Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 84 : Bertanya Pada Raka


__ADS_3

Seperti disambar petir disiang bolong, mata Della masih melotot menatap wanita didepannya.


"Ha! Kakak bilang apa tadi? Simpanannya kak Raka? Kakak jangan sembarangan yah... Kak Raka nggak mungkin kayak gitu! Dia itu sayang banget sama kakak aku!"


"Kamu kira aku bicara sembarangan? Buat apa? Nggak ada untungnya juga buat aku!"


"Enggak! Itu nggak mungkin, kak Raka nggak mungkin kayak gitu!!!" Della menggeleng kuat tak percaya.


"Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya langsung kedia! Sekalian bilangin harus gentle dong... Masa udah dapat enaknya langsung ninggalin gitu aja, main blok-blokan lagi! Kekanak-kanakan banget!" Umpat Elisa.


Della masih mematung di tempatnya, tubuhnya terasa lemas, dia tak tau harus menjawab apa pada Elisa.


Dengan tatapan kosong ia melangkah melewati wanita itu.


Elisa langsung menahan tangannya, "kamu mau kemana? Aku belum selesai ngomong!!"


Della berbalik dan menatapnya sinis kemudian menghempas kasar tangan Elisa, "Jangan cari kak Raka disini kak! Dia nggak ada di sini dan aku juga nggak mau ikut campur urusan kalian!"


"Ya udah! Kalau gitu kasih aku alamatnya biar aku kesana sekarang!"


"Kalau aku nggak mau ngasih tau, gimana? Lagian kenapa harus kerumahnya? Kak Raka punya tempat kerja, silahkan datangin aja tempat kerjanya, ribet banget sih jadi orang!"


"Bilang aja kamu takut aku ketemu sama istri sahnya Raka kan? Heh... Tapi udah telat, lihat sikap kamu yang sombong dan angkuh kayak gini aku makin penasaran mau cepet-cepet ketemu sama kakak kamu dan mengakui semuanya!"

__ADS_1


"Terserah! Aku nggak mau ikut campur! Kalau mau kerumahnya, silahkan! tapi aku pastiin bukan dari aku kakak tau alamat kak Raka!"Tegasnya sambil melanjutkan langkahnya kemudian masuk kedalam kamar lalu mengunci pintu.


"What!"


Brakkkk... Brak.... Brakkkk....


Elisa memukul-mukul keras pintu kamar Della sambil berteriak, "Buka pintunya! Dell... Aku bilang bukaaaa! Dasar kamu bocah ingusan sombong!!! Tunggu aja, aku bakalan kerumah kakakmu dan menghancurkan rumah tanggannya!!!"


Della yang berdiri bersandar di tembok dekat pintu hanya terisak-isak menahan tangisnya.


Dia tak menyangka kalau Raka adalah orang yang seperti itu, "Jadi aku ini orang yang keberapa kak Raka rusak? Atau jangan-jangan setelah dia bosan sama perempuan tadi jadi dia cari aku? Ini nggak bisa dibiarin aku harus tanya langsung ke kak Raka!!!"


Dengan geram Della mengeluarkan ponselnya, mencari kontak Raka diantara banyaknya kontak yang ada di ponsel itu.


"Halo kak!"


"Iya Dell... Ada apa? Tumben Nelfon!" Jawab Raka


"Kakak ada dimana sekarang? Aku mau bicarain sesuatu yang penting!!"


"Kakak ada di kantor! Mau bicarain apasih? Kakak lagi sibuk banget nih... Kalau mau bicara kakak bisa ko mampir ke kosmu pas pulang kerja nanti!"


"Enggak! Nggak mau! Aku maunya bicara sekarang dan kak Raka harus jawab jujur!"

__ADS_1


"Tapi aku sibuk Dell.... "


"Enggak! Aku nggak mau! Pokoknya sekarang!!!"


"Kamu tuh kenapa sih Dell... Biasanya juga kamu langsung ngerti kalau kakak lagi sibuk! Kalau gitu kamu bisa ngomong sekarang!"


"Aku mau tanya, tapi kakak harus jawab jujur!"


"Okee..." Kata Raka lantang.


Della mengepalkan kedua tangannya mencoba menguatkan hati lalu bertanya, "Selain aku sama kak Mala, kak Raka punya cewek lain di luar sana kan?"


Tiba-tiba Raka terdiam beberapa detik, Della sampai mengecek panggilan itu. Dia kira jaringan tidak mendukung tapi ternyata semua baik-baik saja.


"Halo... Kak Raka kok diam? Kok nggak dijawab kak? Apa jangan-jangan emang ada perempuan lain?" Tanya Della mendesak.


Dan Tak ada jawaban dari Raka, pria itu memilih diam lagi "Halo... Kak Raka dengar aku nggak sih... Atau kak Raka pura-pura nggak denger?"


"Kakak lagi sibuk Dell... Kita bicaranya nanti aja!"


Tuttt....


Panggilan itu berakhir dengan meninggalkan tanda tanya besar untuk Della.

__ADS_1


__ADS_2