayak gitu?" Timpal Raka ikut duduk dan kini mereka berdua berhadapan.
"Lohh kok jadi gini sih? Kayaknya kamu mau cari ribut ya?"
"Siapa yang cari ribut? Aku cuman tanya kamu sayang nggak sama aku? Tinggal jawab apa susahnya? Kamu malah bikin ribet, padahal pertanyaanku nggak susah kok jawabnya!" Raka tiba-tiba marah.
__ADS_1
Mendengar hal itu Mala sepertinya terluka, dilihat dari caranya memandang Raka dia seperti ingin menangis, ia kemudian memalingkan wajahnya.
"Aku jadi malas kalau kamu kayak gini!" Raka beringsut meninggalkan ranjang lalu keluar dengan membawa handuk.
Dalam kamar itu, Mala meneteskan air matanya, padahal itu hanyalah masalah sepeleh tapi melihat Raka yang marah padanya untuk pertama kalinya itu membuat hatinya seperti teriris.
"Apa dia punya masalah di luar terus lampiasin ke aku? Tapi kenapa masalahnya harus dibawa pulang? Huhu.... " Gumam Mala sembari mengusap air matanya.
Mala kemudian rebahan diatas kasurnya, dia memejamkan matanya tanpa sadar air matanya mengalir lagi.
Beberapa saat terdengar suara pintu di buka, Mala memiringkan badan membelakangi pintu, dia tau itu Raka yang selesai mandi dan hendak mengambil baju dalam lemari.
Dia sama sekali tak bicara pada Mala, hingga Mala fikir Raka benar-benar marah karena masalah tadi. Ia sesegukan berusaha menahan tangisnya alhasil dadanya malah sesak.
Raka keluar dari kamar, dia kemudian duduk sejenak di ruang tamu sembari mengirim pesan pada Della.
"Harusnya aku yang tanya kayak gitu kak, gimana? Kak Mala nggak curiga kan?" Timpal Della dari balasan pesannya.
"Ohh jelas, kamu meragukan acting kakakmu ini ya?"
"Heheh oke dehh, kita tinggal tungguin kak Mala tidur dulu kan? Terus tengah malam baru surprisein?"
"Iyaaa!" Jawab Raka.
Krek...
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka, rupanya Mala keluar dari kamar berjalan kearah kamar mandi, Raka sama sekali tak melirik sedikitpun dia juga tak menegur istrinya.
Setelah kembali dari kamar mandi pun begitu, hingga Mala masuk kedalam kamar, namun langkahnya terhenti kemudian keluar lagi.
Dia mengatur nafas dengan mata sedikit sembab, tapi itu semua tidak terlihat jelas karena sepertinya Mala baru saja mencuci mukanya.
"Kamu belum mau tidur?" Tanya Mala sambil menahan tangisnya dan berusaha keras agar suaranya tidak bergetar seperti orang yang baru saja meneteskan air mata.
"Enggak!" Jawab Raka ketus.
"Kalau gitu aku tidur duluan ya sayang!" Dia tetap tegar dengan mengucapkan hal itu.
"Oke!" Lagi-lagi dijawab singkat oleh Raka membuat Mala ingin menangis lagi.
Setelah terdengar pintu kembali tertutup, tak cukup dua puluh menitan kemudian Raka berjalan mengendap-endap menuju kamar Della.
Gadis itu ternyata tengah rebahan diatas ranjangnya dengan hanya memakai celana pendek dan ketat dengan kaos oversize sambil menggerai rambutnya.
"Dell.... " Panggil Raka dengan suara berbisik, dan langsung masuk begitu saia tanpa mengetuk pintu kamar Della.
Della yang tampak syok segera terduduk dan langsung mengambil bantal menutupi pahanya yang sedikit terekspos.
"Kak Raka ngapain kesini? Kan ini baru jam 10an kak! Masih ada 1 jam lebih lohh baru ngasih surprise ke kak Mala!"
"Ushhh.... " Raka menempelkan jari telunjuknya dibibir, "jangan keras-keras gimana kalau kakak kamu bangun?"
__ADS_1
"Tapi kan..."
Seketika ucapan Della terhenti saat jari Telunjuk Raka kini menempel di bibirnya, "Kakak bilang jangan berisik Dell!" Ucap Raka sambil menatap kedua manik mata Della, otomatis mereka saling bertatapan untuk beberapa saat.