
Sampai di kampus, Della dan Daniel telat 7 menit, untung saja dosennya bukan dosen killer, mendapati mereka berdua datang bersamaan membuat teman-teman sekelaa Della merasa curiga akan hubungan ketua tingkat dan sekretaris kelas itu.
Bahkan keduanya dikira sudah pacaran, Daniel hanya senyam-senyum penuh harap tapi beda lagi dengan Della yang sejak tadi tampak murung.
Sekitar jam 9 satu mata kuliahnya selesai, perut Della bunyi Daniel yang duduk tepat disamping mendengar suara itu.
"Tadi Kamu nggak sarapan?"
"Enggak!" Jawab Della singkat.
"Kamu mau makan apa?"
"Nggak tau, aku lagi nggak punya nafsu makan tapi perutku malah bunyi!" Kata Della.
Daniel mengernyitkan sebelah alisnya, "Kok bisa sih Dell? Ya udah sebentar kamu ikut aku, aku punya tempat yang paling rekomend dehh... Makanan disana tuhh wueennakkk banget pokoknya!"
"Enggak ahh maless!"
"Lahh jangan malas-malas dong! Gimana mau kenyanh kalau kamu turutin kemalasan kamu itu?! Pokoknya aku nggak terima penolakan kamu harus ikut, biar aku yang traktir.
" Tapi Nill... Aku tuh lagi badmood!"
"Setelah makan aku jamin langsung goodmood, aku udah baca artikel sbelumnya, katanya salah satu hal yang buat cewek badmood itu ya karena lagi laper aja!" Tuturnya.
"Sok tau kamu!"
"Mana ada sok tau, aku tuhh kelebihan tau, kan aku sering baca artikel! Hehe... "
Della menghela nafas, dia tak tau lagi harus merespon apa pada ketua tingkatnya itu.
"Terserah!"
__ADS_1
"Ohh okee... Berarti kamu udah setuju buat ikut aku!" Katanya penuh harap.
Della hanya mendengus, "Gimana kalau sekarang aja berangkatnya? Tempatnya deket kok!"
"Tapi aku mager Nill.... "
"Mau aku gendong?"
"Ishh... Jangan ngadi-ngadi dehh kakiku masih normal tau!"
Alhasil Della ikut, mereka berdua berboncengan tanpa ada drama dari Della lagi.
Sampai di tempat yang Daniel maksud, cowok itu memesan dua piring nasi pecel plus ayam, entah bagaimana rasanya.
Setelah makanan itu ada didepan Della dia sama sekali tak asa niat untuk memakannya.
"Aku nggak lapar Nill.... "
"Nggak lapar tapi perutnya bunyi itu nggak masuk akal loh Dell, apalagi tadi pagi kamu nggak sarapan!" Omelnya.
"Mana ada biasa, pokoknya aku udah pesen dan kamu harus habisin makanannya!" Tegas Daniel.
Sekali lagi Della mendengus tapi dia mulai Menyendok nasi pecel tersebut.
Awalnya ia ragu tapi satu suapan membuatnya ingin lagi dan lagi.
"Hmm... Enak juga!"
"Iyaiyalah... Nah makanya habisin!"
Della semakin lahap makannya, apalagi tadi malam ia tidak makan. Melihat Della yang makan dengan sangat lahap membuat Daniel tersenyum semringah.
__ADS_1
"Ahh liat kamu makan kayaknya bikin aku jadi lapar juga Dell!"
Pada akhirnya Daniel juga langsung melahap makanannya.
Setelah nasi pecelnya habis Daniel mulai bertanya padanya, "Kamu ada masalah ya Dell? Kalau ada, aku bisa kok jadi pendengar yang baik buat kamu!"
"Aku nggakpapa kok, emang lagi nggak mood aja!"
"Kok bisa? Lagi PMS ya?"
"Enggak juga!"
"Ahh aku tau kok Dell kita belum terlalu dekat buat saling sharing cerita pribadi kita masing-masing, tapi aku bukan tipe orang yang.... "
"Aku tau!" Della menyela ucapan Daniel, "Tapi jujur aku emang nggak kenapa-kenapa Nill.... "
"Oohh!" Balasnya dengan agak kecewa.
Daniel juga tak mau terlalu memaksa takutnya Della risih apalagi ini adalah langkahnya untuk lebih dekat lagi denga Della.
...***...
Sekitar jam 1 siang, jadwal kuliahnya selesai Della Lagi-lagi di bonceng Daniel hingga tiba didepan rumah, Della kaget saat melihat motor Raka terparkir di teras rumah.
"Kak Raka nggak masuk kerja juga?" Gumamnya.
Dia kemudian ingin membuka pintu, tapi ternyata pintunya terkunci dari dalam.
"Ck... Kok dikunci sih... Jangan-jangan kak Mala sama kak Raka keluar lagi, tapi motornya ada!"
Della mengirim pesan pada Mala tapi nihil pesannya bercentang satu, dia kemudian menelfon tapi tak ada jawaban.
__ADS_1
Alhasil Della mengirim pesan pada Raka namun hasilnya sama, tak ada balasan kemudian ia menelfonnya, beberapa saat ia menunggu dan akhirnya tersambung.
"Ahh... Halohhh Del.... Adahhh apahhhh!" Suara Raka terdengar disertai *******, mata Della melebar saat fikiran aneh mulai muncul dalam benaknya