
Dengan muka ketusnya itu Della langsung terduduk dihadapan Raka, dia memberinya tatapan sinis, "aku lagi malas basa-basi kak!"
"Kok gitu sih?" Tanya Raka.
"Iya... Lagi nggak mood!"
"Kamu mau jalan-jalan sama kakak nggak? Terserah kamu mau kemana aja!" Tawarnya.
"Enggak Dehh! Lagi malas!"
Dahi Raka berkerut, dia mulai menyadari perubahan sikap Della sangat berbeda dari sebelumnya.
"Kamu kanapa sih? Kok tiba-tiba kayak gini? Kakak punya salah sama kamu?"
"Enggak! Della cuman malas aja, lagian kak Raka nggak sopan banget langsung masuk gitu aja kekosan aku!" Ucapnya dengan malas.
"Lahh mau gimana lagi, pintunya nggak dikunci ya ngapain kakak ketuk lagi?"
"Itu namanya tetap nggak sopan kak!"
"Ya udah maaf! Gitu aja kok marah, lagian kakak kesini bukan mau cari ribut, kakakmu suruh bawa beras sama beberapa cemilan buat kamu!".
__ADS_1
"Ya udah nanti aku telfon kak Mala buat ngucapin makasihnya, itu aja kan kak?!"
"Ehm... Ya enggaklah... Kakak lagi pengen nih Dell.... "
"Kakak nih apa-apaan sih? Aku udah nggak mau yahh... Udah cukup yang sebelumnya! Jujur Della tuhh kayak dihantui rasa bersalah kak!".
Tiba-tiba Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Della sambil berkata, "Tapi kakak lagi pengen nih... Udah nggak tahan lagi Dell... Kalau minta di kakakmu pasti dia bakal nolak terus katanya nanti lakuinnya pas udah lahiran, tapi kan kakak tetap butuh di manjain!" Pintanya lirih.
Della langsung memalingkan wajah, "Enggak! Aku tetap nggak mau!"
"Ya udah kalau kamu nggak mau, mending kakak cari wanita lain diluar sana, tapi emang kamu yakin dan nggak bakalan jealous gitu kalau kakak di sentuh sama cewek lain?".
Mungkin mulutnya bisa berbohong, tapi hati Della tidak, Raka disentuh istrinya saja membuat Della cemburu apalagi kalau perempuan lain.
Cup....
Kecupan manis di pipinya mendarat dengan mulut, Della sekilas tersenyum.
Cup... Cup...
Kecupan itu turun kelehernya, pelan tapi pasti membuat Della mulai terlena, tubuhnya menggeliat, hingga Raka mendorongnya kembali sampai ia merebahkan diri diatas kasurnya.
__ADS_1
Raka tak berhenti sampai disitu, kecupan itu terus mendarat dari setiap sudut lehernya kemudian kembali ke pipi lalu turun kebibir.
Dia berhenti sejenak, tapi Della yang sudah mulai terangs*ng hanya menginginkan lebih, sepertinya Raka sengaja melakukan itu.
"Kamu yakin nggak mau bantu kakak?"
Pertanyaan konyol itu membuat Della terasa ingin murka, sudah dibuat seperti itu malah ditanya lagi?
Della tak menjawab, tapi dia seolah memberikan kode dari matanya, Lagi-lagi Raka tersenyum puas lalu melanjutkan aksinya.
"Akan kubuat kau tak menyesal dan tak akan menolakku lagi Dell... " Batin Raka.
Raka melepaskan pakaian Della tanpa melepas ci*mannya dari Della.
Sampai mereka berdua lagi-lagi berhubungan layaknya suami istri, Della benar-benar sudah tak tau harus bagaimana, jantungnya terus berdebar, sesaat melupakan bagaimana dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
Kenikmatan itu membuatnya terhanyut sampai ia meminta lagi dan lagi pada Raka, kakak iparnya sendiri.
"Udah nggak sakit kayak sebelumnya kan Dell?" Bisik Raka di kuping Della.
Della hanya menggelengkan kepala sambil menggigit kecil bibir bawahnya agar suara desahannya tak terdengar sampai diluar kamar kostnya, kalau sampai ada orang
__ADS_1
yang mendengar bisa-bisa keduanya tertangkap basah.