
Saat tersadar Della dengan cepat menyingkirkan tangan Raka, dia mundur sembari menyenderkan dirinya kekepala ranjang.
"Kuenya nggak rusak kan?" Tanya Raka.
"Enggak kok, kuenya masih kayak yang tadi!" Jawab Della.
"Ohhh.... "
Seketika suasana berubah hening, Raka menatap seisi kamar Della dia lalu berdiri, mondar-mandir beberapa kali kemudian duduk lagi di pinggir ranjang.
"Dell... Kakak capek, kakak boleh nggak rebahan disini dulu sambil kita tunggu sampai jam 12?"
"Apa boleh kayak gitu kak? Gimana kalau kak Mala bangun terus dia lihat kakak rebahan sama aku? Ahh enggak ahh aku takut kak Mala salah paham!" Tolaknya.
"Kakakmu udah tidur kok, gimana dia bisa tau? Kecuali kamu yang ngasih tau sendiri nah baru dia tau!"
"Maksud akutuh gimana kalau misalkan kak Mala bangun!?" Ucap Della memperjelas lagi kalimatnya.
"Nggak mungkin, jadi boleh ya kakak rebahan disini dulu, kamu kan tau sendiri setelah kakak pulang dari kantor kita langsung otw. Jadi kakak capek baget lohh Dell hadehh... Kayaknya kakak juga butuh pijatan nihh!" Lirihnya.
"Kakak jangan aneh-aneh Dehh... Kakak minta aja sama kak Mala biar kak Mala pijitin kakak!"
"Ya gimana kakakmu udah tidur kok!" Kata Raka dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.
"Kasih bangunlah kak, aku nggak mau ihh takut!" Tolak Della.
Tak peduli lagi dengan respon gadis itu, Raka segera mengambil bantal yang menutupi paha Della tadi, dia tidur dengan posisi badan tengkurap, Della yang mulai merasa tak nyaman segera beringsut pergi kearah lemari dan mengeluarkan sebuah celana lalu memakainya.
__ADS_1
"Ya udah dehh kak Raka boleh rebahan!" Ucap Della.
Dia kemudian menyandarkan lagi badannya ke kekepala ranjang sambil memainkan ponselnya.
Selang beberapa menit, Tiba-tiba tangan Raka memegang tangan Della lalu menariknya.
Cup...
Ia mengecup punggung tangan gadis itu membuat Della terlonjak kaget dan langsung menarik tangannya.
"Kak Raka apa-apaan sih?"
Raka yang awalnya merem kini membuka mata dan melihat baik-baik gadis itu, "Kenapa sih Dell? Kan kakak cuman cium tangan kamu! Emang salah ya?"
"Ya jelas salah lah kak!"
"Menurut kakak enggak kok, biasa aja!"
Della hendak menarik tangannya tapi nihil sepertinya tenaga Raka lebih kuat menggenggam tangan Della.
"Apasih kak, ya udah tinggal ngomong aja, nggak usah pegang tangan Della kali, lepasin tangan Della ihh!" Lirihnya.
Seketika Raka duduk menghadap Della tanpa melepaskan tangan gadis itu, tak lama setelahnya dia mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya.
Della mengerutkan kening sembari terus menarik tangannya tapi tetap tidak bisa.
"Dell ini buat kamu!" Ternyata itu sebuah gelang emas yang kemudian di pasangkan ke tangan Della, sontak saja ia kaget, "Enggak! Aku nggak bisa terima itu kak!" Sekanya sambil mendorong tangan Raka yang hendak memasangkan kalung tersebut.
__ADS_1
"Nggakpapa terima aja, ini kakak khusus belikan buat kamu!"
"Harusnya kakak ngasihnya ke kak Mala, bukan malah ke aku kak! Aku kan cuman adik ipar kakak!"
Raka menghela nafasnya, "kakak udah beli buat kakakmu, dan ini spesial buat adik iparku tercinta!"
"Enggak! Maaf kak Della nggak bisa terima!" Tolaknya sambil menggelengkan kepala.
"Kamu harus terima Dell, nanti kakak kasih tau ke kakakmu kok, kamu pasti khawatir kan kalau kakakmu nggak tau!"
Della melongo, "kok kak Raka bisa tau fikiran aku sih?"
"Iyalah, apasih yang kakak nggak tau soal kamu! Ya udah kakak pakein yahh, dan satu lagi kakak punya permintaan tapu kamu harus setuju dulu!"
"Bilang dulu lah kak, gimana mau setuju kalau kak Raka aja belum ngomong kok!"
"Kamu setuju dulu dehh!"
"Iya-iya aku setuju, nahh terus kak Raka mau ngomong apa?"
"Lohh kok kayaknya kamu nggak ikhlas gitu?!"
"Ya ampun kak Raka, mau bilang apaan emang sih?"
Raka malah cengengesan sambil mengelus punggung tangan Della, Della hanya memandangnya datar, "Heheh.... Kakak mau kamu nggak boleh mikirin cowok manapun selain kakak!"
Seketika kedua alis Della tersentak secara bersamaan, "Maksud kakak apaan yah? Della nggak ngerti kak!"
__ADS_1
"Kamu ngerti kok maksud kakak Apa Dell! Tapi ingat aja kakak nggak suka kamu deket-deket sama cowok lain! Karena kakak sayang sama kamu Dell!"
Della malah tak paham maksud Raka, dia linglung dan hanya memilih diam sambil mengerutkan matanya.