
Raka berangkat ketempat kerjanya dengan sangat bahagia, dia tak habis fikir kalau dengan sedikit rayuan saja Della bisa langsung luluh dan percaya padanya.
Disisi lain, Della mencoba menelfon Arya lagi.
Semalam temannya itu sangat susah dihubungi bahkan chat dari Della juga tak dibalas.
Dua kali ia mencoba dan akhirnya panggilan itu tersambung, "Halo Ya! Kamu dari mana aja sih? Kok susah banget buat dihubungin?" Decak Della dengan kesal.
"Sorry Dell... Aku semalam ketiduran mungkin gara-gara capek!" Balas Arya
"Ehh suara mu kok gitu?" Della yang begitu peka mulai merasa aneh dengan suaranya yang terdengar berbeda dari sebelumnya.
"Iya nihh... Lagi nggak enak badan! Nggak tau kenapa, kayaknya mau demam!"
"Iihh serius? Terus kamu sama siapa disitu? Kamu udah Minum obat?"
"Mana ada minum obat? Makan aja belum! Kamu kesini dong Dell... Aku kesepian tau sendirian di sini! Nggak ada yang rawat lagi!" Imbuh Arya dengan suara melemah.
Della terdiam sejenak sembari memikirkannya, "Ya udah... Kamu sharelock yah... Biar aku kesana sekarang!"
"Kamu serius kan?"
"Iyalah... Cepetan sharelock!!!"
Arya benar-benar mengirim lokasinya lewat whatsapp, Della sebenarnya mager tapi untuk kali ini ia melawan rasa magernya itu.
__ADS_1
Setelah panggilan mereka berakhir, barulah Della siap-siap.
***
Della sampai disebuah kost-kosan cowok yang dari depan terlihat sangat kotor, ada suara orang bermain gitar entah dari kamar mana asalnya. Della tak yakin kalau dia sampai ditempat yang tepat, tapi dari lokasi yang Arya kirim dia sudah tiba di lokasi tersebut.
Della bahkan rela-rela naik ojek online demi menjenguk temannya itu.
Dia menatap sekitar seraya berjalan masuk melewati pagar sambil menelfon Arya, "aku udah ada didepan, kamar kamu yang mana?"
"Tunggu bentar Del... Aku keluar dulu!"
"Nggak usah, bilang aja kamar kamu yang mana?"
"Oke!" Della mulai berjalan kearah kamar tersebut. sesuai ucapan Arya, dia membuka pintunya.
"Astaga Ya! Ini kamar apa tempat sampah?" Baru saja ia membuka pintu dan Della di kejutkan dengan pemandangan yang wow! Sampah bekas snack dimana-mana, serta pakaiannya yang berhamburan disetiap sudut ruangan.
Arya yang terbaring di atas kasur dengan lemah hanya bisa tertawa melihat reaksi Della, "Sorry Dell... Namanya juga orang sakit, boro-boro rapiin nih kamar, ke wc aja mager!"
"Emang yah... Cowok itu emang paling malas buat beres-beres!" Sindirnya.
Della meletakkan tasnya diatas ranjang samping Arya, dia memberikan sebungkus nasi kotak padanya yang ia beli sebelum kesini, "Makan dulu! Didalam juga ada obat demam yang biasa aku minum pas sakit!"
Arya merasa terharu, "Duh... Makasih Dell... Maaf yah jadi ngerepotin!"
__ADS_1
"Nggakpapa makan aja!"
Arya dengan cepat melahap makanan tersebut, sementara Della mulai menggulung lengan baju kemejanya hingga kesiku, "Kamu mau ngapain?" Tanya Arya.
"Beresin kemageran kamu!"
"Nggak usah Del... Aku jadi nggak enak tau sama kamu!"
"Aku nggak suka lihatnya, lagian aku mau duduk dimana kalau kamar kamu penuh sama sampah?"
"Iya juga sih! Ya udah, kita beresinnya sama-sama!"
"Nggak! Kamu habisin aja makanannya!" Gertak Della.
Arya senyum-senyum sendiri mendengar suara Della yang begitu bak seorang istri mengomel pada suaminya.
"Ya udah! Aku makan Del... Kamu kok tiba-tiba galak banget sih!"
Della mendengus, tapi dia tak lagi mengguris ucapan Arya, satu persatu ia memungut semuanya hingga mata Della tak sengaja mendapati sesuatu.
"Itu... Itu bukannya kond*m ya? Kok dikamar Arya ada begituan sih?" fikirnya dalam hati berucap.
"Ahh siapatau itu bukan punya dia kali yah! Aku yakin dia cowok baik-baik!" Lanjutnya lagi
Pada saat yang sama ternyata Arya memperhatikan Della, matanya selalu melirik lekukan tubuh Della, kemeja bagian atas Della yang tak terkancing membuat Arya terus berfokus kesana, apalagi saat Della menunduk Arya langsung melotot saat kedua manik matanya melihat sesuatu yang ada dibalik kemeja Della.
__ADS_1