Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 97 : Tidak Bisa Menahan Diri Lagi


__ADS_3

Della syok saat itu juga, begitu pula dengan Raka yang kini terkejut dengan ucapan istrinya.


Bibir Della bergetar, air matanya kini berlinang, dia melangkah masuk dengan pelan dan langsung bertekuk lutut dihadapan kakaknya.


Ternyata tebakannya selama ini benar adanya, jadi itulah alasan Mala marah dan acuh tak acuh pada Della.


"Ma-maafin Della kak!" Ucapnya sambil menangis, "Della udah berbuat salah sama kakak! Della pantas dihukum kak! Apapun yang mau kakak lakuin ke Della, Della bisa terima kok!"


Mala kini juga tak bisa menahan tangisnya, dia berusaha bersikap tegar didepan kedua orang itu tapi tidak bisa, air matanya tak bisa di bohongi.


Tiba-tiba Raka juga ikut bertekuk lutut dihadapan Mala seperti yang Della lakukan, "Aku... Aku juga minta maaf! Selama ini aku nyembunyiin ini semua dari kamu! Tapi jujur aja, aku khilaf sayang.... " Ungkapnya.


Mala lagi-lagi tertawa sinis, "Haha! Kamu bilang khilaf? Telingaku masih normal kan? Aku nggak salah dengar kan?"


Nafas Della terasa sesak dengan tangan gemetar, ia menyelipkan rambut yang menutupi wajahnya. Dengan ketakutan ia bahkan tak mampu melihat wajah kakaknya lagi.


"Serius sayang, aku itu khilaf!"


"Khilaf itu nggak dilakuin berkali-kali! Kamu fikir aku bodoh? Udah cukup ya aku diam-diam mantau kalian main dibelakang aku? Udah berapa kali? Hah? Aku tanya Udah berapa kali?!!!" Suara Mala langsung keras sambil menangis saat itu juga.

__ADS_1


Tangis Della pecah, tangannya semakin bergetar kuat, dia meraih kaki kakaknya, "Ma-maafin Della kak! Della salah... Please maafin Della!" Pintanya.


Tangis Mala pecah, "Kamu kira kakak bisa maafin perbuatan kamu? Bisa-bisanya ya Dell? Jelas-jelas dia kakak ipar kamu lohh... Kok bisa sih?"


"Mama sama aku nyekolahin kamu tinggi-tinggi itu buat apa? buat rayu kakak ipar kamu sampai kamu mau tidur sama dia?!"


Della menggeleng kuat beberapa kali, "Enggak! Aku salah kak! Aku... Aku menyia-nyiakan semuanya huhu.... "


"Udah telat Dell... Kakak nungguin kamu mau jujur tapi enggak! Kamu malah terus merayu kakak iparmu!"


"Bukan aku yang merayu kak Raka duluan Kak!" Ucap Della membela dirinya.


"Tapi dulu kak Raka kan yang.... "


"Allllahh... Kamu jangan coba-coba fitnah kakak ya Dell... Jelas-jelas kamu duluan kok yang merayu kakak!" Kata Raka.


Mala semakin geram, terlihat kepalan tangannya semakin kencang, "Udah cukup!!! Aku bukannya mau dengerin pembelaan kalian! Kalian berdua benar-benar buat aku kecewa tau nggak! Kok bisa sih kalian tega sama aku? Emang aku punya salah sama kalian sampai-sampai nyakitin aku dalam kondisi yang hamil besar kayak gini ha?"


Della menangis sesegukan, "Maafin Della kak! Maaf!"

__ADS_1


"Walaupun kamu adik kandung aku, aku juga nggak bisa semudah itu maafin kamu Dell, hati kakak udah hancur gara-gara perbuatan kamu! Pertama kali kakak tau soal kalian, kamu kira kakak nggak drop? Kamu salah... Selama ini kakak pura-pura kuat! Hati kakak sakit Dell!"


"Sayang... Udah dong! Aku sama Della udah minta maaf kan? Jangan marah-marah terus! Nanti ada apa-apa sama anak kita!"


"Diam kamu! Aku nggak bicara ya sama kamu!!" Gertak Mala.


Namun Raka tak terima, dia lantas berdiri, "Mala... Kamu kira aku melakukan ini semua itu karena siapa? Karena kamu!!" Ucap Raka untuk pertama kalinya ia memanggil nama istrinya dengan sebutan 'Mala' bukan lagi sayang, setelah menikah.


Jujur saja Ada perasaan tak nyaman saat Mala mendengarnya.


Mala mengerutkan dahi, dia terheran-heran sekarang.


"Ohh sekarang kamu mau nyalahin aku atas semua kesalahan kamu gitu?"


"Kan akar dari semua masalah ini, itu karena kamu! Sampai-sampai aku tergoda sama adik kamu sendiri!"


PLAKKKK...


PLAKKKK....

__ADS_1


Mala yang tak tahan lagi lantas menampar suaminya dua kali dengan sangat keras.


__ADS_2