
Dengan cepat Raka menatap Mala lalu berkata, "Sayang, perutku tiba-tiba muless aku ke toilet dulu yah!" Belum sempat Mala menjawabnya dia sudah lari terbirit-birit ke toilet yang ada di sudut ruangan itu.
Dia juga menutup setengahnya dengan tangan saat Elisa sudah berjalan masuk menghampiri Mala, dia sejenak melirik Sosok Raka dari belakang, tapi sebelum ia berhasil melihat wajah Raka, pria itu sudah menutup pintu toilet dengan cepat.
"Gimana hasil pemeriksaannya?Positif kan?" Tanya Mala pada Elisa.
"Iya!" Jawabnya tapi dengan wajah memelas.
"Wahh selamat, tapi Kok kelihatan nggak bahagia gitu sih? Harusnya bahagia dong... Kan udah di kasih momongan, banyak lohh wanita diluaran sana yang pengen hamil tapi belum di kasi kesempatan buat cepet punya anak!" Tutur Mala.
"Aku nggak tau harus gimana mbak! Sebenarnya aku belum nikah!"
Mala langsung menganga mendengarnya, dari awal Mala memang sempat memperhatikan jemari Elisa yang mengaku sudah bersuami tapi tak ada cincin pernikahan dijari manisnya.
"Jadi kamu hamil diluar nikah?" Tanyanya dengan nada berbisik.
Elisa mengiyakan pertanyaan itu, "terus ayah dari anak kamu dimana?"
"Aku nggak tau mbak! Dia ngilang gitu aja!"
"Dia udah tau kalau kamu hamil?"
"Kayaknya enggak! Aku belum tanya dia! Dan sekarang aku bingung. Semua sosmedku udah di blokir jadinya aku nggak bisa hubungin dia mbak! Duhh jadi curhat kan! Heheh maaf ya mbak!"
Mata Elisa berkaca-kaca sambil menceritakan itu semua.
"Nggakpapa mbak! Jadi sekarang gimana?"
"Aku nggak tau lagi mbak! Mungkin mau cari dia lagi terus minta pertanggungjawabannya aja!"
__ADS_1
"Kamu nggak tau rumah atau tempat kerjanya?"
Elisa menggeleng, "Sebenarnya aku ketemu dia di salah satu cafe mbak, terus dia bilangnya single tapi ternyata udah punya istri!"
"Kamu tau darimana kalau dia udah punya istri?"
"Aku ketemu adik iparnya!"
Elisa menceritakan semua pada Mala, tanpa menyebutkan namanya, saat bercerita dia tak sadar sampai meneteskan air mata dihadapannya.
Mala merasa bingung juga harus bagaimana, dia tak tau harus memberi saran apa, sebab Elisa juga salah karena berbuat sebelum menikah dan akhirnya hamil.
"Kalau pacar kamu nggak tanggung jawab gimana?" Seketika pertanyaan itu membuat Elisa terdiam namun kemudian menggeleng, "Aku... Aku nggak tau harus gimana mbak!"
"Yang jelas kamu harus cari pacarmu dulu! Terus kasi tau dia kalau kamu hamil, siapa tau dia bakalan berubah dan mau bertanggung jawab!" Kata Mala.
"Semoga aja! Ohh iya mbak, Yang tadi masuk toilet itu suami mbak ya?" Tanya Elisa yang baru tersadar sudah sangat lama rasanya ia duduk disana tapi Raka belum keluar juga.
"Iya!"
Mala langsung menatap pintu toilet, "Sayang... Perutmu masih sakit apa gimana? Ini udah hampir setengah jam loh!"
"Tunggu, bentar lagi selesai kok sayang!" Jawab Raka dengan suara yang disamarkan agar Elisa tak mengenali suaranya.
"Ohh!" Balas Mala
"Dia emang gitu! Suka kelamaan di dalam kamar mandi! Nggak tau buat apaan sampai selama itu!" Kata Mala pada Elisa.
"Hahah ya ampun! Ohh ya mbak aku mau pamit pulang, lagian udah ada suami mbak juga yang nemenin!"
__ADS_1
"Iya...Makasih ya, kamu hati-hati dijalan! Semoga kita ketemu lagi di lain waktu!"
"Iya mbak!"
Elisa keluar dari kamar tersebut, Raka yang kini masih berjongkok diatas kloset malah berkeringat dingin.
Ada terbersit rasa takut dari wajahnya, bukan tanpa sebab ia begitu. Pasalnya semua pembicaraan Mala dan Elisa tadi didengar jelas oleh Raka, termasuk kehamilan Elisa
Nyalinya sampai menciut untuk keluar dari toilet itu dan takut untuk menatap Mala.
"Kok bisa sih? Padahal aku cuman sekali aja tidur sama dia tapi kenapa bisa langsung hamil? Enggak! Ini nggak mungkin itu pasti bukan anak aku! Pasti dia udah dicocol sana sini sama cowok lain terus fitnah aku! Dasar wanita sial*n!" Umpatnya.
Dia barulah keluar dari toilet kemudian disambut tatapan sinis dari Mala, "Lama amat! Kamu beneran pup atau gimana?"
"Namanya juga orang sakit perut sayang... Ya harus di keluarin dulu semuanya, nihh kamu lihat sendiri kan aku sampai keringetan gara-gara sakit perut!"
Mala hanya memutar bola matanya dengan malas.
Trink...
Sebuah pesan masuk dari ponsel Raka, dia segera membukanya dan itu dari Della, "Ehm... katanya Della udah ada diluar! Aku keluar jemput dia yah!" Ucapnya dengan suara pelan.
"Terserah kamu!"
Mendengar jawaban itu, Raka langsung bergegas dengan gembira keluar dari ruangan dan berjalan cepat untuk menjemput Della.
Saat keduanya bertemu, Raka melihat wajah Della yang penuh kecemasan, dia lalu bertanya pada Raka, "Kakakku dimana sekarang?"
"Dia ada didalam! Ayo kita masuk!"
__ADS_1
Mereka lalu berjalan bersama-sama, tiba-tiba Elisa yang masih duduk di kursi tunggu malah melihat Raka dan Della.
Segera ia menghampiri kedua orang itu.