
Saat kembali Della melihat pasangan suami istri itu tengah bercengkrama tiba-tiba Della merasa hubungan kakaknya sangatlah romantis, "Kak Mala sangat baik, tapi kalau sampai kak Mala tau apa yang aku lakukan sama kak Raka gimana? Aku takut merusak rumah tangga mereka, tapi semuanya udah terlancur!" Gumamnya dalam hati sambil berjalan lesu menghampiri mereka.
Raka mendonggak ia memandang Della, tapi Della sama sekali tak Meliriknya, Raka kesal dan memasang wajah cemberut.
Della tidak peduli, dia duduk di samping kakaknya lalu kembali bertanya, "Ohh iya kakak belum jawab pertanyaan aku! Kenapa kakak baru datang jengukin aku?"
"Maaf Dell kakak sibuk, terus beberapa hari yang lalu kakak pergi ke dokter kandungan!"
"Ohh gitu! Della fikir kakak masih marah sama aku!"
"Enggaklah... Ngapain kakak marah sampai selama itu? Kamu kan paling tau kakak! Kakak palingan marahnya cuman sebentar kok!" Ucap Mala dengan lembut.
"Bagus deh kak!"
"Ohh iya, gimana kuliahmu? Lancar-lancar aja kan?"
"Hm... Lancar kak!"
"Alhamdulillah!"
Untuk pertama kalinya Della berbohong padahal sudah banyak alfa yang ia dapat karena telat datang kekampusnya.
"Terus kamu udah bayar kost juga?"
Della langsung malu untuk menjawab dengan ragu-ragu ia menundukkan pandangan, "belum kak!"
"Ya udah sebagai permintaan maaf karena kakak baru datang jengukin kamu, biar kakak aja yang bayar kostmu bulan depan!"
"Aku nggak enak sama kakak!"
__ADS_1
"Nggak boleh nolal rezeki loh Dell... " Seka Raka.
"Kenapa nggak enak? Kakak kan masih kakak
kandung kamu! Terus uang jajan masih ada nggak?" Sambung Mala.
Della mengangguk, "kalau uang jajan masih ada kak! Kemarin dulu mama transfer ke rekening aku!"
"Udah! Nggak usah minta lagi ke mama! Mama aja lagi kesusahan sama ekonomi, sebentar kakak bakal transfer semuanya ke rekening kamu!"
"Bukannya kakak mau kumpulin uang buat biaya persalinan kakak ya? Kalau gitu nggak usah kasih ke aku kak! Aku beneran nggakpapa!" Della menolak dengan halus.
"Masih ada beberapa bulan lagi kok sampai kakak lahiran, lagian kakak iparmu juga kerja jadi biaya pasti bakalan kekumpul lagi!" Ucap Mala.
Mala memang berhati malaikat, sosok kakak yang sangat mencintai adiknya bahkan lebih mementingkan kepentingan Della terlebih dahulu.
"Makasih kak!" Lirih Della merasa tak enak hati.
"Buru-buru banget kak ihh, kakak belum ada sejam loh disini!"
"Iyadehh... Nanti kakak bakalan sering-sering lagi kesini tapi beras di rumah udah habis Dell... Bahan makanan juga udah habis!"
"Ya udah deh... Kakak hati-hati aja!"
"Kita pulang dulu ya Dell... " Pamit Raka.
Della hanya mengangguk pelan.
Setelah kepergiannya, Della menghela nafas berat. Dia langsung merasa bersalah merasa sudah menghianati Kakaknya dengan sangat kejam.
__ADS_1
"Apa aku lupain aja semuanya? Tapi nggak mungkin, aku selalu ingat perbuatannya kak Raka!" Gerutunya.
...***...
Sore harinya, Della terlelap. Mungkin karena semalam begadang jadinya ia tertidur cukup lama.
Tiba-tiba ia merasakan ada yang mengusap pahanya, apa ini mimpi?.
Pelan-pelan ia membuka mata, samar-samar ia melihat sesosok pria, hingga spontan saja Mata Della langsung melotot.
"Ka... Kak Raka?" Ia sangat kaget, Raka memang ada di situ sejam beberapa menit yang lalu.
Raka tersenyum padanya, "Kamu berani banget ya tidur terus nggak kunci pintu kamar?"
"Ha? Aku lupa!"
"Lupa atau kamu emang lagi nunggu kakak buat balik lagi kesini?" Tebaknya mulai menggoda Della.
"Lupa kak!" Jawabnya tegas.
"Ya siapatau kan?"
Tiba-tiba Della menatap Intens padanya, "Kak Raka kok balik lagi ya? Apa ada yang ketinggalan?" Tanyanya dingin.
"Iya ada yang ketinggalan!"
"Apaan?" Tanya Della sambil celingak-celinguk, "nggak ada kok!"
"Hatiku!" Gombalnya.
__ADS_1
Della memasang wajah datar, dia merasa malas saat mendengar ucapan Raka tadi.