
Mala mulai serius memperhatikan adiknya itu, dia memperhatikan rauk wajah Della, "Kenapa sih Dell? Kamu mau ngomong apa?"
"Ehm... Itu kak, aku mau ngekost!" Ungkapnya.
Mala langsung mengerutkan keningnya, ia terlihat kaget mendengar pernyataan dari adiknya itu.
"Apa? Kamu bilang apa tadi?"
"Aku... Aku mau ngekost kak! Aku udah lihat kos-kosannya teman aku, disana tuh murah kok! Fasilitasnya ada kasur, kipas sama lemari cuman kamar mandi sama dapurnya tuh umum!" Tutur Della.
Dengan datar Mala menjawab, "buat apa hah? Kamu udah nggak mau tinggal bareng kakak lagi? Emang kakak punya salah ya sama kamu sampai-sampai kamu mau pisah sama kakak? Sampai-sampai kamu udah ngechek kosan teman kamu itu?!"
Della tertegun, sepertinya Mala mulai marah, "Enggak kak! Dengerin Della dulu!"
"Ahh nggak usah, pokoknya kakak nggak setuju kamu ngekost, mama juga pasti bakalan marah Dell kalau kamu ngekost!"
"Ada apa sih ribut-ribut?" Raka datang, dia lalu duduk disamping istrinya.
__ADS_1
Della langsung berubah malas, dia mendengus pelan sambil memutar bola matanya.
"Della mau ngekost sayang! Tapi aku nggak setuju!" Kata Mala.
"Apa? Kamu mau ngekost Dell? Kenapa? Kamu udah nggak betah tinggal disini?" Tanya Raka pada Della.
"Makanya dengerin Della dulu! Aku tuh mau ngekost karena aku mau hidup mandiri, aku nggak mau ribetin orang lain lagi, terus kosan itu deket banget sama kampus aku, aku bisa jalan kaki kekampus dan juga biar aku gampang kerja kelompok sama teman aku kak! Aku bukannya nggak betah tinggal sama kalian!" Tuturnya.
"Kita sama sekali nggak meras diribetin sama kamu Dell... Malah kita senang karena kamu mau tinggal bareng kita, tapi kok tiba-tiba banget kamu mau pindah gini?"
"Kamu ini sebenarnya kenapa sih? Kakak tanya sekali lagi sama kamu emang kakak punya salah sama kamu?"
"Kakak nggak punya salah kok, jujur aja Della bahagia kok tinggal bareng kakak! Tapi Della mau coba buat mandiri kak! Della nggak mau terus-terusan sama kak Mala ataupun kak Raka! Nanti Della ketergantungan gimana?"
"Ya nggakpapa namanya juga kamu adik kakak!"
"Nggak mau kak! Kakak itu udah berkeluarga, sementara aku? Perjalanananku masih jauh jadi aku mau ubah pola fikir aku buat kedepannya! Bukan cuman pintar doang minta duit sama kakak! Aku juga pengen ngerasain gimana susahnya dapat uang kak!"
__ADS_1
"Kamu kira kuliah sambil kerja itu gampang Dell? Tinggal sendirian di kosan emang nggk kesepian? Nggak takut?" Tanya Raka
.
"Aku tau tapi aku yakin bisa lewatin itu kak!"
"Kamu nggak mau fikirin lagi?"
"Enggak, keputusan Della udah bulat!" Tegasnya.
Mala tiba-tiba berdiri sambil berucap, "Terserah kamulah Dell... Kamu mau ngekost, mau inilah itulah terserah kamu! Kamu bilang mau mandiri kan? Oke... Terserah... Kakak malas mau berdebat sama orang yang nggak bisa dinasehatin!"
Dia lalu pergi ke kamarnya dengan penuh emosi, Della tertunduk lesu, untuk pertama kalinya dia melihat kakaknya semarah itu, tapi ini lebih baik daripada harus tinggal dengan pasangan itu malah hanya membuat hati Della tak nyaman menyaksikan keharmonisan rumah tangga Raka dan Mala.
Kini tinggal mereka berdua, Raka menatap Della sedih dan kasihan, "Kenapa kamu lakuin ini sih Dell? Kamu lihat sendiri kan kakakmu sampai semarah itu!"
Della memberinya tatapan tajam lalu berdiri, "Aku nggak peduli!" Kini giliran dia yang pergi, berjalan cepat kearah kamarnya.
__ADS_1