Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 42 : Menerima Pemberiannya


__ADS_3

"Itu pasti kak Mala, gimana ini kak?" Della langsung panik. Raka pun begitu, dia mulai tampak bingung.


"Ehh.... Gini Dehh, kamu tenang dulu, tarik nafas terus kamu buka pintunya pelan-pelan, kalau kakakmu nanya aku dimana kamu tinggal bilang nggak tau! Oke.... " Ujar Raka memberi saran.


Della mengangguk dengan cepat.


Tok... Tok... Tok....


"Dell.... " Panggil Mala dari luar.


Pintu kembali di ketuk beberapa kali, Raka langsung berdiri di belakang pintu, "Kamu buka pintunya pelan-pelan aja!" Ucap Raka dengan suara berbisik.


Della meliriknya sebentar lalu mengatur nafas, kemudian mematikan lampu lalu membuka pintu, "Ada apa kak? Kenapa kak Mala belum tidur?" Tanyanya berusaha bersikap tenang.


Dengan keadaan gelap dibelakang adiknya itu Mala tak bisa melihat apa-apa, "tadi kakak dengar suara kakak iparmu dari kamar kamu emang dia ada di dalam ya?"


"Emm? Enggak! Kak Raka nggak di sini, kak Mala mungkin salah dengar kali, atau mungkin kak Raka ada diluar!"


"Ahh masa... Kakak udah cek di luar nggak ada! Kakak mau masuk sebentar dong, boleh nggak?" Pinta Mala yang merasa curiga.

__ADS_1


Della langsung panik, tapi dia tetap menahan diri untuk tidak terlihat gugup, "Ehm... Itu kamar Della berantakan kak! Nanti kakak kaget kalau lihat, ohh iya... Kenapa kak Mala nggak telfon kak Raka aja? Siapa tau dia pergi ke rumah temannya!"


"Motornya ada diluar kok!"


"Ohh kalau gitu coba dehh kak Mala telfon kak Raka dulu!" Suruh Della tapi Mala hanya diam sambil menatap adiknya.


Della merasa tak nyaman ditatap seperti itu sama kakaknya, "Kenapa kak? Jangan natap Della kayak gitu dong... Kaka Mala bikin Della takut aja!"


"Kamu nyembunyiin sesuatu dari kakak ya Dell?"


Tanya Mala dengan tatapan menyelidik


Della menelan ludahnya dengan susah payah saking paniknya mendapat pertanyaan seperti itu, "Nyembunyiin apa sih kak, enggaklah... Emangnya Della mau nyembunyiin apaan!"


Della makin tambah panik, jantungnya berdegub kencang, "ya ampun kak, jadi cuman karena aku lupa nanya kayak gitu terus kak Mala jadi curiga sama aku? Aku tuhh nggak bohong kak! Aku benar-benar nggak tau kak Raka ada dimana, dan nggak mungkin juga aku nyembunyiin kak Raka dalam kamarku sendiri." Tutur Della menyakinkan kakaknya.


Mala tampak menghela nafasnya berat, lalu tiba-tiba Della menyadari sesuatu, "Tunggu, mata kakak kenapa? Kok kayak abis nangis? Kak Mala tadi nangis ya?"


Mala memalingkan wajahnya sembari sedikit menutupi kedua matanya dengan tangan, "Enggak! Siapa yang nangis, ini karena kakak baru bangun Dell... Udah ahh kakak balik kekamar kakak aja, mau nelfon suami kakak!"

__ADS_1


"Ohh ya udah!"


Della tertawa kecil melihat kakaknya yang berjalan cepat menuju kamar, tapi setelah kakaknya masuk kedalam kamar ekspresinya langsung berubah drastis lalu menutup pintu kemudian menyalakan lampu.


"Kak Raka jawab jujur, apa yang kakak lakukan sama kakak aku?" Dia dengan tajam mengajukan pertanyaan padanya.


"Emangnya kakakmu kelihatan udah nangis? Tapi tadi masih baik-baik aja kok!"


"Udahlah kak, kakak nggak usah bohong gitu, kakakku nggak mungkin nangis tanpa alasan!"


"Tapi jujur, kakak juga nggak tau Dell!" Jawab Raka.


"Ahh terserah lahh... Itu urusan rumah tangga kalian, ohh iya tadi kak Mala katanya mau nelfon kakak!"


"Tenang aja hape kakak udah mode silent kok! Dell... Soal tadi gimana?"


"Hah? Ya ampun kak Raka nih hobinya basa-basi ya? Kan kita udah bicarain semuanya tadi!"


"Iya kakak tau, ohh iya gelangnya... Kakak bakal perbaiki, tapi kalau udah bagus kamu mau terima kan?" Pintanya.

__ADS_1


Delle mendengus, "Iya-iya Della bakal terima, tapi yang tadi emang cuman ngeprank kan? Kalau cuman prank Della terima dehh... Della anggap itu kasih sayang sebagai kakak aja!"


"Makasih ya Dell.... " Ucap Raka dengan tatapan penuh arti memandangi Della


__ADS_2