
Saat kembali, Raka tersenyum lebar. Dahi Della berkerut memandangnya, "Siapa yang nelfon kak?"
"Ha? Ehm... Itu teman kantor!"
"Teman kantor kok nelfonnya harus di luar sih kak? Seprivasi itu ya? Biasanya juga Terima telfon orang pas depanku kan nggakpapa!"
"Nggak ahh, lagi bahas soal pekerjaan sayang! Kita lanjut yang tadi aja gimana?" Ucapnya dengan alis terangkat bersamaan dengan menggoda.
Della yang masih cemberut lantas berjalan mengambil handuk, "Malas! Mending aku mandi!"
Dia langsung keluar begitu saja meninggalkan Raka yang kini menghela nafas panjang.
Namun saat kembali dari kamar mandi, betapa terkejutnya Della yang hanya berlilit handuk, dengan wajah masih basah bahkan dari rambutnya masih ada air yang menetes kelantai ketika melihat Raka kini bertel*njang bulat diatas kasurnya sambil memegang miliknya.
Della tertegun melihat milik Raka sudah berdiri dengan begitu kokoh.
"Kok kak Raka nggak pakai baju sih?" Tanyanya dengan nada polos.
"Kakak lagi butuh di manjain nih Dell.... "
"Tapi kita mau kerumah kan kak!"
"Ahh ayolahh... 1 ronde aja!" Pintanya.
"Tapi aku udah mandi kak!"
"Nggakpapa Dell... Nanti dirumah masih bisa mandi lagi!"
__ADS_1
"Enggak ahh, Della nggak mau! Kak Raka cepetan pakai baju lagi deh!"
"Ya ampun sayang, cuman sebentar aja kok!"
"Tetep aja aku nggak mau!" Tolak Della langsung berbalik menghadap lemari dan mengeluarkan pakaian yang akan ia kenakan.
Tapi Raka tiba-tiba menarik handuknya dan akhirnya Della kini tanpa busana juga.
Dia kaget dan sontak menutupi area sensitifnya, "Kak Raka apa-apaan sih! Aku kan udah bilang nggak mau!" Ujarnya dengan suara kesal ingin merebut handuk itu dari tangan Raka tapi handuknya malah dilempar kearah pintu.
"Kak Raka isshhh!"
"Kenapa sih? Emangnya kamu nggak kasihan? Kakak capek banget lohh mau dimanja-manjain dulu!" Lirihnya.
Della menghentakkan kakinya dengan kesal, dia ingin pergi mengambil handuk tersebut tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Raka, alhasil keduanya terjatuh di atas kasur.
Della memutar matanya dengan malas.
Cup!
Bibirnya di kecup, badannya sedikit ditarik hingga keduanya sudah begitu dekat, "Kak aku nggak mau lohh! Please jangan maksa!"
"Ahh ayolah sayang! Manjain kakak dulu!"
Hingga Raka memegang titik sensitif Della, pada akhirnya dia luluh dan tak berdaya lagi ditangan Raka.
3 menit mereka berhubungan, Telfon Raka bergetar lagi, Della meliriknya sebentar lalu berkata, "Ugh... Ahh kak itu dari kak Malahhhhh cepetannn dianggakktttt.... "
__ADS_1
"Oghh... Bentar Dell... Masih nanggung nihh!" Balas Raka dengan suara *******.
Satu panggilan tak terjawab dari Mala, tapi kemudian panggilan itu muncul lagi, Della langsung memberikan ponsel itu pada Raka padahal Raka masih sibuk bergoy*ng diatas tubuhnya.
Raka menggeleng kuat, "Kamuuu ajahhh sayanggg!"
Della ikut menggelengkan kepala, alhasil mereka berhenti, mengatur nafas sebentar lalu menerima panggilan dari Mala.
"Halo sayang! Kenapa?" Tanya Raka.
"Kamu dimana?" Balas Mala.
"Ohh aku udah di kosan Della! Sebentar lagi bakalan kesitu!"
"Terus Dellanya sekarang lagi apa?"
Raka melirik Della sebentar sembari berfikir, "Ehm... Dia lagi siap-siap!" Jawabnya.
Della hanya tertawa kecil mendengar kebohongan itu.
"Ohh kalau gitu kalian cepetan kesini yah! Soalnya nggak ada yang bantuin aku masak!" Pinta Mala.
"Iya sayang, iya... Ini aku lagi nungguin Della siap-siap kok! Kamu tunggu sebentar yah!"
"Hm.... "
Panggilan berakhir setelahnya, Della memeluk kembali tubuh Raka, dia yang kini menggodanya, "gimana? Mau lagi apa udahan aja?" Tawar Della tapi Raka tidak menggubrisnya.
__ADS_1