Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 77 : Mala Tau


__ADS_3

Della yang kini menatap lehernya dari pantulan cermin juga begitu syok melihat bekas ****** yang ditinggalkan oleh Raka.


Matanya melotot, sembari mengusap bekas itu, "Kok aku nggak sadar sih kalau ada bekasnya di leher aku?" Gumamnya.


Rasanya dia ingin menangis sekarang, rasa takut mengalahkan semuanya, dia hanya bisa menggigit ujung jemarinya, "Duhh... Gimana nih, kak Mala udah lihat, pasti dia curiga sama aku! Ahh ya ampun! Aku harus gimana?" Lanjutnya.


Dia lalu mondar-mandir di depan lemari dengan perasaan kacau.


"Dell.... " Panggil Mala.


Seketika panggilan itu membuatnya seperti senam jantung, tanpa menjawab dia hanya diam seperti patung.


"Dell... Udah belum? Bantuin kakak lagi nih!" Teriak Mala dari luar.


Jantung Della berdetak dengan sangat cepat, "iya kak! Tunggu bentar!" Jawabnya ikut berteriak.


Dia berjalan cepat dengan bibir terus berucap, "aku harus gimana nih sekarang! Jangan sampai aku salah ngomong, terus buat masalah lagi!" Ia hanya bisa terus bergumam sampai dia kini sudah berada tepat di samping kakaknya.


"Mau dibantuin apa kak?" Tanyanya mencoba bersikap tenang.


"Cuci beras Dell... Kakak lupa masak nasi!"


"Ohh o-okee kak!"

__ADS_1


Sambil mencuci beras, Della melirik kakaknya dari ekor mata, dia sangat takut untuk dicurigai sekarang.


"Ehm... Kak! Kayaknya ini bekas gigitan nyamuk deh, soalnya semalam tuh sumpah kak! Nyamuknya banyak banget sampai-sampai aku nggak bisa tidur! Nihh lihat kantung mataku udah kelihatan jelas banget kan?" Ujar Della menunjuk kearah kulit bawah matanya.


Mala tersenyum kecil menatap adiknya, "Dell... Kakak nggak nanya apa-apa lohh!"


Della langsung kena ulti oleh kakaknya sendiri, dia merasa sangat malu sekarang.


"Ha? Ehm... Kan siapa tau kakak masih penasaran, tadi juga kakak nanya kan sama aku?"


"Itu kan tadi! Sekarang kakak cuman fokus masak terus nggak nanya apapun ke kamu kan?" Jawab Mala dengan dingin.


"Ahh iyasih kak!"


"Kok sikap kak Mala kayak berubah ya? Sebelumnya dia nggak pernah kayak gitu ke aku!" Batin Della.


...***...


Saat mereka tengah menikmati makan malamnya, ketiga orang itu sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun, hanya suara piring dan sendok yang saling mengadu mengisi kesunyian itu di meja makan.


Della semakin tidak nyaman berada di tengah-tengah pasangan suami istri yang saling diam-diam, rasanya sangat berbeda tidak seperti sebelumnya, makan saja sangat canggung baru sesendok nasi masuk keperut rasanya tiba-tiba langsung kenyang.


"Aku udah kenyang! Kalian lanjutin makan aja!"

__ADS_1


"Iya!" Jawab Mala dengan malas.


Hanya itu! Respon Mala membuat Della semakin tak paham dengan sikap kakaknya yang berubah drastis, dia linglung sembari membawa piring kotornya ke westafel.


Della kemudian masuk kedalam kamarnya, dia terus berfikir, "Apa kak Mala udah tau? Tapi dia harusnya nggak kayak gitu!"


Della terheran-heran, sambil duduk di tepi ranjang Della membuka whatsappnya, mengecek apakah ada chat atau tidak. Rupanya tidak ada sama sekali, dia membuka chat Daniel yang ia arsipkan.


Cowok itu rupanya online tapi sama sekali yang mengchat Della.


"Ahh kenapa semua orang tiba-tiba berubah sih? Kan rasanya jadi aneh!" Gerutunya pada diri sendiri.


Della terus memikirkannya sampai ia merasa mengantuk hingga langsung tertidur, pas subuh harinya Della seketika terbangun saat ia merasakan ada yang meremas payud*ranya.


Matanya langsung melotot saat itu juga, siapa lagi kalau bukan ulah Raka, rupanya ia ingin menggunakan waktu itu untuk bercumbu lagi dengan Della.


Della yang tidur miring itu lantas mendengar bisikan Raka, "Dell... Jadilah obat stress buat kakak! Kakak nggak bisa tidur karena kakakmu!" Ujarnya dengan nafas memburu.


Della meringis karena remasan Raka yang begitu kuat dari belakang, "Shh... Kak! Lepasin... Sakit!!"


Raka tak peduli, ia semakin brutal, bahkan tak segan memukul b*kong Della.


Tapi disaat itu pula, Mala mendengar semuanya dari balik pintu, wanita itu sudah berdiri hampir 10 menitan yang lalu dan akhirnya ia tau kebenaran yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2