
Raka memberinya tatapan tajam saat melihat sorot mata Daniel tertuju pada Della, dia langsung berkata, "Ngapain kamu kesini?"
Daniel mengerutkan keningnya, ia semula terdiam, "ada sesuatu yang ingin aku bicarain ke Della!"
"Apa itu? Kasih tau aku!"
"Kayaknya nggak perlu, karena nggak ada hubungannya sama kamu!" Jawab Daniel yang juga mulai bersikap dingin.
Raka mulai kesal, dia mengepalkan tangan.
"Dell aku pamit ya!?" Sekali lagi Daniel berpamitan yang langsung di balas anggukan cepat oleh Della, Daniel berjalan melewati Raka yang masih berdiri diambang pintu, menyenggol bahu pria itu hingga Raka ingin sekali menghajarnya.
Untung saja Della melihat ekspresi Raka, segera langsung menariknya masuk kedalam kemudian menutup pintu lalu menguncinya.
"Cepat bilang ke kakak, dia bicarain apa sama kamu tadi?"
Suaranya begitu tinggi, hingga Della harus membekap mulutnya dengan telapak tangan, "shuut... Jangan terlalu berisik dong kak! Gimana kalau Daniel balik lagi kesini?!"
"Bodoamat, sekarang bilang ke kakak, dia bilang apa aja tadi sama kamu!"
"Iya-iya, aku bakal bilang, tapi kakak tenang dululah.... " Bujuknya.
__ADS_1
Della menyuruhnya duduk lebih dulu, dia menatapnya serius, "kok kakak tiba-tiba emosi sih? Lagian Daniel tuh datang cuman mau bicarain soal kuliah doang kok nggak ada yang aneh-aneh!"
"Kamu serius kan?"
"Iyalah kak, aku serius, duarius malah!"
Raka masih memberinya tatapan menyelidik mencoba menebak apakah Della benar-benar serius atau tidak.
Dert... Dert... Dert...
Ponsel milik Raka bergetar dalam saku celananya, saat ia melihat terpampang nama 'istriku' dari layarnya, " Cepet angkat kak! Kak Mala pasti udah nyariin tuhh!" Kata Della.
"Kok lama sih sayang? Kamu masih di kosannya Della?"
"Ehm... Iya sayang, aku udah mau pulang kok! Kamu tunggu bentar yah!" Katanya kemudian panggilan itu berakhir.
Della mendengus halus, Raka lalu memberikan obat kontrasepsi itu padanya, "Nih obatnya, kamu harus rutin minumnya biar nanti nggak hamil!"
"Kakak yakin kan? Gimana kalau obatnya nggak mempan?"
"Ya coba dulu, kalau nggak mempan nanti kita cari cara lain lah.... " Ucapnya enteng.
__ADS_1
Melihat obat tersebut, Della menelan salivanya dengan susah payah, ada perasaan takut yang tiba-tiba muncul dalam benaknya, "Udah... Kamu nggak usah khawatir, minum aja dulu!"
"Nggak bakal ada efek sampingnya kan kak?"
"Ehm... Enggak kok!" Kata Raka.
"Ya udah nanti Della minum! Kakak pulang aja dulu, kak Mala pasti kesepian sendirian dirumah!"
Raka mengelus rambut Della dengan lembut, kemudian mengecup bibirnya beberapa kali sebelum pulang.
Della sampai senyum-senyum terus sambil meraba permukaan bibirnya, "Kak Raka emang nakal banget!" Batinnya.
Kini Della sendirian di kostnya, dia seperti cacing kepanasan diatas kasur, sambil tersenyum-senyum saat mengingat setiap kenikmatan yang Raka berikan tadi.
"Argh......"
Saat ia memejamkan matanya, hanya ada bayangan Raka muncul ketika menindih tubuhnya.
Della sepertinya benar-benar sudah ketagihan akan sentuhan Raka, dia kemudian mengambil ponselnya, lalu mengirim pesan teks pada Raka, "Kakak kabarin ya kalau kakak udah sampai rumah!" Isi pesannya dengan emoji tersenyum di akhir pesannya.
Della lalu melihat obat yang Raka berikan, dia terduduk sembari memandang obat tersebut, " Aku harus minum nggak ya? Kalau aku minum takutnya ada efek samping, belum tentu juga mempan ke aku! Tapi kalau aku nggak minum kemungkinan buat hamil bisa 99% apalagi kak Raka nggak pakai pengaman! Duhh gimana nihh.... " Gumamnya.
__ADS_1