
Mala mendengus kasar, dia kemudian berdiri, "Udahlah... Aku capek, mau mandi!"
"Okelah, kamu mandi aja! Aku mau pesen makanan yah... Dari tadi aku lapar nungguin kamu, terus tadi pagi juga aku makannya mie instan doang karena kamunya nggak masakin sesuatu buat aku!" Keluh Raka pada Mala.
"Terserah!" Jawabnya dingin.
Dia lalu berjalan pergi meninggalkan Raka diruang tamu, begitu emosi sampai Mala ingin menutup pintu kamar dengan kasar tapi dia tak jadi melakukannya, takut pintunya jadi rusak.
Lagian dia tak mau melampiaskan amarahnya pada sesuatu yang tak bersalah, dia hanya ingin menghukum pasangan pezina yang ia dapati bercinta di rumahnya.
Tapi belum saatnya Mala membongkar semua itu.
...***...
Berbeda dengan Mala dan Raka, seharian ini Della hanya rebahan di kamarnya saja. Bahkan dia hanya mandi satu kali hari ini itupun menjelang sore.
Rasanya sangat malas untuk melakukan sesuatu, dia kemudian membuka whatsappnya dan melihat Daniel mengupload foto cewek, seketika Della merasa tak nyaman melihatnya.
Dia bertambah badmood karena itu, "Ohh jadi udah punya pawang makanya nggak chat aku lagi?" Gumamnya.
Pada akhirnya Della menjauhkan ponsel itu darinya, dia kemudian mendengar suara motor berhenti di depan kamarnya, dia fikir itu Daniel.
Della langsung bersemangat dan berjalan cepat untuk mengeceknya tapi nihil ternyata itu bukan Daniel namun tamu tetangga kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa sekarang aku jadi merasa makin kesepian sih? Kak Mala udah berubah, Daniel juga udah nggak kayak dulu!" Ungkapnya dengan perasaan kecewa.
Dia kembali rebahan, memegang lagi ponselnya. Ia hendak mengirim pesan pada Daniel, meskipun awalnya ragu tapi dia tetap mengirim pesan padanya.
"Tess!" Pesan Della.
Pesan itu tercentang dua, Della kemudian bergumam, "Dia aktif, apa aku telfon aja kali yah! Tapi aku mau bicarain apa? Ahh bingung!"
Dia gugup, termenung sebentar seraya
Memikirkannya, "ohh bahas soal jadwal kuliah aja kali ya!"
Della lalu menelfon Daniel tapi siapa sangka chatnya memang bercentang dua tapi telfonan itu tak berdering, itu tandanya apa? Della sangat
Wajahnya langsung berubah datar, "Kayaknya lagi telfonan sama yang lain, mungkin cewek yang tadi!" 🥳Batinnya.
"Ahh aku mau telfon siapa lagi? Bosan banget kayak gini! Apa telfon kak Raka aja? Tapi kak Raka lagi nggak baikan sama kak Mala, takutnya yang angkat telfon aku malah kak Mala lagi! Enggak ahh!"
Memang, selama ini Della tak pernah lebih dulu menelfon Raka, melainkan kakak iparnya lah yang lebih duluan.
"Mending tidur ajalah!"
Tok... Tok... Tok....
__ADS_1
Saat ia pasrah akan rasa sepinya itu, ketukan pintu membuat matanya melebar dan bertanya-tanya siapa yang datang bertamu semalam ini?
"Siapa?" Teriak Della.
Tak ada jawaban, Della mulai takut. Fikirannya kemana-mana, "Apa itu kak Raka? Atau Daniel? Atau perampok? Ahh ya ampun!"
"Siapa diluar?" Teriaknya sekali lagi.
Lagi-lagi Della tak mendapat respon sama sekali, dia kemudian berjalan pelan mendekati jendela dan mengintip orang yang ada di luar.
"Dia siapa?" Della kaget saat melihat sesosok wanita berdiri didepan pintu kamarnya.
Tok... Tok... Tok....
Pintunya di ketuk lagi, Barulah Della membuka pintu, "Iya... Cari siapa kak?" Tanyanya dengan sopan.
Wanita itu tampak linglung, tapi pakaiannya sedikit terbuka dan ketat, bahkan belahan dadanya sedikit terlihat, dia sangat seksi dan montok.
Mata Della sampai memperhatikannya dari atas kebawah, hampir saja ia insecure dan membandingkan dirinya yang tak seperti perempuan didepannya itu.
Wanita itu terdiam saat Della bertanya tadi, sepertinya ia juga memperhatikan Della dengan seksama.
"Raka ada di sini nggak?" Tanyanya langsung tanpa basa-basi lagi.
__ADS_1
Della mengerutkan alisnya, siapa sangka malam-malam begini seorang wanita seksi datang kedepan pintu kosnya hanya untuk mempertanyakan keberadaan Raka.