Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 69 : Ada Ketakutan


__ADS_3

Saat Raka tengah bekerja, dia sama sekali tidak fokus, malah dia sering memainkan ponselnya.


Karyawan lain seringkali memperhatikan Raka, bahkan sahabatnya menegur secara halus tapi dia sama sekali tak menggubris.


Yahh siapa lagi kalau bukan chatingan dengan Della, layaknya pasangan yang lagi kasmaran, saling bertukar pesan bahkan membahas hal-hal vulg*r dari chat-chat mereka.


Padahal Della saat ini juga berada di kampusnya, ada dosennya yang tengah menjelaskan tapi Della sama sekali tak memperhatikan, bahkan ia sengaja duduk paling pojok belakang agar ia bisa chatingan dengan Raka.


Daniel hanya menggelengkan kepalanya melihat Della terus berfokus ke ponselnya sambil tersenyum-senyum.


Daniel ingin menegur bahkan merebut ponsel itu dari tangannya tapi dia tak mau membuat Della marah.


"Dell... Jangan main hape, nanti kamu kena tegur!"


Dia memberanikan diri menegurnya secara halus.


"Nggak bakalan!" Jawab Della tanpa menatap mata temannya itu.


Dia terus melanjutkan chatingan mereka, hingga jam kuliah Della selesai, bahkan saat temannya yang lain sudah keluar kelas, rupanya dia masih betah disana.


"Dell ayo pergi! Kamu nggak mau makan?" Ajak Daniel dengan sedikit kesal.


"Duluan aja!"

__ADS_1


"Duluan aja gimana? Nanti kamu kelaparan, kamu lupa ya? Kita masih ada kuliah jam 1 siang loh... Terus masuk lagi jam setengah lima!"


"Iya-iya Daniel, aku nggak lupa kok!"


Mend6engsr itu, Daniel seketika mengambil ponsel Della dari tangannya, tapi untung saja Della tak marah sama sekali, "Ya udah... Jangan main hape mulu, kita pergi makan sekarang!"


Della mendengus, dia berdiri sambil memukul pelan meja, ia menatap sinis kearah Daniel karena kesal.


Kali ini mereka makan di kantin kampus, tidak hanya berdua tapi beberapa teman kelasnya juga ikut duduk bersama mereka.


Ponsel Della kini sudah ada ditangannya, ponsel itu sudah berpuluh-puluh kali bergetar, teman-teman menatapnya, "Dell... Kamu punya pacar ya?" Tanya salah satu teman kelas Della.


"Ehm... Gimana ya ngomongnya.... "


"Bisa jadi kayak gitu sih!" Ungkap Della.


Daniel yang mendengar itu langsung kehilangan nafsu makan, dia seperti tak berniat lagi melahap nasi goreng yang ada didepannya.


"Emangnya siapa Dell?" Sambil tersenyum paksa Daniel menanyakannya.


Della tersenyum semringah, dia menatap satu persatu teman kelas yang kini menatapnya juga.


"Ehm... Ada deh... Kalian nggak usah taulah! Ini privasi aku tau!" Jawabnya.

__ADS_1


Perasaan Daniel hancur, diam-diam mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.


"Aku kenal sama orangnya nggak Dell?" Dia malah bertanya lagi.


"Kan aku udah bilang, ini privasi aku Niel.... " Tolaknya.


Daniel semakin penasaran, sambil menerka-nerka kalau yang Della maksud itu memang lah seperti yang ada dalam benaknya.


Dert... Dert... Dert....


Ponselnya bergetar diatas meja, sorot mata temannya kembali tertuju kearah sumber getaran itu.


"Pasti dia tuh Dell... " Kata salah satu temannya.


Della yang awalnya bersemangat dan berfikir kalau itu memang Raka ternyata nihil, panggilan masuk itu bukan dari dia tapi dari Mala.


Seketika senyumnya sirna, perubahan wajah yang sangat begitu cepat, Daniel yang duduk didekatnya tak sengaja melirik dan melihat nama kakaknya dilayar ponsel Della.


Della memandangnya agak lama, hingga Daniel berkata, "Nggak diangkat Dell?"


Barulah dia segera menerima panggilan itu.


Tampak ada ketakutan dari wajahnya, sedikit pucat dan tangan Della seperti bergetar saat menggeser layar ponselnya itu.

__ADS_1


__ADS_2