Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 65 : Mala yang Curiga


__ADS_3

Mala keluar dari kamar berjalan menghampiri suaminya yang masih menyantap makanan yang tadi ia masak tapi sambil memainkan ponselnya.


Namun ketika menyadari kedatangan Mala, Raka langsung menaruh ponselnya itu dengan membalikan layar ponselnya kearah meja.


Mala mengerutkan alisnya ia semakin yakin ada yang suaminya sembunyikan.


"Makanannya masih enak?" Tanya Mala mencoba bersikap tenang.


"Enak!" Jawab singkat Raka.


Mala menghela nafasnya, "Maaf ya sayang, aku fikir aku yang salah karena terlalu sering sensitif, mungkin emang karena hamil kan? Aku kira wanita hamil emang kayak gitu!"


"Udahlah... Aku juga nggakpapa!" Katanya.


"Kamu serius kan?"


"Hmm... Lebih baik kamu juga makan! Ingat, anak kita juga butuh nutrisi!" Ucap Raka.


Mala mulai menyendok nasi tapi hanya sedikit saja, sembari memandang suaminya yang sesekali melirik kearah ponselnya.


"Sayang... Aku mau ngomong sesuatu!" Kata Mala yang membuat Raka kembali memandangnya.


"Ehm? Ada apa?"

__ADS_1


"Bulan depan kayaknya aku udah nggak bisa kerja lagi deh... Perut aku makin hari makin membesar terus aku juga udah nggak bisa bergerak bebas kayak sebelumnya!"


"Kalau itu mau kamu ya udah, nggakpapa! Aku kan masih kerja juga sayang... Dan aku janji aku bakal rajin masuk kerja terus biar uang persalinan kamu bakalan cukup sebelum kamu melahirkan anak kita!"


Mala tersenyum mendengarnya, tapi itu hanyalah senyum palsu.


"Makasih atas pengertiannya ya sayang!"


Kali ini Mala mencoba mengabaikan semuanya, demi anak dalam kandungannya serta rumah tangga yang ia bina dengan Raka


...***...


Saat larut malam Mala terbangun, dia yang tidur menyamping membelakangi suaminya perlahan-lahan beringsut meninggalkan ranjang hendak kekamar kecil, langkahnya yang begitu pelan dengan mata yang terkadang terpejam beberapa saat membuat Mala harus menstabilkan cara jalannya, sebab jangan sampai ia terjatuh.


Mala berpegangangan pada gagang pintu, tapi tiba-tiba ia merasa pusing makanya dia ingin membangunkan Raka.


"Sayang... Tolong aku!" Panggilnya sekali


Lagi.


"Hm... Ada apa sih sayang?"


"Sayang tolongin aku dong, aku mau pipis tapi kepalaku tiba-tiba agak pusing!"

__ADS_1


Ck...


Raka seketika berdecih dari mulutnya, hal itu terdengar oleh Mala dan itu membuatnya langsung kesal.


Wajah Mala seketika berubah datar, "Kalau kamu nggak mau nggak usah! Aku bisa sendiri kok!"


Entah mengapa hanya mendengar suara seperti itu bisa membuatnya ingin murka, Raka hanya planga-plongo memandangi istrinya yang berjalan sangat pelan.


Dia mengatur kesadarannya sembari mengucek kedua matanya, Raka berdiri menyusul Mala lalu membantu memegangnya.


"Aku bilang nggak usah, kamu bisa tidur lagi!" Decaknya.


"Jangan kayak gitu dong sayang! Aku nggak tau salahku tuh dimana! Tadi itu aku ngantuk banget makanya nggak bisa langsung bangun!" Alasannya.


Muka Mala berubah ketus seraya memasuki kamar mandi, sementara Raka menunggunya diluar.


Saat keluar, sorot mata Mala masih tajam padanya, Raka sampai bingung dengan gelagat istrinya itu.


"Kamu kenapa sih sayang? Kayak orang kesambet aja!" Tanya Raka sambil melihat istrinya berjalan cepat menuju kamar.


"Hape kamu mana?"


Raka seketika panik, "ada si kamar, emang kenapa sih?"

__ADS_1


Mala tak bisa menahan diri, dia sangat penasaran apa yang Raka sembunyikan darinya lewat ponsel yang hampir tidak pernah lepas dari tangannya setiap kali ia bersama Mala.


__ADS_2