Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 48 : Della Mau Bicara


__ADS_3

Tiba di kampus, Della lagi-lagi duduk bersebelahan dengan Daniel, Laki-laki itu terus bertanya, "Kamu kenapa sih Dell? Akhir-akhir ini kamu banyak murungnya, lagi banyak fikiran?"


"Nggak ada!"


"Terus kenapa jadi kalem terus? Tertekan sama kuliah? Padahal kita masih mahasiswa baru lohh Dell... Gimana kalau kita udah semester 6,7,8? Jangan sampai gila lohh!"


"Enggak Nill... Aku lagi nggak mikirin kuliah!"


"Teruss kenapa ayang?"


"Ihh ayang? Najis tau nggak!"


"Najis gimana? Emang aku anjing?"


Della diam, dia malas merespon Daniel lagi.


Tapi kemudian di kepikiran sesuatu, Dia tiba-tiba berdiri didepan kelas, lalu berkata, "Gaes... Disini ada yang tau tempat kost-kostan cewek yang bagus nggak?"


"Emang kamu mau ngekost Dell?"


"Di kos ku ada kamar kosong Dell?"


"Di kost-kostan ku juga Dell.... " Seru Teman-temannya yang merespon baik pada Della.


Mereka kemudian berunding hingga akhirnya Della memutuskan untuk mengecek satu persatu kamar kost-kostan yang mereka maksud.

__ADS_1


Lagi-lagi Daniel mau direpotkan olehnya, apapun yang bersangkutan dengan Della, Daniel harus ikut andil.


Pada akhirnya Della setuju pada satu tempat yang menurutnya bagus dan kosan tesebut dengan dengan kampusnya.


Ia mulai memikirkan semuanya, hingga dalam perjalanan pulang pun Della terus melamun mencoba berfikir bagaimana membicarakan dengan Mala sebentar.


"Kamu punya masalah dirumah kamu ya Dell? Sampai-sampai kamu ada fikiran buat ngekost, padahal aku fikir kamu udah enak tinggal bareng kakakmu!" Tanya Daniel sambil mengendarai motornya.


"Ya ampun Daniel, kamu kok jadi cerewet kayak cewek sih?"


"Nggakpapa lah jadi cerewet demi kamu Dell... Lagian aku nih manusia biasa yang tingkat penasarannya itu melebihi apapun tau nggak!"


"Terserah kamu Nill.... "


Tiba di rumahnya, Daniel tak langsung pulang. Ia malah memberanikan diri untuk berkata, "Dell aku boleh minta air minummu segelas nggak? Haus nihh... "


"Ya udah masuk aja!" Ternyata untuk pertama kalinya Della juga dengan berani mengajak cowok lain masuk kedalam rumah, entah bagaimana ekpresi Raka jika sampai dia tau.


Daniel duduk diruang tamu sambil melirik kiri kanan ruang tamu itu, tampak beberapa foto pernikahan Mala dan Raka terpajang didinding ruang itu.


"Kamu tunggu disini ya Nill... Aku ambilin air!"


"Okee Dell.... "


Saat Della pergi, Daniel berdiri menatap kearah foto Raka dengan sangat lama ia memandanginya.

__ADS_1


"Kenapa Niil?" Tanya Della yang tiba-tiba bicara dibelakangnya.


"Ohh nggakpapa!" Balasnya kemudian mengambil gelas itu dari tangan Della.


"Kakak ipar kamu ganteng ya Dell... Kakakmu juga cantik, pasangan yang serasi!"


Della mengerutkan alisnya, "hmm... Iya mereka emang pasangan yang serasi!" Tukasnya dengan sedikit acuh.


Setelah meneguk habis minuman itu, Daniel pulang ke rumahnya dalam perjalanan itu Daniel tiba-tiba kepikiran ekpresi Della yang tampak jealous ketika ia mengatakan kakaknya adalah pasangan serasi.


"Kenapa Della kayak gitu ya? Aneh banget! Jangan-jangan... Tapi, enggakk.... Itu nggak mungkin ahh.... " Daniel berusaha untuk tetap berfikir positif.


...***...


Sore harinya, ketika Raka dan Mala sudah pulang. Della masih mengurung dirinya didalam kamar, dia barulah keluar saat mendengar kakaknya ada di dapur.


"Kak Mala, aku mau ngomong sebentar sama kakak!"


"Ehm? Emangnya ada apa Dell?"


"Duduk dulu kak!" Ajaknya.


Kakak beradik itu duduk berhadapan di kursi meja makan, Della tampak takut untuk berucap tapi dia kemudian menenangkan dirinya lebih dulu.


Dia tak mau kakaknya itu emosi atau bagaimana, berhubung usia kandungannya masihlah sangat muda.

__ADS_1


__ADS_2