Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 93 : Parkiran Rumah Sakit


__ADS_3

Elisa yang sudah berkenalan dengan Della lantas ikut keluar menyusul Raka dengan alasan ingin mengambil kunci mobilnya yang ketinggalan di dalam tasnya yang ia simpan di mobil.


Dia membuka pintu dengan perlahan dan melihat Raka duduk di kursi tunggu depan ruangan itu.


Rasanya ingin langsung menghajarnya sampai babak belur, tapi belum saatnya.


"Duhh... Gimana jantungnya? Aman nggak?" Sindir Elisa pada Raka.


Pria itu langsung berdiri tegak sambil mengepalkan kedua tangan.


"Kenapa lihat aku kayak gitu? Aku tambah cantik dan bohay ya di mata kamu?"


Raka makin kesal, "Sini kamu!!" dia lalu menarik tangan Elisa menuju parkiran.


Elisa sampai meringis merasakan sakit saat kedua tangannya di cengkram kuat oleh Raka, "Ashh... Sakit! Lepasin tangan aku!! Kalau enggak! Aku bakalan teriak!"


Raka tak peduli, dia hanya sedikit melonggarkan pegangannya namun tak melepaskan tangan Elisa.


Sampai di parkiran mereka saling menatap dengan emosi, "kenapa? Kamu pasti kaget banget karena karena aku balik lagi kesini! Kamu takut ya aku bongkar hubungan kita didepan istri kamu?


"Hah! Kamu fikir aku takut? Coba aja! Lagian siapa duluan yang menggodaku?"


"Kamu butuh kaca yah? Ngaca dong please... Kamu duluan yang menggodaku! Kamu bilang kamu single tapi nyatanya apa? Udah punya istri, udah hamil besar lagi... Ohh iya asal kamu tau! Aku juga hamil dan ini anak kamu!"


Raka tampaknya tak terkejut soal itu, "Kamu kira aku percaya? Kamu itu perempuan nggak bener! Siapatau kamu hamilnya sama Laki-laki lain tapi malah tuduh aku ayah dari anak kamu!"

__ADS_1


Plak!!!


Elisa menampar Raka dengan sangat keras, "Kamu yang laki-laki nggak bener! bisa-bisa kamu bilang kayak gitu padahal kamu sendiri sudah tau aku kehilangan keperaw*nanku gara-gara siapa? Gara-gara kamu! Dasar bajing*n!" Umpatnya.


Raka memegang pipinya yang terasa perih lalu berkata dengan santai, "Ya siapa yang tau!"


"Kamu benar-benar keterlaluan yah? Ohh iya, pantesan kamu nggak kaget, pasti kamu udah denger pas aku bilang ke mbak Mala ya? Terus kenapa kamu sembunyi di toilet pas aku datang? Hahah bilang aja kamu emang setakut itu buat ketemu aku!" Ujar Elisa sembari meledak.


"Kau!!!"


"Apa? Masih mau mengelak? Ya udah, sekarang aku mau kamu tanggung jawab karena buat aku hamil!"


"Tanggung jawab? Kamu nggak lihat posisi aku kayak gimana? Lagian aku juga nggak percaya kalau itu beneran anak aku!"


Arghhh...


Raka meremas rambutnya, "Aku nggak tau!! Aku juga pusing sekarang!"


"Kamu pusing kenapa? Gara-gara nggak dikasih jatah?"


Raka seketika menatapnya sinis, "Kamu kira cuman itu yang aku fikirin?"


"Lahh emang itu kan?"


"Ahh udahlah! Soal kandungan kamu itu, nanti aja kita urusnya, sekarang istriku sakit! Makanya aku pusing dan aku juga nggak mau kehilangan dia!"

__ADS_1


"Ha? Nanti aja? Nanti aja gimana? Bisa-bisa perutku tambah membesar! Gila ya kamu!"


"Terus aku gimana?"


"Ya aku nggak tau!"


Dert.... Dert... Dert...


Ponsel Raka bergetar didalam saku celananya, dia mengecek dan melihat Della menelfon, "Halo kenapa?" Tanya Raka pada Della.


"Kak Raka dimana? Dokternya mau ketemu sama kak Raka!" Kata Della lewat telfon.


"Oke... Aku kesitu sekarang!"


Dia lalu mengakhiri panggilan tersebut, kemudian menatap Elisa, "Nanti kita bicarain lagi! Aku harus balik ke kamar istriku dulu!"


"Ohh bicara lagi atau ngilang lagi?" Sendirnya.


"Udah Dehh... Jangan bikin aku tambah pusing aja!"


"Ya mau bilang gimana lagi? Kan kamu udah blokir aku disemua sosial media kamu?"


"Ia sebentar aku bakalan batalin kok!" Kata Raka kemudian pergi meninggalkan Elisa di area parkiran dengan tergesa-gesa.


Elisa menyilangkan kedua tangannya didepan dada sambil tersenyum sinis memandangi punggung Raka yang semakin menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2