Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 41 : Terheran-heran


__ADS_3

Della memijit pelipisnya, lalu menatap Raka dengan begitu serius, "Kakak harusnya lebih paham soal hubungan kan? Apalagi kak Raka udah nikah, tapi kenapa sikap kakak malah kayak remaja yang belum pubertas? Malah aku merasa lebih paham sekarang!"


Alis Raka bertaut, dia mulai merasa tersinggung, "Maksud kamu apa ya Dell? Kamu mau bilang kalau fikiran kakak belum dewasa gitu?"


"Itu kakak paham!"


"Wahh... Kamu benar-benar ya Dell... Padahal kakak udah bilang kakak nggak tau kenapa kakak bisa sayang banget sama kamu! Kamu kan tau sendiri cinta bisa tumbuh tanpa disadari, dan cinta itu ada kadang berawal dari rasa nyaman dan itu kakak dapat semenjak kamu tinggal bareng kakak di rumah ini!"


"Itu nggak mungkin kak!"


"Apanya yang nggak mungkin? Dan kita juga udah pernah ciuman, apa kamu anggap berciuman sama adik ipar itu wajar? Ya enggaklah Dell... Kamu jangan sok polos lahh!" Raka tersulut emosinya.


"Jadi kakak mau nyalahin aku gitu karena mau aja di cium? Heh... Kak Raka lohh sebenarnya yang selalu tiba-tiba cium Della!"


"Ahh udahlah Dell kakak malas berdebat sama kamu! Kamu benar-benar jahat karena buat kakak jadi kayak gini!" Tatapannya begitu sayu lalu berjongkok memungut gelang yang dilempar Della tadi

__ADS_1


Della sempat termenung saat melihat Raka, melihat punggung lelaki itu tiba-tiba ia merasa iba.


"Aku benar-benar minta maaf kak! Aku.... "


Pufhhh.... Hahaha.... Ahahahha.....


Ucapan Della terhenti ketika Raka tiba-tiba tertawa terbahak-bahak hingga suaranya sampai ke kuping Mala yang tadinya terlelap malah terbangun karena suara tawanya.


Della terheran-heran, dia mengerutkan keningnya, "kenapa malah ketawa kak? Emang ada yang lucu?"


Raka yang tadinya berjongkok kini sudah berdiri dengan gagah lagi didepan gadis itu, "Della... Della, kamu ini emang bikin kakak gemes terus sih? Yang tadi itu cuma Prank Dell... Cuma Prank! Masa kamu percaya sih sama omongan nggak masuk akal kakak tadi!" Tutur Raka berhasil membuat Della terperangah sepenuhnya.


"Hmm... Kamu berharap itu kenyataan ya? Hayo... Siapa yang berharap!" Ledek Raka sambil masih tertawa kecil.


'Iih enggaklah kak malah aku lega karena tadi kakak tuhh udah kayak serius banget gitu lohh, sampai-sampai Della takut kalau itu beneran!"

__ADS_1


"Heheh nggaklah Dell kakak tuh tipe orang yang setialohh apalagi sama kakakmu, 1 istri cukup lah... Kalau nambah 1 lagi enaknya doang yang didapat tapi tanggungjawabnya itulohh yang nggak nanggung-nanggung Dell, bikin pusing!"


Della menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara pelan, "Iya deh si paling setia dan jago acting sampe-sampe aku dibuat pusing terus salah paham jug! Pokok ya acting kakak the best lahh, harusnya kakak juga ikut lomba casting siapa tau menang, tapi aku yakin kak Raka menang sihh udah patut di kasi penghargaan juga!" Puji Della dengan sedikit memberi sindirian namun Raka tak menyadarinya.


"Kamu nihh ada-ada aja, mana ada menang? Menangin hati kamu aja aku nggak bisa kok!" Gombalnya lagi.


Apakah semua cowok yang di tolak cintanya akan melakukan hal tersebut? Berlindung dibalik kata bercanda.


Hahaha....


Della lagi yang kali ini tertawa terbahak-bahak, "wkwk... Udah deh kak, nggak usah gombalin Della lagi udah nggak mempang karena aku udah tau kalau kak Raka tuh cuman ngeprank!" Kata Della sudah mulai merasa santai dan tidak tegang lagi seperti sebelumnya.


Raka tersenyum datar lagi, "Ya udahlahh anggap aja kakakmu ini badut iya nggksih?"


"Ya enggalah kakak tuh.... "

__ADS_1


Tok... Tok... Toko... Tok...


Tiba-tiba pintunya di ketuk, membuat keduanya langsung bertatapan dengan tajam.


__ADS_2