
Raka juga mulai geram padanya, apalagi mendengar suara Della yang semakin keras. Takutnya Mala terbangun dan mendengar semuanya.
Entah berapa kali ia melirik masuk kedalam rumah hanya untuk memastikan bahwa Mala tak berdiri dibalik pintu.
"Kamu nggak bisa dengar ya Dell? Kakak bilang jangan keras-keras nanti kakakmu dengar!!"
"Bodoamat! Aku nggak peduli sama sekali kak"
"Ohh kamu fikir kalau kakakmu tau segalanya termasuk hubungan kita, apa dia masih bisa memaafkan perbuatan kita? Harusnya kamu mikir dong Dell.. Ini salah kita berdualah!"
"Aku udah nggak tahan lagi sekarang kak! Aku mau jujur sama kak Mala soal ini! Aku udah siap terima konsekuensinya!" Ucap Della terlihat kekeh.
"Kamu udah gila ya? Apa kamu nggak takut hubungan persaudaraan kalian hancur?"
"Aku lebih takut lagi nyembunyiin ini semua lebih lama kak! Rasanya aku tertekan! Tiap hari aku kepikiran ini aja terus sampai-sampai aku nggak bisa fokus!"
"Terus gimana sama kakak?" Tanya Raka untuk dirinya.
"Aku udah nggak peduli, itu bukan urusan aku! Lagian perbuatan kak Raka juga udah keterlaluan sampai-sampai buat kak Elisa hamil! Itu aja aku juga nggak nyangka! Ada 3 wanita yang kakak hancurin hidupnya lohh... "
Raka memijit pelipisnya, "kakak juga menyesal Dell.... "
__ADS_1
"Udah telat buat kak Raka menyesalinya, tapi belum terlambat buat kakak jujur dan minta maaf sama kak Mala! Please jangan jadi pengecut kak! Aku takut banget kalau sampai kak Mala gitu terus sama aku!!"
Air mata Della terjatuh saat mengingat tatapan dan sikap Mala yang begitu acuh padanya.
"Tapi kakak belum siap Dell... Kakak juga takut!!"
"Takut aja terus, biar kak Mala taunya dari oranglain gitu kak?"
"Tau apa Dell?" Tiba-tiba keduanya terkejut mendengar suara itu, yah... Itu suara Mala yang baru saja keluar dari kamar dan tak sengaja mendengar adik serta suaminya berbicara.
Mereka berdua seketika berubah tegang di tempatnya dengan wajah panik.
Della melirik Raka sebenar, lalu kembali menatap kakaknya, "Kok diam? Emangnya aku mau tau apa dari oranglain?"
"Sebenarnya apa? Kalian lagi bicarain apasih?"
"Itu.... " Della terlihat sangat takut sekarang, bahkan tangannya tampak bergetar.
Raka makin panik juga, dia takut kalau Della akan bicara soal hubungannya.
"Della lagi bicarain soal kuliahnya, dia malas masuk kuliah, tapi dia takut jujur sama kamu sayang.... "
__ADS_1
Mala terlihat kecewa mendengar jawaban itu.
Dia menatap adiknya yang menunduk takut, "Apa itu bener Dell?"
Della tak menjawab, dia bahkan tak bergerak sedikit pun.
Hufhh....
Mala menghela nafas, "mau sampai kapan kalian nyembunyiin semuanya dari aku?" Katanya.
Della langsung mendonggak, Begitupun Raka yang melotot, "Kenapa? Kaget ya? Aku udah tau semuanya?"
Jantung Raka dan Della mulai berdetak tak semestinya, mereka saling melirik dari ekor mata, "Sayang... Kamu ngomong apa lagi sih?" Tanya Raka berlagak bodoh.
Mala tertawa kecil dengan tatapan sinis padanya, dia lalu berbalik dan berjalan masuk, "Sayang... Kamu bicara apa?" Raka menyusulny masuk.
Della masih mematung di luar, rasanya kedua kakinya itu tidak bisa di gerakkan.
"Aku tanya ke kalian berdua! Apa kalian nggak mau bicarain sesuatu sama aku?"
"Enggak! Enggak ada!" Jawab Raka dengan yakinnya.
__ADS_1
"HAHAHAH.... " Mala tertawa jahat.
"Mau sampai kapan kalian nggak mau jujur dan anggap aku bodoh hah? Asal kalian berdua tau, aku udah tau semuanya, aku udah tau kalau kamu dan Della ada main di belakang aku!!" Ucap Mala sambil menunjuk-nunjuk kedua orang itu.