Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 78 : Tak Menyangka


__ADS_3

Tangan Mala bergetar, kakinya seperti tak bertulang sampai ia hampir jatuh tersungkur didepan pintu.


Tanpa ia sadari air matanya terjatuh, kedua tangannya masih membekap mulutnya yang sedikit menganga.


Dia ingin membuka pintu itu secepatnya tapi dia tak sanggup melihat kelakuan suami serta adik kandungnya sendiri.


Pada akhirnya Mala kembali kekamar dengan perasaan masih syok, dia dilantai sambil menyenderkan badannya ditepi ranjang menghadap jendela.


"Kenapa mereka melakukan ini padaku? Kok bisa?!!Kok bisa Della sama Raka menghianatiku!!!"


Mala terus menangis dengan suara tertahan, awalnya ia hanya terbangun karena ingin buang air kecil tapi malah mendapatkan kenyataan pahit yang begitu menyakitkan.


Lebih sakit lagi karena di khianati oleh orang terdekat dan dirumahnya sendiri mereka melakukan perbuatan keji itu.


"Enggak! Ini nggak boleh dibiarin aku harus menegur mereka!!" Ucapnya.


Tapi baru saja berdiri, tangan dan kakinya seperti mati rasa, ia hanya bisa duduk di pinggir ranjang sambil terus menangis.


"Kenapa Dell? Kenapa kamu lakuin ini sama kakak? Kenapa..... " Gumamnya.

__ADS_1


"Jadi selama ini mereka ada main di belakang aku? Terus kecurigaan aku selama ini juga benar? Sejak kapan? Sejak kapan mereka melakukannya?" Pertanyaan itu seketika muncul hingga membuat Mala mulai emosi.


Dia mencekram kuat sprei mencoba melampiaskan amarahnya dengan melempar bantal.


Rasanya ia ingin menjerit sekuat mungkin untuk menghentikan mereka, bahkan ingin berteriak agar tetangganya bisa mendengar dan menyaksikan perbuatan mereka tapi Mala juga tidak bisa melakukannya.


Itu sama saja ingin mempermalukan keluarganya sendiri, tapi apa yang harus ia lakukan? Menangis tidak akan menyelesaikan semuanya.


Bahkan dadanya sudah sangat sakit sekarang, jantungnya belum barada pada detak yang normal.


Dia hanya bisa termenung dengan air mata yang terus mengalir sambil memandang kosong kearah jendela.


Bahkan kini mereka masih berpelukan tanpa ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh keduanya.


"Aku mencintaimu Dell!" Ungkap Raka.


"Masa?"


"Iyalah, kalau nggak! Ngapain kakak berani sampai masuk kekamar kamu dan lakuin ini!"

__ADS_1


"Iya juga sih! Kita sangat berani kak! Padahal aku fikir kak Raka bakalan jaga jarak lagi sama aku!"


"Kakak nggak bisa loh Dell... Kayaknya kakak nggak bisa jauh-jauh dari kamu! Jangan-jangan kamu pake pelet ya, sampai-sampai di fikiran kakak tuh ya cuman kamu terus!" Gombalnya.


"Ishh... Kak Raka!" Kata Della dengan genit sambil mencubit hidung Raka.


"Terus gimana kalau kakakku sampai tau semua ini kak?"


"Ya ampun soal itu lagi Dell? Ini udah keberapa kalinya loh kamu nanya terus kayak gitu! Kan aku udah bilang kakakmu nggak bakalan tau!" Tegas Raka dengan sangat percaya diri.


Raut wajah Della tetap tidak terlihat tenang, "Tapi kak.... "


"Ahh udahlah... Nggak usah di bahas lagi, kakak mau balik kekamar dulu, takutnya kakakmu bangun terus nyariin kakak lagi!"


Dia bergegas memakai pakaiannya, kemudian berjalan pelan keluar dari kamar Della.


Padahal tadinya Della ingin mengatakan perubahan sikap Mala yang ia rasakan, tapi mau bagaimana lagi Raka juga tidak mau mendengarkannya.


Della hanya bisa mendengus sambil memakai pakaian dalamnya kemudian menarik selimut dan lanjut tidur.

__ADS_1


"Ahh ya udah dehh... Semoga aja kak Mala masih belum tau, terus sikapnya yang berubah pasti karena hamil aja, kan orang hamil emang sensitif banget!" Fikir Della sebelum memejamkan kedua matanya.


__ADS_2