Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 87 : Rumah Sakit II


__ADS_3

Tak lama kemudian Mala secara perlahan membuka matanya, samar-samar ia melihat sesosok wanita yang duduk disampingnya, dia sedikit kaget dan bertanya, "Mbak siapa?"


Elisa ikut terkejut, dia langsung berdiri dan terlihat senang melihatnya sadar, "ehh mbak sudah sadar?! Tunggu bentar ya mbak, aku panggil dokternya dulu!"


Tanpa buang-buang waktu lagi, Elisa berjalan cepat keluar ruangan untuk memanggil dokter yang menangani Mala tadi.


Saat kembali bersama dokter, dia tersenyum lagi pada Mala sebelum wanita itu di periksa, dia penasaran bagaimana kondisi Mala yang sebenarnya, maka dari itu dia berdiri disamping ranjang sambil mendengarkan penjelasan dokter.


"Apa sudah merasa lebih baik bu?"


"Agak mendingan sih Dok! Tapi gimana dengan kondisi kandungan saya dok? Bayi saya baik-baik aja kan?" Tanya Mala dengan cemas.


"Iya, Kondisi bayi ibu baik-baik aja!"


"Tapi akhir-akhir ini perut saya sering sakit dok! Terus tadi ada darah, apa itu nggak masalah dok?"


"Iya, untung saja itu hanya pendarahan yang tidak terlalu parah, mungkin karena ibu terlalu kecapean, stress dan juga kurang tidur belakangan ini ya?"


Mala langsung terdiam, pasalnya semua ucapan Dokter adalah kenyataannya, "Iya Dok! Akhir-akhir ini saya memang melakukannya!" Jawab Mala!"


"Lain kali jangan mengerjakan pekerjaan ya terlalu berat ya bu! Perut ibu kan sudah besar! Harusnya bisa di hindari agar kandungan dan bayi ibu aman, dan juga jangan terlalu stress bu! Itu sangat tidak baik!" Jelas dokternya.


"Iya dok!" Jawab Mala.

__ADS_1


Elisa yang mendengar itu jadi prihatin, kemudian Dokter bertanya lagi, "Ohh iya bu, suaminya mana?"


"Dia sibuk kerja dok!" Jawab Mala dengan suara lemas.


"Ohh begitu ya! Tapi ibu harus di rawat inap ya bu! Agar tidak terjadi pendarahan lagi!"


Mala langsung menghela nafasnya, "baik dok!"


Dokter itu pergi setelah menjelaskan semua prosedurnya pada Mala, sementara itu terjadi kecanggungan antara Elisa.


Dia tak tau harus bicara apa, "Makasih atas bantuannya mbak!" Kata Mala.


"Iya sama-sama, tadi aku mau buka tasnya buat cari identitas mbak, tapi nggak enak! Ohh iya... Saya juga mau ke dokter kandungan mbak, jadi lebih baik mbak nelfon suami mbak supaya ada yang temenin disini!"


"Belum tau lebih jelasnya sih mbak, tapi udah pakai testpeck hasilnya positif!" Ungkap Elisa.


"Serius! Wahh itu artinya mbak hamil, selamat yah... Ohh iya, kok nggak bareng suami?"


Elisa cengengesan, "Lagi sibuk mbak! Kayak suami mbak juga heheh!"


"Ohh gitu yah! Ya udah sekali lagi aku ucapin selamat ya mbak!"


"Iya... Makasih, semoga mbak bayi di kandungan mbak juga sehat-sehat ya! Ohh iya!"

__ADS_1


Mala tersenyum semringah mendengarnya, dia senang bisa ditolong oleh orang baik seperti Elisa, Elisa juga sangat ramah padanya.


Dert... Dert.... Dert....


Ponsel Mala yang ada dalam tasnya bergetar, dia segera mengeluarkan dan ternyata itu adalah panggilan masuk dari Raka.


"Pasti suaminya ya mbak? Cepetan diangkat mbak! Mungkin dia udah khawatir karena mbak nggak ada di rumah!" Kata Elisa.


Mala mengangguk sekali lalu menerima panggilan tersebut.


"Halo.... "


"Halo, kamu dimana? Kok nggak ada dirumah?"


"Aku dirumah sakit!"


"Apa! Kamu kenapa? Kok bisa ada dirumah sakit? Kok baru nelfon aku juga?" Tanya Raka sekaligus.


"Nanti aja aku jawabnya, aku disuruh nginap disini, kamu mau kesini apa enggak! Kalau enggak terserah kamu!" Jawab dingin Mala, otomatis Elisa yang ada disamping mendengar pembicaraan suami istri itu, samar-samar suara itu terdengar tak asing di telinganya tapi dia tetap diam sambil mendengarkan.


"Kamu kok ngomongnya kayak gitu sih sayang, Oke... aku kesana sekarang!" Jawab Raka cepat.


Mala langsung mematikan panggilan itu, dia lalu mengirimkan lokasinya kemudian memandang Elisa yang terlihat melamun.

__ADS_1


__ADS_2