Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 91 : Tekad Menemui Mala


__ADS_3

Berbeda dengan Elisa yang meratapi nasibnya, Della yang kini berdiri disamping kakaknya yang terbaring lemah malah dibuat tak nyaman sebab respon Mala yang begitu singkat saat Della bertanya padanya.


Bukan hanya sekali atau dua kali tapi berkali-kali ia bertanya tapi jawaban Mala hanya antara iya dan enggak!


Raka yang tidak peka hanya memfokuskan perhatiannya pada istrinya saja, dia tak mau memunculkan kecurigaan lagi. Tanpa sadar hal itu membuat Della kesal dan cemburu padanya.


"Ohh iya sayang, kamu belum makan kan? Gimana kalau aku sama Della pergi keluar buat beli makanan?" Tawarnya.


"Pesen online aja bisa kan? Ngapain repot-repot lagi!"


"Sama sekali nggak ngerepotin kok sayang!"


"Ya udah, kalian pergi aja! Nggakpapa aku sendirian disini!" Kata Mala.


"Atau biar aku aja yang pergi kak, kak Raka temenin kak Mala aja disini!" Usul Della langsung menengahi.


"Enggak! Sekalian aku mau ambilin baju sama selimut juga buat kamu sayang, masa ia kamu nggak mau pake selimut? Kan kita mau nginap!"


Mala memandangnya dengan ketus, "Ya udah! Terserah kalian! Kalau kalian mau pergi pergi aja sana!"


"Kok kamu gitu sih? Ini kan juga buat kepentingan kamu sayang.... "


"Ya udah! Pergi aja!"

__ADS_1


Raka menghela nafasnya, sementara Della menatap lirih pada kakaknya, "Mending kak Raka aja yang pergi, biar aku yang temenin kak Mala disini!" Kata Della.


"Aku nggak butuh di temenin, kamu pergi aja sama Raka!" Tolak Mala.


Pada akhirnya mereka berdua jadi pergi, tadinya Mala fikir setelah ia berkata begitu Della ataupun Raka akan ngotot untuk tetap tinggal tapi kenyataan berkata lain.


"Enggak! Aku nggak boleh emosi lagi! Harus harus tenang! Hufhh!" Dia mencoba mengontrol diri, mengatur nafas sembari menatap pintu dengan tatap sendu.


Di koridor rumah sakit, Della menatap sinis pada Raka, "tadi itu apa nggak berlebihan?"


"Berlebihan apanya?"


"Kak Raka tuh tadi lebay banget tau nggak!! Nanti kakakku fikir emang ada yang di sembunyiin gara-gara semua kata-kata kak Raka tuh kayak di lebih-lebihkan gitu!"


Imbuhnya lalu mencolek pipi Della. Tak peduli ada orang lain yang memperhatikannya.


Mereka berdua menuju parkiran dan berboncengan pulang menuju rumah, tak segan-segan Della memeluknya dari belakang sambil menempelkan dagunya di pundak suami dari kakaknya itu.


Tanpa mereka sadari Elisa mengikutinya dari belakang, rupanya dia sejak tadi memergoki kedua orang itu di parkiran lalu memutuskan untuk mengikuti Della dan Raka.


"Aku jadi tambah yakin ada sesuatu diantara mereka! Aku harus tau apa yang terjadi!" Gumam Elisa yang melihat adegan pelukan Della tadi.


Sampai dirumah, Della dan Raka masuk bersama-sama, Elisa memantaunya dari jarak yang sedikit jauh agar tak ketahuan.

__ADS_1


Namun beberapa saat kemudian dia keluar dari mobilnya, dia berjalan pelan bahkan mengganti high hillsnya dengan sendal rumahan agar tidak membuatnya repot untuk mengintai.


Dia sampai diteras rumah Mala, "jadi ini rumahnya?" Kata Elisa sambil memperhatikan setiap sudut rumah Mala dengan seksama.


"Tapi kok Rama sama adik iparnya lama sih?"


Dia yang penasaran lantas mengintip dari sudut jendela yang tak tertutupi gorden.


"Agkhh.... Mereka..... " Lagi dan lagi Elisa melihat momen yang membuat matanya Terbelalak dengan sempurna.


Dia sampai menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


Yah... Della dan Raka tengah bercium*n diatas sofa ruang tamu, Elisa bahkan melihat Raka menindih tubuh Della tanpa adanya penolakan sama sekali.


"Jadi selama ini.... "


Elisa yang masih tak menyangka langsung mundur dan menjauh dari jendela, dia kembali berjalan menuju mobilnya.


Saat didalam mobil, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tak lama kemudian terdengar isak tangisnya pecah, "Ternyata Raka juga ada main sama adik iparnya sendiri! Ya ampun kasihan sekali mbak Mala, ternyata dia juga udah di khianati sama adiknya sendiri!"


"Aku nggak bisa bayangin gimana kalau aku ada di posisi dia!"


Elisa tak bisa berhenti menangis saat membayangkannya. Dia menyalakan mesin mobilnya lalu memutar arah dan memutuskan kembali ke rumah sakit untuk menemui Mala.

__ADS_1


"Aku nggak peduli lagi, mau nggak mau mbak Mala harus tau kebenarannya! Kalau enggak mbak Mala nanti makin tersakiti karena perbuatan orang terdekatnya sendiri!" Tekad Elisa.


__ADS_2