
Raka dengan cepat menyusul langkah Mala jangan sampai dia duluan yang memegang ponselnya yang masih tercharger disamping ranjang.
Mala yang melihat gelagat Raka mulai berbeda itu pun semakin memperjelas semuanya, "aku cuman mau lihat sesuatu boleh kan?"
"Mau lihat apaan?"
"Kamu nggak usah tau sayang.... " Ucap Mala masih bersikap tenang.
Tapi tetap saja Raka jadi gelisah.
Alhasil dia yang lebih dulu memegang Ponsel miliknya, dia masih tersenyum agar Mala tak curiga.
"Kamu harus tanya aku dulu biar aku yang cariin!" Kata Raka.
"Enggak! Aku bisa sendiri kok! Sini aja hapemu!"
"Kasih tau aku dulu kenapa sih? Kalau kamu kayak gini aku malah jadi curiga kalau kamu nggak percaya sama aku!"
Mala terdiam sejenak, dalam satu tarikan nafas dia berkata, "Oke... Oke, aku bakalan jujur aku emang curiga kalau kamu nyembunyiin sesuatu dari aku! Tapi feeling aku emang bener kan?"
__ADS_1
"Bener darimananya? Ada-ada aja kamu nih... Emang kamu punya bukti kalau aku nyembunyiin sesuatu dari kamu?"
"Feeling seorang wanita itu kuat! Jadi kamu jujur aja, aku nggakpapa kok! aku lebih suka kejujuran daripada harus dengerin ucapan orang yang cuma Pura-pura sayang doang!" Kata Mala.
Wajah Raka memerah, tampaknya dia mulai emosi, "Enggak itu nggak bener, feeling-feeling... Apaan! Jadi kamu fikir aku main perempuan diluar sana? Lah ngapain kan kamu udah ada, terus aku mana sempat? Kamu juga tau sendiri kalau aku sibuk kerja, aku nggak punya waktu buat gituan!" Ucap Raka dengan intonasi suaranya yang mulai agak meninggi.
"Ck... Makin lama kamu makin nggak bisa percaya sama aku ya? Lama-lama aku juga busa muak lohh... Dicurigain kek gini tuh kayak bikin malas aja! Dari awal pernikahan kita nggak pernah kayak gini, yang harus cek-cek hape segala macam! Tapi sekarang apa? Nggak ada angin nggak ada hujan terus kamu tiba-tiba mau ngecek hape aku dan nuduh aku selingkuh?! Atas dasar apa ha?" Lanjut Raka.
Mala hanya bisa terdiam sambil menundukkan pandangannya, dia sepertinya tak bisa berkutik sebab dia tak memegang sedikitpun bukti ditangannya.
"Nah kenapa malah diam sekarang? Udah nggak tau lagi mau ngomong apa kan?"
"Sekarang aku tanya, kamu percaya aku atau enggak?" Raka malah balik tanya.
"Aku yang nanya duluan!"
"Ahh udahlah... Kamu bener-bener buat aku nggakmood aja! Ini tengah malam loh... Bisa-bisanya kamu cari ribut kayak gini!"
"Nggak usah ngalihin pembicaraan, mana hape kamu!" Sela Mala.
__ADS_1
Raka berdecih, dia mengacak rambutnya yang sudah berantakan, "kamu kenapa nggak percaya banget sih sama aku!"
"Kalau kamu mau dipercaya, ya udah... Hape kamu kasih ke aku!"
"Oke... Tapi kalau kamu nggak dapat apa-apa gimana?"
Mala tertegun, tapi dia tak bisa lagi menahan dirinya, segera ia merebut ponsel itu dari tangan Raka.
Dia mengecek semua sosial media Raka, satu persatu membuka pesan chatnya dengan amat sangat teliti.
Tak lupa juga ia membuka galeri foto, melihat semuanya tanpa terkecuali tapi tak ada yang mencurigakan.
Mala lantas mengerutkan dahi karena tak bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaannya yang menghantuinya sejak kemarin.
Lalu kemudian Mala mengecek kembali whatsappnya, dengan cepat ia mengecek semua kontaknya tapi tak ada yang aneh, chat dari whatsapp saja hanya ada pesan grup dan juga dari teman kantornya.
Tiba-tiba Mala mengetik nama Della dipencarian, memang muncul namanya seperti biasa 'adik ipar' begitu nama kontak Della di Whatsapp Raka, saat ia melihat pesannya sama sekali tidak ada 1 chat-chat dari keduanya.
Mala menggigit bibir bawahnya ia merasa kecewa karena tak mendapatkan apa-apa
__ADS_1