Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 70 : Dari Balik Pintu


__ADS_3

Daniel yang cepat peka dan mulai yakin dengan apa yang ia fikirkan itu, seketika dia berniat untuk menguping, kesannya sangat tidak sopan tapi dia sangat penasaran.


"Halo kak! Tumben nelfon? Kakak nggak masuk kerja?" Tanya Della.


"Kakak masuk kok! Ohh iya, kakak mau ngajak kamu makan makan malam di rumah kakak malam ini mau nggak?"


"Hah?" Della melongo.


"Iya kamu mau nggak? Sekalian nginap gitu, kan udah lama juga kamu nggak main kerumah kakak! Kakak pengen gitu tidur bareng kamu!"


"Ehm... Tapi besok aku masuk pagi kak! Jadwal kuliahku jam 07:30!"


"Tenang aja! Kan ada kakakmu yang nganterin kamu kekampusmu, ayolah Dell.... Mau ya.... " Pinta Mala.


"Ya udah deh kak!" Della langsung setuju, dia senyum-senyum lagi, dalam fikirannya ia membayangkan bisa menatap Raka lagi, memeluk pria itu lagi dan banyak hal bisa dilakukan berdua nanti malam.


"Kenapa Dell? Kok kelihatan bahagia banget!"


Tegur Daniel yang mendengar semua pembicaraan mereka tadi.


"Ehm... Kakakku nelfon terus ngajak aku makan malam dirumahnya, sekalian nginap! Katanya sih rindu!" Kata Della.

__ADS_1


"Ohh makan malam yah! Pantesan kamu kelihatan seneng banget! Kayak orang mau ketemuan sama pacar aja!" Sindir Daniel.


Muka Della seketika berubah datar, "Apaansih kamu!" Ketusnya.


"Iya Dell... Kebanyakan cewek tuh kayak gitu kalau mau ketemuan sama pacarnya senyum-senyum terus, sampai bibirnya pecah-pecah!" Canda Daniel.


Sontak saja Della menjilat bibirnya, "Ahh terserah kamu Aja Deh Niel!"


Della langsung malas makan karena ulah Daniel, candaannya tadi membuat dia jadi badmood, alhasil Della mendorong agak menjauh piringnya sambil memainkan ponselnya.


Alih-alih meminta maaf pada Della, Daniel malah dengan iseng menatap matanya, "Kamu marah nih ehhh!"


"Apasih!" Ketusnya lagi, Della langsung berdiri lalu pergi meninggalkan mereka semua.


"Kita tau kok Niel... Kamu suka kan sama Della!" Ucap salah satu teman kelasnya.


"Tapi dia kan udah punya gebetan!" Jawab Daniel sambil melenguh.


"Gebetan apanya? Masih belum ada hubungan kok kata Della, tenang bro... Jangan nyerah, hubungan tanpa status masih bisa ditikung sebelum sahh.... " Tukas temannya.


Daniel berdecih, dengan malas ia menjawab, "Ck ngak tau ahh!"

__ADS_1


"Makanya ungkapin dulu, siapa tau masih ada harapan!"


"Belum nemu waktu yang tepat! Takutnya juga kalau aku ungkapin bisa-bisa langsung di tolak!"


"Nggak salah mencoba bro!" Ucap Temannya.


Daniel termenung sebentar, lalu menyusul mencari keberadaan Della, keluar dari kantin kampus dia sama sekali tak melihat keberadaannya.


Daniel mencoba menelfon Della tapi panggilannya berada pada panggilan lain.


Dia berlari kesana kemari tapi tak ketemu sama sekali.


Nafasnya sudah ngos-ngosan, tenggorokannya mulai kering, hingga ia bertemu salah satu teman kelasnya, barulah ia mendapat informasi kalau Della kembali kekostnya.


"Ahh sial! Kok bisa-bisanya aku lupa kalau kosannya dekat dari sini!" Dia menepuk jidatnya menyalahkan diri sendiri.


Barulah jalannya pelan, sambil mengatur nafas sebentar. "Oke... Belum terlambat, hubungan mereka masih baru, aku yakin bisa merubah perasaan Della! Yahh manusia bisa berubah dengan cepat! Aku pasti bisa.... Aku nggak mau cintaku nggak terbalaskan!" batinnya.


Daniel tak mau menyerah begitu saja, dia tau sekarang hati Della terisi seseorang, tapi hubungan mereka masih belum jelas.


Sampai didepan kostnya, Daniel hendak mengetuk, walau pintunya sedikit terbuka tapi dia merasa itu sangat tidak sopan jika langsung masuk begitu saja.

__ADS_1


Tanpa ia duga dari balik pintu, Daniel mendengar sesuatu yang membuatnya terkejut.


__ADS_2