Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 36 : Telfon Dari Raka


__ADS_3

Mala semakin penasaran lantas terus mendesak adiknya agar bicara hingga tiba-tiba terdengar suara isak tangis, Della juga seperti orang bisu sama sekali tak mau bicara sedikitpun pada kakaknya.


"Dell... Lihat kakak, lihat kakak dan jawab pertanyaan kakak, kamu kenapa? Apa kamu sakit? Jawab dong Dell jangan diam aja!"


"Ada apasih ribut-ribut?" Raka datang dari arah kamarnya sambil melepaskan headset dari kupingnya, dia barulah tersadar ketika mendengar suara Mala dari luar.


Mala terlihat sangat cemas sementara Della terus saja diam, "Dell... " Panggilnya sekali lagi.


Hiksss...... Aaaaaa..... Aa....


Tiba-tiba Dellla menangis dengan sangat keras membuat Mala tambah panik dan langsung memeluk adiknya itu, "Kenapa nangis sih? Cerita dong sama kakak! Kamu tuh sebenarnya kenapa?"


Raka menghampiri keduanya, dia mengelus pundak Della, "Apa kamu barusan mimpi buruk Dell? Kamu mimpiin apa sampai nangis kayak gini sih?" Kata Raka yang seolah memberi Della sebuah alasan.


"Aaa... Aku mimpiin papa kak, Della rindu papa!" Barulah ia menjawab dengan tersedu-sedu dipelukan kakaknya.


Mendengar itu, Mala sontak saja ikut sedih. Kedua matanya berkaca-kaca, "Kamu bener-bener buat kakak takut Dell.... Kakak kira kamu kenapa, kakak juga rindu papa kok, tapi mau gimana lagi, papa udah nggak bisa nemenin kita lagi!" Lirihnya.


Della semakin menangis dengan sangat keras, wajah Raka terlihat ikut bersedih juga melihat kedua Saudara itu menangis bersamaan.


"Udah dong! Kalian jangan nangis lagi, menurut ku kalian berdua itu udah jadi wanita paling strong didunia ini, buktinya kalian udah bisa sampai dititik ini meskipun nggak ada sosok papa kalian, tapi tenang aja kok selagi aku ada, aku yang bakalan gantiin posisi papa kok!" Tutur Raka lalu memeluk mereka berdua.


Hingga akhirnya Della tenang, barulah ia bicara baik-baik pada kakaknya tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya, Della sama sekali belum siap menceritakan semuanya apalagi dia takut jikalau kakaknya itu cemas.


...***...


Waktu terus berjalan hingga tak terasa ini sudah 3 bulan Della tinggal bersama kakak serta kakak iparnya.

__ADS_1


Rahasia itu aman, Arya mendapat hukuman dengan ditahan karena kasus pemerkosaan. Della juga mulai aktif kuliah offline bahkan ia ditunjuk sebagai sekretaris di kelasnya. Suatu kebanggaan tersendiri baginya bisa mendapat kepercayaan tersebut. Semua teman kelasnya sangat baik, tak hanya itu 11 orang cowok di kelas Della sangat ramah padanya, namun ada saja rasa takut ketika seseorang mendekat ia malah mengingat Arya lagi.


Semua luka butuh waktu untuk sembuh.


Entah sampai kapan Della terus menerus takut untuk percaya lagi dengan yang namanya teman cowok.


Sama halnya seperti sekarang, jadwal kuliahnya sudah habis dia hendak pulang tapi ketika Della membuka aplikasi whatsappnya sudah ada 3 orang teman kelasnya yang menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.


Kata orang kamu cantik, kamu aman tapi Della fikir menjadi cantik juga sangat berbahaya kita tidak tau laki-laki mencintai kita itu tulus atau hanya melihat dari fisik saja.


Della tak menggubris pesan chat mereka dia hanya fokus memasukkan semua bukunya kedalam tas selempang yang ia bawa.


"Dell... Pulang bareng aku yuk!" Tiba-tiba terdengar suara cowok yang begitu berat.


Della sedikit mendonggak dan ia sudah tau kalau itu adalah ketua tingkatnya yang bernama Denial.


"Nggak usah Nil... Aku mau naik grab aja!"


"Nggak tau sih rasanya karena aku nggak pernah di tolak!" Jawab Della dingin.


"Ya ampun! Iya dehh si paling yesyess..... " Ledek Daniel, "tapi kali aja masa di tolak lagi sih? Sekalian temanin aku kerumah dosen kita!" Alasannya.


"Lahh kok aku sih?"


"Kamu lupa sama tugas kamu ya?"


Della menghela nafas, mau tak mau ia mengiyakannya hanya karena alasan ingin mengambil modul dirumah dosennya.

__ADS_1


Alhasil kali ini Denial menang dengan mengantar Della pulang tapi sepanjang perjalanan Della tak banyak bicara padahal Denial sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat pembahasan yang seru tapi ujung-ujungnya malah zonk.


Dert... Dert... Dert...


Dalam perjalanan itu Della merasakan getaran ponselnya didalam tas buru-buru ia membuka resleting tasnya, "Ehh Nill.... Tolong berhenti dulu dong kakakku nelfon nihh!" Pintanya sambil menepuk pundak Daniel.


"Ohh oke.... "


Setelah Daniel berhenti dipinggir jalan Della begitu tampak bersemangat menerima panggilan telfon dari Raka.


"Halo kak! Ada apa?"


"Kamu di mana?"


"Di pinggir jalan kak, emangnya ada apa?"


"Kamu udah mau pulang kan?"


"Iya kak!" Jawab Della.


"Kakak tunggu dirumah yah, temenin kakak keluar sebentar!" Kata Raka.


"Okee siap kakakku tersayang!"


Della langsung mengakhiri panggilan tersebut namun senyumnya masih terlihat jelas disudut bibirnya.


"Kakak yang keberapamu Dell?" Tanya Daniel penasaran.

__ADS_1


"Hah? Ohh tadi itu kakak ipar aku kok!"


"Kayaknya kamu deket banget ya sama kakak ipar kamu sampai bilang kayak gitu tadi!" Ucap Daniel merasa agak aneh mendengar pembicaraan Della tadi.


__ADS_2