Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 92 : Raka Melotot


__ADS_3

Pada akhirnya Elisa kini berdiri didepan pintu ruang rawat yang ditempati Mala.


Wanita itu benar-benar gugup sekarang.


Sambil mengambil nafas dalam-dalam ia membuka pintu, Mala terlihat sangat terkejut dengan kedatangannya.


"Ehh mbak Elisa ternyata belum pulang?!"


Elisa sedikit tersenyum padanya kemudian menggeleng, "Aku malas pulang mbak! Dari tadi aku diluar duduk-duduk tapi lama kelamaan jadi bosan makanya balik lagi kesini jengukin mbak Mala!" Katanya berbohong.


"Ohh gitu! Ya udah... Disini aja nggakpapa kok! Aku malah bersyukur ada yang temenin!" Katanya.


"Suami mbak Mala kemana?"


"Dia pulang dulu sama adik aku buat ambil beberapa pakaian mbak!"


"Ohh!"


Mereka lalu menceritakan banyak hal, mulai dari cerita kesehariannya, hingga momen lucu ketika masih sekolah.


Elisa dan Mala sejenak melupakan beban fikirannya, dia juga sudah merasa akrab dengan Mala padahal pertemuan mereka bahkan belum 24 jam.

__ADS_1


Clekkk....


Saat tengah mengobrol sambil tertawa riang, Pada akhirnya orang yang Ditunggu-tunggu datang. Biang kerok dari semua masalah dari tiga wanita yang berbeda.


Mendengar pintunya dibuka, otomatis mata Elisa dan Mala tertuju pada sumber suara.


Elisa langsung tersenyum miring padanya, sementara Raka yang saat itu dengan sangat santai membuka pintu seketika melotot dan hampir menjatuhkan tas yang berisi selimut dan beberapa pakaian ditangannya.


Begitu pula Della yang berdiri dibelakang Raka, matanya melebar melihat sosok Elisa duduk disamping ranjang kakaknya.


Mala melihat kedua orang itu dengan heran, "Kalian berdua kenapa? Kayak lagi lihat hantu aja?" Tegurnya.


Della lalu mencolek panggul Raka, "Cepetan masuk kak!" Bisiknya.


"Ohh suami mbak Mala ya?" Tanya Elisa pada Mala.


Mala mengangguk, "Iya! Namanya Raka. Dan itu adik kandung aku namanya Della! Kalian cepetan sapa mbak Elisa, dia yang udah nolongin aku tadi!" Ungkapnya.


Della melirik Raka sekilas, dia ingin melihat bagaimana reaksinya, Raka menjulurkan tangannya dengan gemetar, semua itu di lihat jelas oleh Ketiga wanita tersebut, "ii-iya... Aku Raka suaminya Mala! Makasih ya udah nolongin istri aku!"


Elisa tersenyum padanya tapi dengan tatapan mengintimidasi sambil menjabak tangannya, "Iya! Sama-sama, aku senang kok bisa bantu mbak Mala tadi!"

__ADS_1


Raka mengangguk pelan, jantungnya terasa berdebar-debar sekarang, bukan karena jatuh cinta melainkan rasa takut yang luar biasa kini seperti menghantuinya.


Dengan iseng, Elisa mengelus punggung tangan Raka dengan ibu jarinya, seolah-olah wanita itu memberi kode padanya. Della melihat hal itu dan mengerutkan dahi dia lalu menjulurkan tangan didepan Elisa, "Kenalin aku Della kak! Adiknya kak Mala!" Katanya tegas.


Elisa tertawa kecil mendengarnya, dia melepaskan tangan Raka dan menjabak tangan Della, "adik Mbak Mala cantik ya! Semoga aja hatinya secantik wajahnya! Iya nggak mbak?" Ujar Elisa.


Mala hanya membalas dengan senyum kikuk menanggapinya, meskipun sudah tau sifat buruk Della dia juga tidak mungkin mengumbar aib adiknya sendiri didepan orang yang tidak ada hubungan keluarga dengannya.


"Aku anggap itu pujian mbak!" Ucap Della dengan bersikap menantang.


Tapi sekalipun dia memperlihatkan wajah seperti itu, Elisa malah ingin tertawa terbahak-bahak didepannya.


Sementara Raka masih terdiam, dia bahkan merasa sesak nafas sekarang.


Dia tak berani melihat salah satu wanita yang ada di hadapannya, "Aku... Aku mau keluar sebentar yah!" Dengan jalan yang begitu pelan ia melangkah keluar dari ruangan itu.


Dia duduk di kursi tunggu yang ada di Koridor rumah sakit sambil mencoba mengatur nafasnya.


"Hufhh... Kok bisa Elisa balik lagi kesini? Kok bisa dia yang bantu Mala? Dari sekian banyak orang didunia ini kenapa harus dia?" Gumamnya.


Dia memcengkram kuat tangannya yang masig bergetar, "Gimana kalau sampai dia bercerita soal hubunganku sama dia! Ahh sial, aku kira dia udah balik kerumahnya!!"

__ADS_1


Rasanya dia ingin mengamuk, tapi dia ada di rumah sakit sekarang. Tindakannya akan sangat memalukan kalau sampai ia membuat masalah


"Kamu pasti kaget banget ya?" Tiba-tiba Elisa keluar dan berkata seperti itu pada Raka.


__ADS_2