Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 67 : Membludak


__ADS_3

Melihat istrinya terus mengerutkan kening, Raka langsung merebut ponsel itu dari tangan Mala, dia tersenyum miring padanya.


"Gimana? Kamu kecewa ya karena nggak dapat apa yang kamu mau? Terus gimana sama tuduhan kamu tadi? Masih mau nuduh aku selingkuh padahal kamu sendiri nggak punya bukti apa-apa?"


Mala diam seribu bahasa, kembali ia hanya menekuk wajahnya, "Gimana aku nggak curiga, kamu sendiri selalunya sibuk sama keyboard hape kamu kok! Terus kalau aku datang kamu langsung berhenti main hape jadi fikir kamu lagi nyembunyiin sesuatu dari aku!" Jawab jujur Mala.


Raka menepuk jidatnya, "Astaga sayang... Jadi cuman karena itu doang kamu jadi curigaan kayak gini sama aku?"


Mala mengangguk dengan malu-malu.


"Ya ampun, Aku tuh lagi baca novel sayang...."


"Baca novel? Baca novel tuhh layarnya digeser naik turun, kiri kanan bukannya di tekan-tekan kayak orang lagi chatingan! Kamu kira aku nih anak kecil yang bisa kamu bodohin!" Ujar Mala tak terima.


"Aku kadang-kadang ngetik komentarnya sayang makanya ya aku sibuk sama keyboard hape aku!"


"Kok aku nggak percaya ya?"


"Cih.... Kok kamu gini lagi sih, kan kamu juga nggak ada bukti, kalau kamu curigaan terus kayak gini itu nggak baik buat kesehatan bayi kita dalam perut kamu sayang!" Ucap Raka menasehati.


"Iya-iya aku minta maaf!" Pada akhirnya Mala mengalah padahal didalam hatinya masih terus bertanya-tanya.

__ADS_1


"Baguslah... Lain kali kamu nggak boleh kayak gini lagi, nanti kamu sama calon bayi dakit gimana? Aku juga yang khawatir. terus kamu harus ingat bagaimana aku mau selingkuh kalau satu aja udah buat aku sering pusing, sering stress, ahh pokoknya mantaplah, nah terus kalau ada 1 lagi... Lah bisa-bisa aku udah masuk rumah sakit gila!" Katanya.


Mala tersenyum mendengar itu, tawanya hampir pecah tapi dia menahan diri untuk tidak mengeluarkannya.


"Nah gitu dong, kamu makin cantik kalau senyum kayak gitu, bukan cemberut kayak tadi!" Rayunya.


"Ahh udah dehh... Kita lanjut tidur aja! Lagian aku masih ngantuk lagi!"


"Tapi aku pengen sayang.... " Tiba-tiba Raka merengek langsung memeluk istrinya seperti anak kecil.


"Mau makan?" Tanya Mala dengan polosnya.


Raka menggelengkan kepala.


Raka lalu berbisik, kayaknya sikembar tambah membesar sayang, kayaknya aku mau minum susu tapi langsung dari sumbernya boleh?"


Mala langsung mendorongnya pelan, ia agak sedikit kaget mendengar permintaan Raka.


"Kamu nihh, enggak ahh... Kalau mau minum susu ada tuh di dapur kamu tinggal siram pakai air panas nah jadi!"


"Ya ampun! Itu kan buat bumil sayang, Kamu nyuruh aku minum susu hamil? Ya nggak mungkinlah.... "

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu nggak usah!"


"Tapi aku mau..... " Rengeknya sekali lagi.


"Kan aku udah bilang, aku nggak mau gitu-gituan pas hamil, terus kamu juga udah setuju waktu kan?"


"Kan cuman itu doang sayang, bolehlah.... "


"Itu doang? Aku nggak yakin! Kamu pasti minta lebih lagi kalau udah itu!"


"Heheh... " Raka cengengesan, "Gitu-gituan pas hamil tuh bisa loh sayang... Terus kenapa kamu nolak sih? Emang kamu udah nggak mau di sentuh aku lagi? Padahal aku butuh dimanjain sayang! Ayolahh kali ini aja.... " Pintanya.


"Aku juga tau kalau soal itu boleh-boleh aja, tapi sayang.... "


Belum sempat Mala meneruskan ucapannya, bibir Raka sudah membungkam bibir istrinya, memeluknya erat sambil bertukar saliva.


Raka dengan pelan membuat Mala terduduk di pinggir ranjang.


"Kali ini aja ya sayang, please dong... Udah nggak tahan nihh.... "


Tanpa mendapat jawaban dari Mala Raka langsung mengeluarkan miliknya dari dalam celana.

__ADS_1


Dengan sedikit rayuan itu Mala tak bisa berkutik dan bahkan pasrah menuruti nafsu Raka yang kadang membludak.


__ADS_2