
Dengan berat hati Della meninggalkan rumah sakit, ia fikir mamanya memang benar, Mala mungkin saja akan trauma karena kejadian ini.
Oleh karena itu ia memilih untuk menjauh meskipun hatinya sendiri sakit karena harus lost kontak dengan ibu serta kakaknya sendiri.
Matanya membengkak dan memerah karena menangis, dia berjalan lesu menuju pintu kostnya setelah diantar oleh ojek online.
Sementara tadi Raka masih bersikeras untuk tetap dirumah sakit sambil memohon-mohon pada mertuanya untuk dimaafkan.
Tatapan Della kadangkala jadi kosong, beberapa kali ia menyeka air matanya yang tak ia sadari ketika mengalir lagi.
"Dell... " Panggil seseorang.
Della sedikit mendonggak dan melihat siapa yang memanggilnya.
Ternyata itu Daniel, seketika langkahnya terhenti dan dia berbalik.
Daniel yang melihat itu segera menghampirinya, "Heii... Kamu mau kemana lagi? Aku mau bicara sama kamu!" Ucapnya mencegah Della.
Gadis itu menundukkan pandangannya, dia tak mau sampai Daniel melihat matanya yang memerah dan sedikit membengkak.
__ADS_1
"Nanti aja! Aku nggak punya waktu!" Katanya.
"Sebentar doang kok Dell... Aku udah nungguin kamu hampir sejam loh disini masa iya kamu nggak ngasih kesempatan buat aku ngomong dulu?"
"Enggak! Lain kali aja!"
Sekali lagi Della mencoba kabur dengan berlari kearah pintunya.
Namun Daniel dengan gerakan cepat langsung menarik tangan Della, "Kamu harus dengerin aku dulu!"
Della pada akhirnya menyerah, dia memberanikan diri menatap Daniel, "oke... Kamu mau ngomong apa? Bicara aja sekarang!" Katanya dengan pasrah.
"Mata kamu kenapa Dell? Kamu habis nangis?"
"Kamu mau didengerin atau mau nanya?"
"Ahh oke-oke... Aku... Aku... Cuman mau bilang kalau aku sayang sama kamu Dell... Aku nggak tau kenapa, setiap kali aku jaga jarak sama kamu rasanya tuhh nggak nyaman banget! Aku nggak suka kalau kita diam-diaman! Please ya kita kayak sebelumnya lagi!" Lirih Daniel.
Della menengadah sambil menghela nafasnya tak percaya, "makasih udah sayang sama aku Niel... Tapi kalau kembali kayak sebelumnya itu kayaknya bakalan susah! Dan... Aku juga nggak yakin bakalan lanjut kuliah atau engga! Hidupku udah hancur Niel.... "
__ADS_1
"Aku tau... Aku udah tau masalah kamu Dell... Nggakpapa kok! Aku bisa terima masalalu kamu biar seburuk apapun itu! Yang penting kita sama-sama!"
"Maksud kamu apa?"
"Aku mau kita pacaran Dell... Kamu pasti udah tau juga kalau aku itu ada rasa sama kamu! Atau mungkin kamu emang nggak sadar soal itu? Tapi aku benar-benar serius Dell... Aku sayang banget sama kamu!" Ungkap Daniel dengan mata berbinar.
Della menatap sekeliling sebelum berucap, "Ha? Pacaran? Kamu gila ya? Katanya kamu udah tau masalahku apa? Terus ngapain ngajak pacaran sama orang yang udah rusak Niel?"
"Aku nggak masalah Dell... Yang penting kamu nerima aku!"
"Enggak! Aku nggak mau!" Della menolaknya dengan tegas.
"Kenapa?"
"Ya karena aku nggak pantas buat kamu! Lagian aku cuman anggap kamu teman aja Daniel... Aku beneran nggak mau kamu dapatin perempuan kayak aku yang hidupnya udah hancur dan udah nggak punya masa depan!!"
"Asal kamu tau Dell... Dulu Aku pernah beli barang bekas, tapi aku masih simpan dan rawat barang bekas itu! Karena aku yakin barang itu sangat berguna buat aku! Dan juga, kamu bilang kamu cuman anggap aku teman? Aku juga nggak masalah Dell... Yang penting kita jalanin aja dulu! Perasaan bisa muncul karena udah terbiasa! Aku bisa nunggu kamu!" Tutur Daniel.
Della terperangah, dia jadi bingung harus berkata apa.
__ADS_1
"Aku nggak tau Niel.... "
"Kamu bisa fikirin dulu Dell... Nggakpapa kok! Yang jelas kamu harus ingat, ada aku yang selalu nungguin kamu! Kalau kamu butuh seseorang kamu bisa cari aku! Aku bakalan selalu ada buat kamu Dell.... " Katanya.