Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 44 : Bertempur


__ADS_3

Untuk waktu yang cukup lama Della memegang kue itu sambil menyaksikan Raka dan Mala berpelukan tepat didepan matanya.


Della menarik nafas dalam-dalam, Tiba-tiba ia menguap, "Hoahh... Kayaknya Della udah ngantuk kak! Ini kuenya mau taruh dimana?" Tanya Della.


Akhirnya pelukan mereka terlepas, "Ehh kamu nggak mau makan dulu kuenya bareng kita?"


"Enggak ahh, Della nggak mau makan yang manis-manis apalagi ini udah tengah malam, lagian Della juga udah sikat gigi! Malas ahh sikat gigi terus, kalau ada sisanya kakak simpan di kulkas aja, nanti besok Della makan!" Ucap Della.


"Ya udah Dehh... Kalau gitu kuenya kamu taruh di atas meja makan aja, kakak mau bicara dulu sama Raka!" Timpal Mala.


Raka sejak tadi hanya terus diam sambil mendengarkan percakapan mereka.


"Oke kak!" Della mulai berjalan menuju meja makan, tanpa melirik lagi kearah pasangan tersebut dia melangkahkan kakinya pergi ke arah kamarnya.


"Good night Dell!" Ucap Raka.


"Iya!" Jawab Della singkat tanpa melirik sedikitpun.


Setelah masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamarnya, Della memegang dadanya sambil menghela nafas dia berkata, "Aku kenapa? Kok dadaku sakit sih?" Ia bergumam sembari mulai merebahkan diri diatas kasur.


"Aghh.... Kenapa rasanya nggak nyaman banget sih!" Lanjutnya memutar kiri kanan posisi tidurnya tapi tetap rasa sesak itu terus saja muncul di dadanya.

__ADS_1


Della memutuskan untuk duduk lebih dulu sembari mengacak rambutnya frustasi.


...***...


Jarum jam terus bergerak mengikuti porosnya, Della tak bisa tidur hingga jam di ponselnya sudah memperlihatkan waktu 03:45 ini pertama kalinya Della sulit tidur setelah beberapa bulan terakhir.


Ia terus mengusap matanya yang mulai terasa perih karena terus melihat layar


ponselnyaponselnya sepanjang malam.


Bahkan Della tadi mendengar suara piring dan sendok sedang beradu, dia tau kalau itu adalah kakaknya yang mungkin menikmati kue ulangtahun itu.


"Hah... Sebenarnya aku kenapa sih?"


Pada saat yang sama, didalam kamar pasangan suami istri itu terlihat mereka berdua berpelukan tanpa busana.


Sepertinya mereka baru saja melakukannya, wajah lelah Mala memperjelas semua itu, "Kamu udah nggak mau lanjut ke ronde berikutnya sayang?" Tanya Raka.


"Aku udah capek banget loh sayang, takutnya juga aku bakalan susah buat jalan. Kamu sihh nggak ngasih aku istirahat biar bentar doangg enggak! Kamu fikir aku nih mesin apa!" Keluhnya.


"Heheh... Maaf sayang, lagian aku tuhh kayak rindu terus sama kamu! Dan maaf juga aku nggak tau kalau tadi kamu nangis gara-gara prank ku yang semalam!"

__ADS_1


"Ahhh udah aah nggak usah di bahas lagi, aku kan malu!"


"Ihh ngapain malu sayang? Kan bener itu emang salahnya aku, karena ucapanku terlalu tajam sama kamu kan makanya kamu sampe nangis!" Ucap Raka merasa bersalah.


"Ya iyalah siapa juga yang nggak kaget, lahh kamu pertama kali marah kayak gitu ke aku!" Sekanya.


"Iya sayang makanya aku minta maaf, pleasee maafin aku yah... Janji, aku nggak bakalan ulangin lagi dan aku janji nggak bakal jatuhin air mata kamu lagi!" Ungkapnya.


"Serius yah... Kamu janji lohh!"


"Iya sayang, iya... Aku janji, teruss gimana nihh... Aku masih mau lohh yangggg.... "


"Aku curiga kamu pake obat penguat, kamu kayak nggak ada capeknya gitu sayang!"


"Aku nggak minum kayak gituan sayang, kamunya aja yang bikin aku tercandu-candu terus makanya aku sampai mau berapa ronde sama kamu!" Rayunya.


Mala menghela nafas, "Haaa... Udah ahh besok aja lagi yahh... Aku udah capek, takutnya besok aku telat masuk kerja lagi!"


"Cuti aja sayang! Sehari aja kan bisa..... "


"Enggak ahh nggak mau, Bilang aja kamu mau seharian begituan terus kan?" Tebak Mala.

__ADS_1


Raka hanya cengingisan mendengarnya dia seperti tak merasa capek sama sekali setelah bertempur diatas ranjang bersama istrinya.


__ADS_2