
Della mendengus, suara dengusan itu bahkan didengar sangat jelas oleh Raka maupun Daniel.
Della melirik Daniel, dia tau pria itu memandangnya sejak tadi.
Hingga Della merebahkan badannya diatas kasur lalu menghadap tembok, kemudian bicara lagi, "kok kakak bisa nuduh aku kayak gitu sih? Emang kak Raka lihat aku sama Daniel sekarang? Enggak kan? Jadi please jangan tuduh-tuduh aku kayak gitu!"
"Ahh udahlah Dell, kamu jujur aja!"
"Enggak kak! Aku nggak sama Daniel kok! Tadi itu aku lagi di jalan, hapeku ada dalam tas makanya aku nggak denger pas kakak nelfon!" Jelas Della.
"Alasan kamu doang!"
"Ya udah! Terserah kak Raka aja! Lagian aku juga malas mau berdebat sama orang!"
Tuttt!
Della langsung memutus panggilan tersebut kemudian mengadap kearah Daniel.
Dia terlihat sulit untuk bicara, tapi mau tak mau agar tak mendapat masalah serius dia harus mengatakannya.
"Niel aku mau ngomong sesuatu boleh nggak? Tapi please kamu jangan marah!"
"Mau ngomong apa?"
__ADS_1
"Ehm... Itu aku mau kamu pulang sebelum kak Raka datang!" Ucap Della dengan sangat cepat bahkan tanpa jeda spasi dengan mata terpejam.
Daniel terdiam sebentar lalu berkata, "Emangnya kenapa? Lagian kita nggak ngapa-ngapain kan? Kenapa harus takut sih?"
Seketika Della tak tau harus menjawab apa, "Duh... Gimana ini? Masa iya aku harus jawab karena kak Raka cemburu kalau lihat kita? Kan nggak mungkin, bisa-bisa Daniel tau semuanya kan?"
"Ehm... Itu, kak Raka mau datang, terus ehm.... "
"Ohh maksudnya kamu nyuruh aku pulang?" Daniel yang cepat peka langsung menanyakannya.
Della mengangguk dengan pelan, "Sampai segitunya ya Dell? Kita kan cuman berteman, nggak lebih dari itu, sentuh kamu juga aku nggak berani, terus kenapa kakak iparmu harus kayak gitu? Atau jangan-jangan.... "
"Jangan-jangan apa? Kamu jangan ngomong sembarangan lagi, aku nggak suka!"
"Kok langsung marah sih? Aneh... "
"Selamat menikmati makan malammu ya Dell...."
Dia benar-benar pergi, Della lagi-lagi tak menyusul ataupun menggubris ucapannya.
Dia terdiam dengan kesal menggenggam erat ponselnya.
"Kok jadi gini sih? Daniel pasti marah lagi! Ahh ribet banget jadi orang!" Gerutunya.
__ADS_1
...***...
Sore harinya, sekitar jam 5.23 Raka datang dengan kotak martabak di tangannya, Della begitu antusias saat dia datang.
"Welcome!" Sambutnya dengan tersenyum lebar.
"Gimana? Udah siap-siap?" Tanya.
"Enggaklah! Aku nungguin kak Raka dulu, mandi aja belum kok!" Ucapnya.
Senyumnya masih merekah, baru saja melepas sepatunya, Raka sudah di tarik masuk kedalam kamar oleh Della.
Pria itu lantas tertawa kecil melihat tingkah Della, "Ya ampun sayang, kok nggak sabaran banget sih?"
Dia langsung memeluknya setelah menutup pintu, "Della rindu kak!" Ia berbisik di kuping Raka.
"Hm... Kakak juga! Rasanya kok nyaman banget kalau pelukan sama kamu Dell... Kayak rasa capek kakak tuhh langsung hilang lohh!" Ujar Raka.
"Kalau gitu, peluk Della lebih erat lagi dong kak! Hehe.... "
Raka dengan cepat mengabulkan permintaannya, bahkan mereka sempat berci*man, tangan Della dengan nakal membuka kancing kemeja Raka sambil berjalan menuju kasur tanpa melepaskan cium*nnya.
Dert... Dert... Dert....
__ADS_1
Ponsel Raka bergetar, dia panik dan menghentikan aktivitasnya, Della langsung cemberut, apalagi Raka seperti menghindar dengan pergi keluar dari kamar itu.
"Bicara sama siapa sih? Kok nggak diangkat disini aja! Apa kak Mala? Tapi ahh kalau kak Mala kan ngapain harus menghindar kayak gitu?" Gumam Della.